Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Perusahaan dialih fungsikan


__ADS_3

Kini senapan itu sudah berdiri tegap dan mengeras, lantas berhasil digenggam oleh tangan kanan Marwa!


"Mas iki kok makin gede aja ya, aku takut mas, nanti sakit lagi!" kata Marwa dengan polosnya sambil mengelus-elus senapan milik Lucas.


Lucas yang sudah semakin terangsang dan belum sempat meminta jatah tambahan sejak jebolnya keorisinilan Marwa, makin tidak sabaran apalagi Marwa pintar sekali dalam mengelus-elus senapannya hingga membuat Lucas geli-geli sedap.


"Ini memang besar! Tapi bisa lentur kok, kamu pasti akan suka! Aku mulai ya sekarang?" tanya Lucas.


"Njeh mas, aku nurut aja! Tapi apa engga apa-apa kita nganu diruangan meeting?" tanya Marwa.


"Ga apa-apa, palingan besok pagi office boy bakalan keheranan kalau banyaknya lahar yang berceceran di meja ini," kata Lucas membuat candaan dengan Marwa.


"Ih mas, kamu nakal banget si!" kata Marwa tersenyum malu.


"Ahhhh," Lucas men de sah seraya tangan Marwa semakin cepat mengelus-elus senapannya.


"Mas, pelan-pelan ya mas!" pinta Marwa.


Lucas pun tak menggubris perkataan Marwa, dirinya yang sudah diselimuti oleh bira hi sangat tinggi! Sudah tidak tahan lagi menahannya, Lucas segera melucuti rok hitam mini yang dikenakan oleh Marwa beserta bagian terakhir yang melindungi bagian inti dari Marwa, Lucas lantas mengarahkan senapannya ke ladang gandum kesukaannya itu.


Jlebbbbb..


"Aaaaaaaaahhh." Marwa berteriak dan mele nguh saat benda besar itu untuk kedua kalinya menghantam ladang gandum miliknya.


"Tahan sayang! Ahh," de sah Lucas, dengan sekali hentakan keras Lucas berhasil mendorong masuk senapan itu kedalam ladang gandum milik Marwa.


"Awwww, sakitttt, stthhhh mas kamu bohong, katane enak! Ini malah sakit," rengek Marwa sambil memukul-mukul bahu Lucas.


Tapi Lucas justru tersenyum puas dan semakin ber naf si melihat raut wajah Marwa yang kesakitan begitu.


"Ahhhhhhh, masih sangat sempit sekali punyamu Marwa," kata Lucas.

__ADS_1


"Oughtttty,,,, pelan mas, pelan!" teriak Marwa.


Lucas sama sekali tidak mau mendengar Marwa, dia terus menghentakkan benda keras itu kearea sensitif Marwa hingga Marwa terus berteriak kencang.


Seisi ruangan meeting itu kini gaduh oleh lengu han-lengu Han Marwa dan Lucas yang tengah menikmati indahnya surga dunia. Lucas memacu senapannya bergerak maju mundur dengan cepat, sementara Marwa terlihat sudah mulai bisa rilex.


Lucas menurunkan tubuh Marwa dari atas meja, lalu menyuruhnya berbalik badan. Kini posisi Marwa membelakangi Lucas, dengan arahan Lucas tubuh Marwa diminta agak membungkuk sedikit, setelah posisi Marwa sudah sesuai dengan keinginan Lucas, tangan kanan Lucas kembali meraih senapannya lalu mengarahkan kembali pada ladang gandum milik Marwa dari pintu belakang namun tetap tembus kedepan.


"Ahhhhh, stttthhhhhhh," de saham Marwa ketika senapan itu kembali melesat.


Kedua tangan Lucas meraih kedua daging ken yal yang menggantung sejak tadi, sambil terus memompa Marwa hingga daging ken yal itu mengikuti alunan maju mundur yang tercipta oleh gerakan pinggul Lucas.


"Ahhhh Marwa ini membuatku terhimpit! Oughhhtttttt kamu membuatku tak tahan sayang!" era ngan Lucas terus semakin menggila.


"Emmm mas, ohhhhh! Mas emmahhh," de sahan Marwa.


Lucas menge cup punggung Marwa sambil gerakan pinggulnya tetap maju mundur membuat keduanya merasa melayang di awang-awang.


Lucas kembali mengarahkan senapannya pada ladang gandum Marwa, dan senapan itu melesat sempurna di dalam sana. Lucas semakin gencar untuk membuat Marwa puas dalam penguasaannya.


"Ahhh mas! Enak mas, terus mas ahhhh," Marwa semakin meracau hebat ketika Lucas terus memborbardir ladang gandumnya tanpa ampun.


Saat Lucas masih ingin bermain santai! Apalaha daya, senapannya sudah melemah dan ingin segera memuntahkan lahar putih itu sesegera mungkin.


"Aku ingin sampai sekarang!! Ahhhhh aku tidak tahan!" era ngan Lucas nyaring terdengar.


Akhirnya Lucas mencapai puncak pelapasannya, hingga lahar putih itu tumpah ruah dan menetes pada lantai yang mereka pijak. Lucas pun menge cup kening Marwa dan tersenyum puas pada Marwa.


"Terimakasih, aku sangat senang malam ini," ujar Lucas.


"Njeh mas, aku ikut senang kalau mas Lucas senang," kata Marwa.

__ADS_1


Lucas pun membantu Marwa merapihkan pakaianya, setelah pakaian Marwa sudah rapih! Barulah Lucas kembali mengambil jaket dan kaos miliknya yang sejak tadi dipakai menutupi cctv.


Lucas dan Marwa keluar dari ruangan meeting yang menjadi tempat pembuangan calon-calin junior Lucas. Mereka turun ke lantai dasar dan sampai di lobby. Di sana para security yang tadi sempat heboh dengan adegan cctv Lucas dan Marwa langsung tertunduk ketika melihat Lucas dan Marwa yang rambutnya acak-acakan.


Para security terlihat berusaha keras menahan tawanya, Lucas yang paham para security itu pasti sudah melihat sedikit adegan extream dirinya dan Marwa langsung menghampiri mereka.


"Aku tidak membayar kalian untuk menonton adegan de wa sa seperti tadi! Jadi anggap tidak terjadi apa-apa, mengerti!" kata Lucas.


"Siap, mengerti Pak!" serempak.


"Oke! Saya pulang dulu, dan hapus rekaman cctv satu jam terakhir! Terutama saat keluar dari lift!" kata Lucas.


Security pun mengangguk dan memastikan akan segera menghapus cuplikan adegan yang sedikit mengganggu itu. Lucas dan Marwa menuju ke mobil, di sana supir sudah menunggu di depan mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Lucas dan Marwa.


Keduanya pulang kembali ke rumah Anderson. Sesampainya di rumah! Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, di sana Ellea dan Anderson masih terjaga dan menunggu Lucas dan Marwa di ruangan utama.


Begitu Lucas dan Marwa masuk ke dalam rumah, Anderson dan Ellea sudah memberikan tatapan tajam bercampur rasa penasaran bersiap melakukan sidang pada keduanya.


"Kenapa baru sampai jam segini?" tanya Anderson.


"Am, itu, aku mengecek ulang untuk memastikan benar itu hanya alarm error'!" kata Lucas dengan gugup.


"Dengan rambut kalian yang acak-acakan begitu?" tanya Ellea menyindir halus.


"Oh, ini angin mba! Tadi di mobil ndak pake AC soale aku mabok mba kalau pake AC," kata Marwa.


Anderson dan Ellea pun hanya tersenyum saja berpura-pura percaya!


Padahal Anderson sudah sejak pukul sembilan malam mendapatkan telepon dari security bahwa urusan alarm kebakaran itu bunyi akibat error'! Security pun sempat memberikan kabar bahwa Lucas dan Marwa beradegan aweu-aweu saat keluar dari lift. Anderson pun hanya tertawa mendengar cerita dari security perusahaannya.


"Dasar bocah asem! Perusahaanku dialih fungsikan olehnya jadi hotel untuk one night stand." Kata Anderson dalam hatinya.

__ADS_1


"Kalau begitu kami masuk kamar dulu!" kata Lucas tak ingin berlama-lama lagi disidang oleh Anderson dan Ellea.


__ADS_2