
Sesampainya di dalam kamar Anderson melemparkan tubuh Ellea keatas kasur, lalu Anderson tetap berdiri melihat tubuh Ellea diatas kasurnya.
Brughhgggghhhhhhh, Ellea dilempar kekasur.
Awwww, ringis Ellea.
"Kasar banget si Anda jadi cowok!" gerutu Ellea.
"Apa kamu berharap aku akan berlemah lembut dengan wanita yang menginginkan uang ku?" sinis Anderson.
"Heuh, sudah lah aku mau pulang," kata Ellea sembari mencoba bangkit dari atas kasur.
Tiba-tiba Anderson memegangi kedua tangan Ellea dan memaksanya kembali tertidur diatas kasur, dengan wajah mereka yang bertatapan sedekat ini. Membuat jantung Anderson berdebar-debar, lain halnya dengan Ellea yang biasa saja karena Ellea sama sekali belum mencintai Anderson.
"Anda mau apa?" nada pelan Ellea.
"Aku sudah memberikan dp diawal untuk tubuhmu, tidak bisakah aku meminta bagian ku diawal juga?" tanya Anderson yang tersenyum meledek Ellea.
"Kau benar-benar pamrih Tuan Anderson," kata Ellea dengan pelan dan memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa? Toh nantinya tubuh mu akan aku kuasai juga. Kenapa sekarang tidak kita lakukan saja?" kata Anderson.
"Maksud ku, ini terlalu mendadak dan aku butuh persiapan," kesal Ellea.
"Persiapan apa? Kamu hanya tinggal menikmatinya saja, biar aku yang bekerja keras menanamnya!" ledek Anderson yang menyukai expresi gugup Ellea.
"Hah? Menanam? Menanam apa?" tanya Ellea yang sedikit bingung.
"Menanam benih! Kau wadah tempat aku menanam benih," senyum Anderson.
Dalam hati Ellea, aku belum siap untuk sekarang, aku masih perawan, bahkan suamiku Gerry saja belum pernah melakukannya. Tapi memang aku sendiri yang memintanya untuk menghamili aku, yasudah aku iyakan saja keinginannya malam ini.
"Apa kau yakin, bukankah kamu bilang punyaku seperti rudal buatan Rusia, besar dan keras? Apa kamu sanggup menahannya?" tanya Anderson.
"Tidak usah basa-basi, cepat hamili aku!" pinta Ellea.
Anderson mendekatkan bibirnya dengan bibir Ellea hingga keduanya dapat merasakan tarikan nafas masing-masing, Ellea sedikit gugup dan tidak menyangka kepera*wanannya akan dia berikan pada suami orang.
Anderson memulainya dengan membuka kancing kemeja Ellea satu persatu, sembari menatap wajah cantik isteri orang ini. Mulai dari kancing pertama, kedua dan Anderson terhenti melihat gundukan Ellea yang cukup terlihat karena kedua kancing kemeja Ellea sudah terbuka, Anderson menelan salivanya.
__ADS_1
Anderson memalingkan wajahnya, lalu bangun dari atas tubuh Ellea.
"Kenapa Anda berhenti Tuan rudal Rusia?" ledek Ellea.
"Dengar!! Aku tidak akan melakukannya saat ini, aku ingin melakukannya ketika kamu bukan isteri orang lagi. Jadi istirahat lah malam ini dikamar ku!" kata Anderson yang langsung pergi meninggalkan Ellea yang masih terdiam diatas kasur.
Anderson keluar dari dalam kamarnya dan menelpon anak buahnya yang berjaga disekitaran rumahnya.
📞"Bagaimana?" kata Anderson.
"Feeling Anda sepertinya benar Tuan. Terlihat mobil yang sama mondar-mandir disekitaran jalan sini, sepertinya sedang menunggu nona Ellea keluar dari rumah Anda," ujar anak buahnya.
"Apa Lucas sudah kembali ke negara ini?" tanya Anderson.
"Besok pagi, Lucas akan tiba di bandara. Kami akan menjemputnya Tuan," kata anak buahnya.
"Bagus! Seret berandal itu kehadapan ku. Berani sekali dia pergi begitu saja," kata Anderson.
"Baik Tuan, kalau begitu kami akan berjaga kembali sepanjang malam," kata anak buahnya.📞
__ADS_1
Lucas adalah bodyguard pribadi Anderson, mereka seumuran. Lucas orang kepercayaan Anderson yang dulu melindunginya dari berbagai macam ancaman yang kerap menghampirinya sejak Anderson masih SMP mereka sudah bersahabat baik.