
Setelah meraup bibir Marwa, dengan penuh kenikmatan Lucas memainkannya dengan lidah! Seketika, Marwa dengan naluri replexnya membuka rongga mulutnya agar lidah Lucas bisa menjelajah didalam sana, dan benar saja Lucas langsung menyelusupkan lidahnya kedalam rongga mulut Marwa sembari.
Sesekali Lucas menyesapnya hingga membuat Marwa mencengkram erat bahu Lucas dengan kedua tangannya, Marwa sudah mulai bisa mengimbangi permainan lidah Lucas! Kedua mata insan yang tengah dilanda gai rah menggebu-gebu itu semakin menggila.
Meski kedua mata Lucas dan Marwa terpejam karena terlalu menikmati permainan lidah satu sama lain, tangan Lucas tetap menjalar kesetiap bagian tubuh sensitif milik Marwa. Jika tadi kedua tangan Lucas melingkar dibagian pinggang Marwa, kini justru kedua tangannya mulai berjalan-jalan mengelilingi lekuk tubuh Marwa!
Untuk beberapa saat Marwa berontak karena kehabisan nafas, sejak tadi Lucas terus memagut bibirnya dan membuatnya kesulitan bernafas! Marwa pun melepaskan sejenak ciu man itu.
"Ahhhh, tunggu mas aku harus nafas dulu! Kamu nda mau kan kalau jadi duda nantinya?" kata Marwa dengan nafas tersengal-sengal.
Lucas pun tersenyum, dan menyadari berapa kejamnya dia pada gadis belia dihadapannya itu. Setelah dirasa sudah cukup menghirup oksigen, Lucas kembali mengangkat wajah Marwa agar tegap dihadapannya! Seketika Lucas kembali menyambar bibir mungil itu dengan gai rah yang semakin meronta-ronta.
Kedua tangan Lucas merem as kedau gunung kembar sintal dan kenyal itu dengan mengapi-api, terlihat dari expresi wajah Marwa yang sedikit merasa kesakitan kedua gunung kembarnya yang masih dalam masa pertumbuhan itu direm as layaknya merem as kelapa parut untuk membuat opor ayam.
Marwa melepaskan cium annya kembali, sambil kedua tangannya memegangi tangan Lucas agar lebih pelan lagi mere mas kedua gunungnya itu.
"Emmmtthh mas, pelan sedikit! Sakit mas," protes Marwa.
Namun bukannya menuruti permintaan dari isteri kecilnya itu. Lucas justru semakin berga irah dengan rengekan Marwa, dia ingin semakin membuat Marwa merengek dalam penguasaannya.
Lucas melepaskan cengkramannya dari kedua gunung Marwa, lalu bersimpuh dihadapan Marwa, saat ini wajah Lucas tepat berada didepan ladang gandum yang lumayan lebat, Marwa masih malu-malu dan menutup rapat-rapat antar kedua kakinya, sehingga ladang gandum itu tidak terlalu terlihat menonjol.
Kedua tangan Lucas meraih kedua paha Marwa, bermaksud untuk kedua kakinya agar membuka gerbang untuknya menikmati ladang gandum murni itu.
__ADS_1
"Mas kamu bangun, jangan bersimpuh begitu mas, aku malu!" kata Marwa.
"Bukalah kedua kakimu selebar mungkin Marwa! Biarkan aku memberikan kenikmatan untukmu," pinta Lucas.
Marwa pun mengikuti keinginan suaminya itu, meski dia tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Lucas terhadap ladang gandum miliknya. Perlahan tapi pasti Marwa melebarkan kedua kakinya, hingga ladang gandum itu sangat menonjol dihadapan Lucas yang semakin menatap tajam kearahnya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Lucas langsung menyambar ladang gandum murni milik Marwa itu dengan ganas dan lahap, seperti harimau yang tengah memangsa seekor kancil, rakus dan lahap.
"Ahhhhhhhh, mas! Mas Lucas oughtttttttt." rintih Marwa.
Lucas menyesap area sensitif itu dengan lahap, seperti membuat tubuh Marwa seperti tersengat aliran listrik dengan sengatan maha dahsyat. Tubuhnya roboh dan bersandar pada pintu, kedua tangannya berpegangan pada daun pintu, sementara kedua matanya terpejam merasakan kenikmatan tiada tara yang dia rasakan saat ini.
Kedua kaki Marwa semakin melebar, dia semakin ketagihan dengan apa yang dilakukan Lucas pada area sensitifnya saat ini, begitu nikmat, dan candu rasanya! Lucas semakin leluasa lagi membenamkan wajahnya pada area sensitif Marwa, menekannya, menghi sapnya dengan kuat layaknya tengah meng hisap keong tutut bumbu kuning.
"Oughttt teruskan mas!!! Ahhhh sttthhhhh mas, ohhh." Suara-suara kenikmatan nyaring terdengar dari bibir Marwa.
Mendengar Marwa begitu menikmati permainannya, Lucas semakin gencar lagi untuk membuat Marwa semakin menggila dalam penguasaannya. Kali ini kedua tangan Lucas memegangi kedua pangkal paha milik Marwa, bersiap-siap untuk memberikan area sensitif Marwa kenikmatan berlebih.
Lucas mulai menjulurkan lidahnya dan bermain-main diarea sensitif Marwa, kali ini tubuh Marwa semakin meracau tak karuan mendapatkan perlakuan dari Lucas.
"Oughttt sssthhhh mas, ahhhhhhhh emmhhh." de saham Marwa semakin nyaring.
Lucas terus memainkan lidahnya pada ladang gandum itu, meskipun sangat rimba tapi tak menghalangi Lucas untuk lihai bermain-main di ladang gandum itu. Lucas begitu menikmati area sensitif Marwa yang sejak tadi sudah banjir mengeluarkan lahar-lahar kepuasan.
__ADS_1
Puas dengan memainkan lidahnya, tak sampai disitu permainan Lucas! Dia lantas menji latinya lalu sesekali menyesapnya kuat-kuat! Satu tangan kanan Lucas mulai ikut bermain diarea sensitif Marwa. Lucas mulai terang-terangan mendekatkan jari jemari pada area sensitif Marwa.
Kedua mata Marwa yang masih merem melek, sudah tidak peduli lagi akan apa yang dilakukan Lucas selanjutnya. Baginya dia sangat menikmati semua yang dilakukan Lucas terhadapnya saat ini. Perlahan Lucas memasukkan satu jarinya kedalam sana.
"Emmhhhhah ahh, ahhhhh mas ampun mas!" teriak Marwa.
"Tenang sayang! Ini akan lebih nikmat lagi," lirih Lucas.
Lucas semakin gencar memaju mundurkan jarinya dari dalam sana, lalu tak lama wajahnya kembali menyelinap kearea sensitif Marwa guna membantu pergerakan satu jarinya. Lucas kembali menji lati area sensitif Marwa sembari jarinya terus bermain disana.
Kedua tangan Marwa terlihat semakin kewalahan menopang tubuhnya yang masih bersandar pada daun pintu, kenikmatan yang diberikan Lucas membuatnya larut dalam gai rah mengasyikkan. Marwa terlihat menggigit bibir bawahnya sendiri, menandakan betapa dia sangat menginginkan lebih.
Mencoba memberanikan diri, Marwa menekan kepala Lucas agar semakin dalam terbenam pada area sensitifnya. Wajah Lucas semakin terbenam lebih dalam lagi pada ladang gandum yang sudah banjir sebanjir-banjirnya saat ini.
Marwa terus menekan wajah Lucas agar terus bermain diarea sensitifnya. Lucas pun setuju saja dan malah semakin dibuat berga irah saat ini, dia kembali menambah satu jari lagi agar ikut bermain diarea sensitif Marwa.
Kedua jari itu kini maju mundur cantik-cantik, dari area sensitif Marwa, sambil terus dengan lidahnya yang ikut berpartisipasi Lucas tidak peduli walau mulutnya saat ini sudah kebanjiran lahar yang mengalir deras dari area sensitif Marwa.
"Mas, ahhhhhh!! Aku pengen pipis mas, emmmm mas rasanya aneh iki," lirih Marwa dengan suara de sahnya.
Lucas tau bahwa itu artinya Marwa akan segera sampai pada pencapaian pertamanya, tubuh Marwa terlihat semakin mengenjang, wajahnya mendongak keatas namun kedua tangannya semakin menekan wajah Lucas agar semakin membuatnya cepat sampai.
"Emmhhhhah mas a-aku pipis." era ngan Marwa tanda pencapaiannya.
__ADS_1
Jangan Lupa likenya ya😁🙏