Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Program


__ADS_3

Keesokan harinya Ellea dan Aiden ikut ke rumah sakit untuk mendampingi Lucas dan Marwa dalam melakukan proses bayi tabung, sementara Anderson pergi ke kantor untuk mengambil alih seluruh pekerjaan Lucas hari ini.


Marwa terlihat mondar-mandir menunggu Lucas di ruang keluarga! Tak lama Ellea dan Aiden yang sudah berpakaian rapih, menghampiri Marwa.


"Wa, jangan mondar-mandir gitu! Pusing tau liatnya," kata Ellea.


"Molning onty! Hali ini, Ai mau nemenin onty ke lumah sakit," kata Aiden.


"Iya mba, aku ra isi tenang iki, galau sampe aku wis buang air kencing sampai lima kali pagi iki, morning prince onty seneng banget ditemenin sama prince," kata Marwa.


"No, aku bukan plince onty, aku tapten Amelika," kata Aiden.


"Ya ga apa-apa dong dipanggil prince juga, kan sama kerennya kaya kapten Amerika," kata Ellea.


"Oh ya mim sama kelennya?" tanya Aiden.


"Iya sayang, Lucas belum siap juga apa Wa?" tanya Ellea.


"Tau nih mba Lea! Jare mas Lucas dia ragu, makanya tadi mandi juga dia males-malesan," kata Marwa.


"Ya tetep harus dicoba dulu biar tau hasilnya! Kamu telepon gih, suruh cepet ke ruang keluarga gitu," kata Ellea.


"Iya mba," kata Marwa.


Belum sempat Marwa menelpon, Lucas sudah datang dengan berpakaian rapih. Namun jelas sekali wajahnya terlihat sedikit takut, bila program bayi tabung ini akan gagal.


"Mas, ayo wis siang iki," kata Marwa.


"Iya, iya! Loh Ai ikut?" tanya Lucas.


"Iya kata Mima Ai Sukuh ikut, nanti Ai beliin spidelman sama Om Ucas!" kata Aiden.


"Pinter amat, biar dibeliin Spiderman jadi Ai baik-baikin Om ya?" tanya Lucas.


Aiden pun tertawa ringan, tak ingin terlambat karena sudah membuat janji dengan Dokter khusus yang menangani untuk program bayi tabung tersebut. Akhirnya Lucas, Marwa, Ellea dan Aiden masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh supir pribadi Lucas.

__ADS_1


Harapan kali ini benar-benar besar bagi Marwa dan Lucas! Pasalnya bukan hal mudah memberanikan diri untuk melakukan proses ini, selain merogok kocek yang lumayan mahal, prosesnya pun banyak tahapannya dan pastinya lumayan akan ada rasa sakit pada si wanita.


Sesampainya di rumah sakit, mereka segera menuju ke ruangan praktek Dokter ahli tersebut. Ellea dan Aiden menunggu didepan ruangan, sementara Lucas dan Marwa masuk bertemu Dokter.


Dokter menjelaskan bahwa tahapan dihari pertama ini, yaitu memberikan suntikan hormon bagi wanita untuk membantu memproduksi sel-sel telur sekaligus dan yang pasi berkualitas, selain itu Marwa juga akan diberikan obat-obatan untuk mematangkan sel-sel telur.


Marwa pun menjalani prosesnya sesuai dengan arahan Dokter. Hingga hari-hari berikutnya, Marwa bahkan harus rutin meminum obat-obatan agar membantu proses ovulasi atau terlepasnya sel telur.


Begitu juga dengan Lucas yang harus diambil cairannya agar bisa disatukan dengan sel telur didalam tabung khusus. Keduanya sabar dan semakin semangat menjalani step by stepnya karena walaupun banyak rangkaian prosesnya tapi jika sudah dijalani terasa mudah.


Semakin dekat dengan proses akhir! Hari terakhir proses program bayi tabung ini, Anderson Bude Asih pun turut menemani, dimana akan ditanamkannya embrio yang tadinya berada ditabung khusus, kini dengan menggunakan alat kedokteran embrio itu akan segera ditanam pada rahim Marwa.


Proses inilah yang menjadi penentu apakah embrio itu dapat bertahan dan berkembang didalam rahim Marwa atau luruh tak bisa menempel didinding rahim Marwa. Dokter meminta Marwa agar mengecek menggunakan tespek dua Minggu setelah embrio ditanam dirahimnya.


Hari berganti hari, Marwa dan Lucas tengah menunggu masa dua Minggu proses terakhir dari program ini. Ellea dan Anderson sampai stres sendiri melihat setiap hari Lucas dan Marwa memasang wajah harap-harap cemas.


Hingga saat makan malam di dua Minggu terakhir ini pun tiba.


"Marwa, besok kamu udah harus tespek kan nak?" tanya Bude Asih.


"Iya Ibu doa'kan! Mudah-mudahan usaha keras kalian dilihat karo Gusti Allah, jadi dimudahkan dan dikabulkan," kata Bude Asih.


"Iya yang terpenting sekarang kamu makan yang bergizi Wa, biar sehat-sehat," kata Anderson.


"Njeh mas, jadine aku ora olih makan daging ya?" tanya Marwa.


"Nih kamu makan ini aja," kata Ellea, lalu menaruh daun selada, kol, dan timun dipiring Marwa.


"Ih mba Lea! Dikirane aku kambing apa, moso aku makanne dedaunan Kabeh," kata Marwa.


Akhirnya suasana di meja makan tak lagi tegang, semuanya sudah bisa tersenyum dan tertawa tak lagi stres dengan hasilnya besok pagi. Bude Asih pun memikirkan kemungkinan terburuknya yang bisa saja gagal.


"Nah iki misal, ya misal loh bukannya Ibu nakut-nakutin kalian ya! Kalau program bayi tabung iki gagal, pie?" tanya Bude Asih.


Marwa pun menengok kearah Lucas, begitu juga Lucas yang menengok kearah Marwa, keduanya sejenak berpikir.

__ADS_1


"Sepertinya jika proses ini gagal! Lucas akan ikuti saran Ibu untuk mengadopsi anak dari panti asuhan, yah bukan hanya untuk pancingan tapi ingin menganggapnya seperti anak sendiri!" kata Lucas.


"Kalo aku ikut keputusan mas Lucas wae, tapi apapun takdir yang sudah Gusti Allah berikan Marwa ikhlas jalaninya," kata Marwa.


Lucas pun mencoba menguatkan Marwa dengan mengusap-ngusap kepalanya, dan tersenyum manis pada Marwa.


"Tapi sebaiknya kalian benar-benar pikirkan baik-baik karena mengadopsi anak itu perlu hati yang lapang, dimana anak yang tidak ada sama sekali ikatan darah dengan kita! Harus kita jaga, dan sayangi layaknya anak kandung sendiri," kata Anderson.


"Iya Marwa, mba harap kamu jangan terburu-buru ambil keputusan nanti! Tapi ya syukur-sykur besok hasilnya positif," kata Ellea.


"Iya mba amin," kata Marwa.


Setelah makan malam selesai, semuanya pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat, saat tengah malam! Lucas dan Marwa bahkan tidak bisa menghasilkan kekhawatiran hasil tespeknya besok pagi, keduanya masih terjaga dan saling berpelukan namun tidak memejamkan mata.


"Sayang, kamu harus tidur! Ini udah malem banget loh," kata Lucas.


"Lalu mas Lucas sendiri, kenapa ndak tidur?" tanya Marwa.


"Emm, ini aku mau tidur! Ayo pejamkan mata kamu, besok pasti hasilnya positif," kata Lucas.


Marwa dan Lucas pun mencoba memejamkan kedua mata mereka, hingga keduanya bisa tidur nyenyak. Keesokan harinya, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, pagi-pagi sekali Marwa dan Lucas sudah bangun untuk melakukan tes kehamilan.


"Mas, kamu mau ikut Ndak ke kamar mandi?" tanya Marwa.


"Ah, aku ikut ke kamar mandi? Ngeliat kamu pipis gitu maksudnya?" tanya Lucas yang memperjelas sekaligus menggoda Marwa.


"Ih kamu mas, masih sempat-sempatnya godain! Iki aku lagi ketakutan seperempat mati loh," kata Marwa.


"Sejak kapan ada seperempat mati? Biasanya ketakutan setengah mati," kata Lucas.


"Yo sejak barusan, ya wis kalo ndak mau ikut kedalam! Aku tes sendirian ya mas," kata Marwa.


"Em, aku ikut aja," kata Lucas.


Akhirnya Lucas ikut ke dalam kamar mandi bersama Marwa untuk melakukan tes kehamilan.

__ADS_1


__ADS_2