
Sudah beberapa hari berselang Ustadz Irsyad kini sudah berada di rumahnya.
Karena anak-anak tengah berada di rumah nenek dan kakeknya siang ini. Di rumah pun hanya ada Abi dan Umma mereka. Rahma masuk ke dalam kamarnya, dengan sepiring potongan buah segar di tangannya.
"makan buah dulu ya mas?" ucap Rahma, Irsyad pun mengangguk sembari tersenyum.
sang istri kini sudah duduk di sebelah Irsyad. menusuk kan potongan buah itu menggunakan garpunya.
"pakai tangan mu, saja langsung sayang." titah Irsyad.
"kalo pakai tangan Rahma jadi kurang higienis mas."
... ...
"Nggak lah, tangan Rahma bersih kok. Mas lebih suka, makan langsung dari tangan mu." Ucap Irsyad. Rahma pun tersipu. Ia lantas meraih potongan pir menggunakan tangannya, lalu memasukkan potong buah itu ke dalam mulut sang suami. pria itu tak henti-hentinya memandangi Rahma dengan sembari mengunyah.
"zaujatii, Antii habiibatii anti" (duhai istri ku, engkaulah kekasih ku)
Ustadz Irsyad tiba-tiba bernyanyi, dengan suaranya yang indah, seindah lantunan ayat suci yang selalu ia lantunkan. Dengan tangannya yang terus mengusap-usap kepala Rahma.
Irsyad terus bernyanyi, ia lantas menyentuh pipi sang istri dan menatapnya dengan penuh cinta. "sagoitil hubba fii golbii bihusnil fi'li wassamti yaghiibus sa'du in ghibti wa yashfull 'aisyu in ji'ti" (engkau sirami cinta dalam hati ku dengan indahnya perangai mu. kebahagiaan ku lenyap ketika kau menghilang. hidup ku menjadi terang ketika kamu di sana)
"Ya Allah, Rahma meleleh tiap dengar suara mas Irsyad." Keduanya lantas terkekeh bersama.
"Bagus nggak Lagunya?" Tanya Irsyad.
Rahma mengangguk sembari tersenyum. "Bagus, suara mas apa lagi. Hehehe,"
Irsyad tersenyum lalu mengecup kening Rahma lumayan lama.
"Artinya apa mas?"
__ADS_1
"Artinya?" Tanya Irsyad. Rahma mengangguk cepat karena penasaran.
"Yakin mau tau artinya?"
"Iya mas...cepat jawab."
"Nanti marah lagi kalau tahu artinya."
"Kenapa harus marah? Artinya pasti bagus kan?"
"Bagus dek, bagus banget."
"Makanya kasih tau," berbinar.
Irsyad tersenyum jail. "Arti lagu itu mengisahkan tentang seorang induk beruang yang tengah garuk-garuk kepala sembari berjalan, lalu bertemu sang kancil, di sana induk beruang itu pun mengadu kepada sang kancil Karena dia tengah di bodohi oleh suaminya dan dia percaya." Menahan tawa karena melihat ekspresi wajah sang istrinya.
Mikir keras. "Masa sih mas? Tadi kayanya mas nyanyinya sambil senyum-senyum gitu. Masa artinya kaya dongeng anak-anak sih?"
"Mas Bohong pasti kan?" Tanya Rahma.
"Enggak kok," dalam hati Ustadz minta Ampun dengan beristighfar berkali-kali karena berbohong.
"Bohong!"
"Enggak dek..." memalingkan wajahnya, karena sudah tidak tahan dengan ekspresi wajah Rahma, Dalam hati Irsyad bilang 'ya Allah, mohon ampun ya Allah... Saya hanya ingin menggodanya saja. Hahaha ya Allah, aku ingin ketawa rasanya." Irsyad meraih bantal di dekatnya lalu memeluknya dengan menutupi wajahnya.
"Buahahahahaha." Tertawa sembari membungkam mulutnya sendiri.
Dari luar terlihat getaran punggung Irsyad yang tengah memiringkan tubuhnya membelakangi Rahma.
"Ketawa kan itu? Hah!" Rahma menarik bahu suaminya.
__ADS_1
Irsyad menggeleng. Namun bahunya masih bergetar.
"Mas!" Rahma menggelitik pinggang Irsyad yang lantas membuat Irsyad menggeliat, lalu memutar tubuhnya menghadap Rahma. "Ya Allah, ampun... Ampun dek... Iya mas bohong iya maaf... Maaf." Masih tidak bisa menghentikan tawanya.
"Iya kan bukan itu artinya?"
"Emang bukan, induk beruang itu Rahma, karena masih bisa di bodohi oleh suaminya yang bernama Irsyad Fadilah hahaha."
"Hiiisssss .... Kan sudah ku duga kan? Masih mau menyebut Rahma induk beruang hah?"
"Nggak...nggak sayang... Kalo induk singa aja bagaimana?" Tanya Irsyad menggoda.
"Cari mati ya mas ini. Rahma pukul juga nih ya." Bersungut.
"Pukul pakai cinta? Mau dong." Memeluk tubuh sang istri yang sudah membelakanginya. namun Rahma sudah terlanjur jengkel kepadanya.
"Itu lagu romantis sayang, intinya mas itu tengah merasa bahagia karena memiliki istri seperti mu dek Rahma. zaujatti itu artinya duhai istri ku... Antii habibatti antii itu artinya kau kekasih ku" Irsyad menjelaskan semuanya sembari mengecup bagian bahu Rahma dari belakang secara berkali-kali.
"Lagu romantis itu untuk dek Rahma. Istri mas tercinta." Ucapnya kemudian. Rahma pun tersenyum dengan pipinya yang merona, perlahan ia memutar tubuhnya.
Menghadap sang suami. Irsyad tersenyum.
"Indah. Indah sekali." Ucapnya sembari berkaca-kaca. Irsyad memeluk tubuh Rahma, mengecup keningnya.
"Mas sangat mencintai mu dek Rahma. Terimakasih untuk bakti mu pada ku yang sudah Sudi merawat ku sayang." Ucap Irsyad. Rahma pun mengangguk pelan.
"Terimakasih juga untuk hidup mu mas. Cepat sehat ya? Agar Rahma bisa semakin tenang lagi."
Irsyad tersenyum lebar lalu mengangguk. Ia pun meluncurkan kecupan di bibir Rahma, bermain di sana lumayan lama. Walaupun belum bisa memberikan nafkah batinnya kepada Rahma karena kondisinya yang belum pulih betul.
Namun dengan sentuhan-sentuhan kecil dan cumbuan suami sedikit mampu membuat Rahma merasa di manjakan.
__ADS_1
bersambung...