Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella
Pevita menginap


__ADS_3

🌹🌹🌹


-


-


" Kamu benar-benar nakal Pev, bukankah sudah kakak bilang janga pergi kemana-mana." gerutu Delan yang kini sudah seperti sang mamii, ia kesal pada adiknya itu padahal sebelum bertemu Bella Delan sudah mengantar Pevita kerumah sang grandpa


Sementara Pevita hanya bisa menangis, ia takut dan merasa trauma dengan pacarnya yang bernama Evan itu. Pria itu mengurung Pevita dihotel dan beruntungnya Pevita karena saat itu Evan diajak pergi bersama teman-temannya


" Kamu menyesal? kamu menyesal apa yang kamu lakukan itu salah?" gerutu Delan lagi melirik dari kaca spion lalu ia melirik Bella yang hanya diam mendengarkan kemarahan Delan pada sNg adik


" Aku tidak mau kerumah grandma. Sekarang ada acara reuni itu membuatku bertambah pusing. Aku menginap dihotel saja" ucap Pevita mengusap kedua pipinya yang basah


" Tidak-tidak itu akan membuat kakak lebih khawatir lagi."


" Memangnya kakak mau kemana? tidak mau menemaniku."


" Kakak masih banyak urusan Pev, kakak harus bekerja."


" Bekerja apa semalam ini?" tanya Pevita heran lalu ia melirik perempuan disamping Delan yang baru ia sadari kehadirannya


" Dirumah grandma saja atau bersama Kya."


" Tidak mau." saut Pevita kukuh bersedekap dada dengan pandangan pada Delan. Pria itu baru sadar lalu melirik Bella


" Kenalkan Pev, dia Bella .. "


" Teman kakak sekaligus rekan kerja kakak." sambung Delan lagi


" Kalau begitu aku tidur dirumah Bella saja." saut Pevita tanpa tahu malu, dan sepertinya sifat Ken sang kakek menurun pada Pevita


" Pev .. " Delan mengernyitkan dahinya benar-benar tak setuju dan Bella menambah rasa kesal dihati Delan


" Aku tidak apa-apa, kamu boleh tidur dirumahku." saut Bella menoleh kebelakang dan tersenyum manis saat itu Pevita tampak tak merasa asing dengan wajah cantik didepannya ini


" Ah tidak-tidak." Delan sungguh tidak mau diganggu


" Ada apa dengan kakak, Bella saja sudah mengijinkan."


" Kakak dan Bella sungguh sibuk."


" Aku tidak akan mengganggu kalian, lagipula kenapa bekerja dimalam hari bersama wanita lagi." gerutu Pevita dan kali ini Delan tak menjawab, pria itu membungkam dengan wajah kesalnya


Dan mau tidak mau Pevita yang keras kepala itu Delan bawa kerumah Bella. Awalnya Pevita tak menaruh curiga terhadap keduanya, gadis itu melenggang saja masuk kedalam rumah yang cukup luas dan mewah untuk sebuah Apartement bahkan kolam renang besar ada dibalkon rumah itu

__ADS_1


Sebagai Tuan rumah, Bella menuntun Pevita kedalam kamarnya." Hanya ada satu kamar?" tanya Pevita


" Aku hanya tinggal sendiri, untuk apa punya banyak kamar." saut Bella dengan senyumnya yang menampilkan lesung pipi dan itu benar-benar disukai Delan. Rasanya bibir Delan gatal ingin mencium pipi itu


Baiknya, wanita itu mengambil alih koper ditangan Pevita dan mengajak Pevita menuju walk in closet. Sepertinya Bella lupa bahwa di lemari itu terdapat begitu banyak pakaian Delan. Bella membuka satu lemari kosong lalu membuka koper pink Pevita. Wanita itu memasukan kedalam lemari kosong tersebut


" Itu kamar mandinya." tunjuk Bella pada pintu yang tak jauh dari sana. Pevita mengangguk lalu mengambil handuknya dan langsung menuju kamar mandi. Demi apapun Bella sangat senang bisa dekat dengan adik suaminya


Cuuuuuup


Kecupan gemas mendarat dipipi kiri Bella." Kamu sangat menyebalkan." gerutu Delan memeluk gemas Bella


" Ayolah hanya malam ini saja, biarkan adikmu disini."


" Semalam, kamu tidak tahu kalau Pevita akan dua minggu disini." Bella terperangah membuka sedikit bibirnya hingga kecupan lembut Bella dapatkan dibibirnya


" Hufff .. aku bahkan sudah menahannya selama dua minggu." gerutu Delan menjauh lalu menghempaskan tubuhnya kekasur. Bella tersenyum lucu dan segera keluar kamar menuju dapur untuk memasak makan malam membuat Delan beringus bangun mengikuti dibelakang Bella


Pria itu langsung mengurung tubuh Bella dengan menumpu kedua tangan pada meja pantry." Delan .. " tegur Bella


" Sweetty .. "


" Sayang .. " kali ini bibir Delan tersenyum dengan pangilan itu ia memiringkan kepala menatap Bella dari samping


" Cantik tapi sayang sekali tak bisa dinikmati."


Bella mengecup bibir yang terus menggerutu itu." Sabar .. "


" Cih .. " Bella tertawa kecil menoleh pada Delan


" Aaahh aku benar-benar ingin melanjutkan yang tadi." Delan menempelkan tubuh bawahnya pada bokong Bella sembari melingkarkan kedua tangannya diperut Bella, pria itu mulai mesum pada Bella


" Delan hentikan, aku sedang memasak."


" Mau bagaimana lagi si jack sedang mau." gerutu Delan menyusupkan wajahnya keleher Bella dan semakin merapatkan tubuh bawahnya hingga Bella merasakan sesuatu yang mengganjal dibokong atasnya


" Sayang .. ada Pevita. " bisik Bella


" Hanya sebentar sepuluh menit." Bella terbahak memukul pelan kepala itu dengan spatula kayu ditangannya


" Emmmh .. " suara Delan manja


" Kakak .. "


" Dasar pengganggu." gerutu Delan lalu melepaskan Bella. Pria itu berlari menuju ruang tv dan duduk disofa. Delan menyalakan televisi dan bersandiwara sedang asyik menonton acara berita

__ADS_1


" Kak .. "


" Hmmm .. " Pevita mengitari sofa dan duduk disamping Delan, hal itu menjadi perhatian Bella yang sedang memasak karena dapur apartement yang tanpa sekat


" Katanya mau bekerja."


" Kakak tidak fokus karena kamu." saut Delan tanpa melihat Pevita, Delan menyilangkan satu kakinya agar celana kembungnya tidak terlihat Pevita


" Kalau begitu kenapa kakak tidak pulang kerumah Grandpa?"


" Untuk apa, kamu saja disini. Lagipula ini sudah malam. Jalanan sudah tidak aman." saut Delan dengan wajah datarnya, ia sudah tahu Pevita adalah gadis yang masih polos jadi gadis itu tak akan merasa heran dengan Delan


" Kakak masih marah?" tanyanya dengan suara manja dan Delan hanya mengedikan bahunya keatas


" Maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi .. "


" Kak .. " panggil Pevita menggelendoti lengan sang kakak


Delan menoleh sembari menggandeng tubuh sang adik lalu kecupan hangat mendarat dipuncak kepala Pevita. Delan sangat hangat, terlihat sekali pria itu sangat menyayangi adiknya bahkan tadi Bella bisa melihat ketakutan dimata Delan


" Jangan lakukan hal itu lagi atau kakak tidak akan membelikan tas branded untukmu."


" Siap bos." saut Pevita penuh semangat lalu mencium pipi Delan dan sedetiknya dahi Pevita berkerut


" Kakak memakai parfum ka Angela?" tanya Pevita. Delan menggeleng pelan lalu melirik Bella yang tampak selesai. Wanita itu berjalan menuju kearahnya


" Makan malam sudah siap." ucap Bella membuat Delan beringus bangun sembari menarik Pevita, gadis itu masih heran dengan harum parfum wanita dileher kakaknya


Delan tersenyum memperhatikan Bella yang melayaninya dengan baik. Wanita itu mengambilkan piring nasi serta lauk dan sayuran yang ditunjuk Delan membuat jantungnya berdetak cepat. Setelah Delan Bella mengambilkan untuk Pevita, gadis itu juga tampak tertegun dengan perlakuan Bella. Selama ini tidak ada yang melayani Pevita kecuali saat ia dirumah, itupun hanya sesekali oleh sang mammi


" Bella, apa pekerjaanmu?" tanya Pevita yang duduk berhadapan dengan Bella dan sang kakak


" Panggil dia kakak, dia lebih tua darimu." tegur Delan memukul pelan kepala Pevita dengan sendok membuat Bella tertawa dan memukul bahu Delan


" Aku seorang sekertaris pribadi." saut Bella


" Sekertaris kakakku?"


" Aahh tentu saja bukan, aku sekertaris rekan kerja Delan .."


" Lalu kenapa kakak harus bekerja denganmu bukan dengan kak Milan?" tanya Pevita. Dan saat itu juga Delan tersedak makannnya


Uhuk


Uhuk

__ADS_1


-


-


__ADS_2