Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Jangan gila


__ADS_3

🌹🌹🌹


Bella memutuskan untuk pulang bersama Aulia dengan alasan kepalanya pusing membuat Milan mau tak mau juga ikut pulang karena harus mengantar keduanya. Lalu mereka berpamitan pada Delan yang asyik berbincang bersama rekan-rekan bisnisnya yang lain


" Brother sepertinya kami akan pulang duluan." pamit Milan


" Ini masih sore, pestanya belum selesai." Delan beranjak berdiri dengan gelas berisi wine yang tak lepas dari tangannya sejak tadi


" Bella bilang dia sangat pusing. Aku harus mengantarnya jika tidak .. aku takut para pria menculiknya." canda Milan dengan tawa. Delan melirik Bella sejenak


" Baiklah." sautnya dengan nada tidak suka. Sementara Bella hanya menunduk membiarkan Milan menggandeng lagi pundaknya. Ketiganya keluar dari pesta perusahaan itu dengan ditatap Delan yang mematung, ia mencekal gelas itu dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih


" Wuuuuh cantik juga wanita Asia." ucap salah seorang teman Delan. Mendengar hal itu Delan kembali duduk


" Kudengar wanita Asia sangat berisik saat bercinta." saut salah satunya yang berambut pirang membuat semuanya tergelak kencang kecuali Delan, hatinya mendadak kalut melihat Bella dan Milan, ia tidak rela istri mudanya itu disentuh pria lain. Yang ia lakukan hanya terus memutar gelasnya


" Oh yeah oh yeah no no." canda mereka sambil cekikikan


" Delan ayo kita kerjasama."


" Bukankah kita sudah bekerja sama?"


" Ah kau ini, maksudku wanita itu. Bagaimana kalau kau bantu aku meminta nomer ponselnya. Aku jadi ingin mencoba bagaimana rasanya bercinta dengan wanita asia." Delan hanya terdiam menatap tak suka


" Jangan dia yang lain saja." pria itu terkikik lalu mencondongkan tubuhnya mendekati Delan


" Kenapa apa dia incaranmu?" tanyanya berbisik tapi Delan tak menjawab


" Ah pria setia ini bisa juga tergoda." candanya namun lagi-lagi Delan hanya diam, ia memikirkan Bella dan ingin segera mengakhiri pesta malam ini


Setelah 2 jam menunggu akhirnya tepat pukul 02:00 pesta selesai. Delan tak membuang waktu ia segera menuju hotel dimana Bella menginap. Delan mengitari lorong hotel itu mencari kamar Bella. Saat menemukan kamar itu Delan tersenyum, ia segera menekan Bell secara beruntun membuat kedua wanita yang baru saja terlelap itu merasa terganggu

__ADS_1


" Orang gila mana yang datang jam segini." gerutu Aulia memukul kasur dengan kesalnya berbeda dengan Bella yang terkejut, Delan sungguh nekat pria itu benar-benar datang


Bella jadi tergesa-gesa menuruni ranjang lalu membuka pintu. " Ada apa?" gerutu Bella dengan muka bantalnya. Delan tak menjawab, pria itu menarik Bella keluar kamar menuju kamar yang berhadapan dengan kamarnya dan Aulia


" Delan jangan gila." bisik Bella menarik tangannya yang dipegang Delan tapi Delan tak memggubris, ia membuka pintu kamar hotel itu dengan kunci card ditangannya lalu menarik pinggang Bella untuk masuk kedalam


" Pulanglah!" usir Bella kembali menepis pelan tangan Delan


" Aku tidak mau, aku mau tidur disini denganmu." saut Delan menggandeng Bella berjalan menuju kamar hotel dimana disitu terdapat ranjang king size dengan kasur yang terlihat empuk. Wanita itu mengerucutkan bibirnya dengan kesal membiarkan Delan membopongnya naik keatas kasur


" Kamu tahu Bell, tadi kamu sangat cantik. Aah benar-benar cantik." rayu Delan menatap lekat wajah yang berada dibawahnya itu


" Aku tidak mau bercinta!" saut Bella karena berpikir Delan menemui Bella hanya ingin tubuhnya saja


" Iya kita tidur saja." saut Delan berguling kesamping. Ia menyamping menatap Bella dengan tangan melingkar diperut wanita itu. Seketika Bella membelakangi Delan, sejak tahu Angela mengandung pikiran Bella jadi kalut dan merasa tak tega meskipun Angela tidak akan tahu Delan menghianatinya dan waktu Delan juga lebih banyak bersama Angela ketimbang Bella, Bella sangat menyadari posisinya, tapi Angela mengandung? lalu kenapa waktu itu Delan bilang hubungannya dan Angela tak baik-baik saja?


" Hey .. " Delan mencoba membuat Bella terlentang lagi namun wanita itu malah memejamkan mata


" Bella kamu marah?"


" Ya tidurlah." saut Delan mulai kesal, jauh-jauh ia datang kemari dan sambutan Bella sangat menyebalkan untuk Delan. Ia bangun duduk untuk membuka jas dan dasinya lalu kembali tidur sembari mendekap Bella dari belakang


Pagi buta Bella sudah bangun karena tak ingin membuat Aulia bingung. Bella beranjak duduk merapihkan gaun tidurnya yang sedikit berantakan . Ia menengok Delan yang masih tidur, ia membelai kening itu dengan raut wajah merasa bersalah karena semalam Bella mengabaikan Delan, entahlah Bella merasa akhir-akhir ini moodnya naik turun


" Delan aku akan kekamarku." ucap Bella lalu mencium bibir Delan, ia beranjak bangun namun dihentikan Delan, pria itu menarik Bella hingga kembali terlentang dikasur dan Delan segera mengurung dengan tubuhnya


" Delan." tegur Bella mendorong pelan dada Delan dengan kedua tangannya. Delan mencekal kedua tangan itu dan membawanya keatas kepala Bella


" Kamu marah?"


Bella menggelengkan kepalanya

__ADS_1


" Bella, aku dan Angela-"


" Angela sedang hamil, bukankah seharusnya kamu pulang?" Delan terdiam, ia malah memiringkan kepala berniat mencium bibir Bella namun wanita itu memalingkan wajah hingga bibir Delan mengapung begitu saja


Bella pikir Delan selalu seperti itu, pria itu tak pernah terbuka, tertutup dan penuh misteri untuknya


" Bella itu bukan bayiku." Ingin sekali Delan mengatakan itu namun tenggorokannya terasa tercekat, Bella tak tahu apapun, Delan takkan membiarkan Bella masuk kedalam urusannya, ia akan menyelesaikan semuanya sendiri hingga saatnya tiba


" Biarkan aku mendapatkanmu sebelum kamu pulang." saut Delan parau dengan wajah memelas lalu menarik dagu Bella dan meraup bibir Bella, benar-benar ganas hingga Bella kewalahan


Bibir Delan mulai turun keleher." Delan jangan .. Aulia akan mencariku." Tapi Delan sengaja tak mendengarkan Bella, ia asyik main dileher wanita itu dengan rakus. Saat itu Delan melepaskan cekalan tangannya pada tangan Bella dan turun kebawah pada pangkal paha. Jika sudah main disana Bella mana bisa menolak, ia mulai pasrah saat jemari itu menyusup kebalik cd merahnya


Bella mulai merintih dengan usapan lembut jemari itu membuat Delan bangkit. Menarik cd Bella, melepaskannya dan ia lempar kelantai. Lalu Delan membuka kedua celananya


" Delan .. " panggil Bella manja masih berusaha menolak Delan tapi Delan malah membuka kedua paha itu sembari mencengkramnya pelan. Tubuh Bella meliuk saat benda hangat dan mengeras itu mulai menyentuh kulit kewanitaannya dan semakin meliuk saat Delan mempermainkannya


Aaah .. dessahan kecil itu lolos dari bibir Bella. Delan tersenyum lucu dan dalam sekali hentakan adiknya masuk kedalam kewanitaan itu membuat Bella menjerit panjang


" Aaahh suaramu Bella .. " saut Delan meracau dan mulai bergerak


Suara-suara erotis memenuhi kamar hotel tersebut


Bella menggigit jari telunjuknya saat Delan mulai mempercepat permainannya. Tenggorokan Bella terasa kering karena terus mengeluarkan suara. Pandangan Bella tertuju kebawah memperhatikan adik Delan yang keluar masuk miliknya, rasanya tubuh Bella memanas dan darahnya terus berdesir hebat melihat itu. Sementara Delan hanya tersenyum, rasa puas yang selalu ia dapatkan melihat wajah yang dipenuhi kenikmatan itu


Delan menarik kedua tangan Bella merubah posisi mereka menjadi posisi duduk. Sambil bergerak Delan meraih kedua tali spagheti gaun malam Bella, menurunkannya kebawah lalu pengait bra dengan warna senada dengan cd wanita itu. Buah dada yang kini menggantung itu diserbu bibir dan satu tangan Delan membuat kedua tangan dipundak itu beralih jadi pada rambut Delan, menjambaknya dengan begitu gemas


Setelah lama dalam posisi itu, Delan menghempaskan tubuhnya terlentang dikasur. Bibirnya tersenyum melihat tubuh Bella diatasnya." Sweety bergeraklah." perintah Delan


" Aku tidak bisa." saut Bella dengan wajah merona


" Pegang tanganku dan gerakan pinggulmu." Delan mengulurkan satu tangannya untuk Bella yang mana langsung disambut Bella. Tubuh itu mulai meliuk pelan dimata Delan, begitulah Bella selalu menuruti Delan. Pria itu tak hanya mengajarkan Bella cara berciuman yang benar tapi juga mengajarkan Bella cara memuaskan suami diranjang

__ADS_1


-


-


__ADS_2