Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Memangnya kau wanita macam apa?


__ADS_3

🌹🌹🌹


" Darimana saja kamu?" tanya sang Mami menghentikan langkah Delan, pria itu menoleh ke arah sofa ruang tamu dimana semua orang kini bersantai menikmati sarapan pagi mereka


" Semalam aku minum bersama Dave dan Milan." saut Delan lalu ia pergi kekamarnya dan Angela menghindari semua orang


" Bagaimana mau punya anak kalau sikapnya selalu seperti itu." gerutu mama Rose membuat mami Bulan menghela nafas


" Aku juga tidak tahu jeng, bagaimana menghadapi Delan. Sejak dulu sikapnya selalu dingin." Mami Bulan menoleh pada Angela yang hanya terdiam, mammi Bulan pikir Angela yang sangat dipuja putranya pun tak mampu menghilangkan sikap dinginnya


" Aku akan kekamar sebentar, Delan mungkin membutuhkan sesuatu." saut Angela lalu menyusul Delan kekamar mereka


Saat itu Delan sedang merendam tubuhnya didalam bak mandi dengan mata terpejam. Angela segera mendekati Delan, berjongkok disisi bathup dan mencium kening Delan hingga sepasang mata itu terbuka karenanya


Angela tersenyum mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir itu namun Delan memalingkan wajahnya. Pria itu menolak Angela lagi untuk kesekian kalinya." Kenapa huh? aku sudah tidak menarik lagi dimatamu?" tanya Angela dengan wajah kecewa


" Bukankah kau tahu alasannya?" tanya Delan bangkit berdiri lalu keluar dari bathup menuju shower, membersihkan tubuhnya dari keringat dengan air yang mrluncur deras dari shower


Dengan wajah muram dan hati yang tersayat ia keluar dari kamar. Ia duduk diranjang memikirkan perkataan Delan yang belum ia mengerti. Tak lama Delan keluar dengan handuk putih melingkar dipinggangnya. Pria itu mendekati koper yang belum ia buka sejak kedatangannya ke NTB


"Darimana saja kamu semalam?" tanya Angela


Plung


Delan melemparkan sebuah kamera kecil tepat kesamping Angela membuat raut wajah itu kian muram. Angela meneguk ludahnya susah payah lalu mengambil kamera yang sengaja ia pasang diruang tamu dekat vas bunga kamar yang ditempati Bella. Ia tak menyangka Delan akan tahu secepat ini


" Ini apa?" tanya Angela mencoba mengangkat wajahnya menatap Delan yang sedang memakai kaos putihnya


" Kamu tidak tahu itu apa?" tanya Delan dengan seringai dibibirnya lalu mendekati Angela setelah memakai kaos dan celananya


" Delan .. "


" Apa yang akan kamu lakukan dengan kamera itu Angela?" Delan menjulang tinggi berkacak pinggang dihadapan Angela


Angela mengangkat wajahnya." Ini bukan jawaban yang kuinginkan." sautnya mengangkat wajah menatap Delan dengan kedua mata berkaca-kaca


" Lalu apa yang kau inginkan? kau ingin berpisah?" nada bicara Delan sudah semakin dingin. Angela segera berdiri menggelengkan kepala dengan airmata menderai

__ADS_1


" Kenapa kamu jadi brengsek seperti ini, memangnya apa salahku?"


Delan tertawa sinis memutar tubuh menjauhi Angela


" Kamu membuat kesalahan, kamu menghianatiku. Bukankah kamu harusnya minta maaf memohon agar aku memaafkanmu?" Delan memutar tubuhnya lagi menatap dingin Angela yang sudah berurai airmata


" Bukankah kau sering bilang padaku, mereka hanya penggoda, wanita-wanita itu hanya penggoda. Mereka tak akan bisa bersanding dengan istri sahku. Kau lupa?" Angela merasa tertohok dengan perkataan Delan, dulu ia memang berpikir seperti itu namun nyatanya melihat Delan bersama wanita lain ia benar-benar cemburu dan sakit hati


" Ya aku memang salah. Tapi kini aku sadar .. aku tidak bisa aku tidak bisa melihatmu bersama wanita lain. Kumohon tinggalkan Bella dan kita perbaiki pernikahan kita. Aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu." Angela mendekati Delan memeluk tubuh kekar suaminya


" Kumohon, aku sangat mencintaimu!"


" Aku tidak bisa." Angela melonggarkan pelukannya menengadah menatap Delan dengan airmata meluncur deras


" Tidak, kita bisa melewati semua ini sama-sama. Mungkin kamu bosan padaku, aku akan mengerti ..aku akan menunggumu."


" Aku tidak bisa!"


" Kenapa kamu tidak bisa?" Angela mulai membentak. Delan mendorong pelan tubuh itu terhuyung kebelakang lalu melangkah menuju keluar


" Delan .. "


" Dengar Angela, jika kau masih mau menjadi istriku. Aku peringatkan kau untuk diam." Tangisan Angela semakin histeris lalu kedua tangannya memukul dada Delan dengan kencang


Bruk


Bruk


Bruk


" Aku membenci Bella, pelacu*, wanita murahan itu!" umpat Angela


" Diam!" bentak Delan dengan mata menyalang tajam menahan kedua tangan itu dengan kedua tangannya, mencengkramnya kuat membuat Angela kesakitan


" Jika kau berani menyentuh Bella, lihat apa yang akan kulakukan padamu. Kupastikan kau akan menyesali semuanya. Bahkan kau akan memyesal karena telah mengenalku!" Angela menggelengkan kepalanya lemah, perkataan itu benar-benar menghancurkan hati Angela


" Kenapa kau jahat sekali padaku dimana cintamu Delan? aku tahu aku salah aku memang salah tak pernah melayanimu dengan baik. Tapi beri aku kesempatan, Delan aku ingin memperbaiki hubungan kita, masa depan pernikahan kita. Aku sungguh mau menjadi istri-"

__ADS_1


" Kau yakin kesalahanmu hanya itu?" tanya Delan melipat kedua tangannya didada


Bibir Angela bergetar


" Aku .. " Delan tersenyum sinis lalu memutar tubuhnya lagi hendak pergi tapi perkataan Angela membuat Delan kembali menghadap Angela


" Aku tidak menerima semua ini wanita itu, akan kubuat dia menyesal karena telah berani menggoda suamiku." ancam Angela dengan nada tinggi


Delan tertawa kencang." Angela .. kenapa kau seperti ini hmm?" Bahkan Delan seperti tak punya hati, tak menunjukan penyesalan sedikitpun terhadap Angela


" Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu?" Delan tertawa lagi, dan tawa itu sangat kencang terdengar sampai keluar kamar


" Jangan pergi lagi pada Bella, tinggalkan wanita itu. Dia bukan wanita baik dia tidak pantas untukmu. Aku tahu dia hanya mau uangmu." Seketika itu tawa Delan terhenti, pandangannya menyalang tajam lagi sambil melangkah mendekati Angela


" Memangnya kau wanita macam apa?" tanya Delan mencengkram pipi Angela dengan kuat membuat Angela meringis sakit. Airmatanya tak henti berderai, Angela merasa hidupnya kini terbalik, dulu pria itu sangat lembut mau dari tutur kata ataupun perbuatan tapi yang Angela dapatkan kini berbanding terbalik


" Wanita macam apa?" tanya Delan mendesak namun Angela tak menjawab, wanita itu hanya bisa menangis


" Setidaknya aku tidak semurah Bella yang mau bersama pria yang sudah beristri." Delan berdecih jijik mendengar perkataan itu


" Lalu bagaimana dengan Alvin?" Angela membulatkan kedua mata dengan wajah memucat, seluruh tubuhnya bergetar takut


" Bukankah selingkuhanmu juga sudah beristri?" tanya Delan dengan seringai licik lalu menghempas pelan wajah Angela. Pria itu kini benar-benar meninggalkan Angela, saat itu tubuh Angela melemas, ia seperti tersambar petir mendengar perkataan suaminya


Bruk


Angela menjatuhkan tubuhnya kelantai, ia menangis histeris dan menyembunyikan tangisan itu dengan bersujud kelantai. Apa yang harus Angela lakukan, Delan sudah tahu perselingkuhannya meskipun ia telah berhenti berhubungan dengan Alvin. Angela sangat takut, ia terlalu takut kehilangan Delan, Angela juga merasa malu pada suaminya. Apa Delan menghianatinya karena tahu ia berselingkuh? Delan membalasnya? itu artinya hati Delan masih untuknya, pria itu hanya marah dan melampiaskan amarahnya dengan berselingkuh bersama Bella?


Sementara kini diluar kamar tubuh Delan tampak menegang melihat adiknya sedang menangis didepan pintu kamarnya dan Angela. Delan menyentuh kedua pundak itu." Kenapa kamu menangis hmm?"


" Maafkan aku .. "


" Hey .. " Delan mengusap pipi Pevita yang basah. Pevita menghamburkan tubuhnya memeluk sang kakak


" Maafkan aku, aku salah paham pada kakak dan Bella .. " ucap Pevita ditengah isak tangisnya, tadi ia tak sengaja mendengar pertengkaran keduanya. Pevita luar biasa terkejut, selama ini ia selalu menyalahkan sang kakak dan Bella atas perselingkuhan mereka


Delan hanya tersenyum mencium puncak kepala Pevita." I'ts okey honey .. " saut Delan dengan begitu lembut

__ADS_1


-


-


__ADS_2