
Dalam hati Lucas mimpi apa dia semalam, sampai-sampai harus melihat benda begituan milik nenek lampir terpampang nyata dihadapannya. Gea yang sama sekali tidak merasakan sesuatu yang mencurigakan di dalam kamarnya! Cuek saja ber te lanjang dan membiarkan pakaian da lam berceceran dilantai.
Gea pun masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
"Astaga itu cewek jorok banget si! Bukanya langsung ambil tuh benda keramat bawa ke tempat cucian kotor, malah dibiarin dilantai begitu." Kata Lucas di dalam hatinya.
Gea yang baru saja selesai mandi langsung merebahkan dirinya diatas ranjang! Setelah menunggu beberapa menit sepertinya Gea sudah tertidur pulas. Perlahan, Lucas keluar dari tempat persembunyiannya.
Tak ingin berlama-lama lagi didalam kamar Gea, Lucas segera mengambil handphone milik Gea yang tergeletak di samping tangan Gea! Lucas perlahan menggerakkan jari jempol Gea menuju layar handphonenya, dan akhirnya usaha Lucas tidak sia-sia. Dia pun berhasil membuka kunci handphone milik Gea.
Lucas memeriksa semua chatt, panggilan masuk, panggilan keluar, galeri dan lain-lain. Tapi nihil, tak ada apapun di dalam handphone Gea. Pikiran Lucas kali ini mengarah pada Gea memiliki handphone lain pasti di kamar ini.
Lucas berjalan perlahan untuk mencari dimana handphone lain milik Gea itu. Di laci dan meja riasnya tidak ada, kedua mata Lucas mengarah pada buku-buku yang tertata rapih di raknya. Lucas berjalan menuju buku-buku itu, dari sebanyak bulu di rak itu disini mata tajam Lucas harus bisa peka mencari perbedaan diantara buku-buku itu. Tidak mungkin jika Lucas memeriksa semua buku-buku itu bisa-bisa Gea keburu bangun.
Dengan sabar, Lucas mengamati buku-buku di rak itu, sepintas hampir sama semua tidak ada yang berbeda, namun kecurigaan Lucas mengarah pada sayu buku yang dinilai berbeda bentuk dengan buku-buku lainya yang terletak di dua tingkat rak buku tersebut.
Lucas pun mengambil buku tersebut dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara sedikitpun. Begitu buku itu dibuka, alangkah kagetnya Lucas, bukan lembaran kertas yang terbungkus oleh cover buku itu! Melainkan tempat penyimpanan handphone rahasia milik Gea.
Lucas tersenyum, karena selicik-liciknya Gea, Lucas lebih pintar darinya. Setelah mendapatkan handphone cadangan Gea, Lucas perlahan melangkah keluar kamar Gea, menutup pintu dengan kehati-hatian dan pelan.
__ADS_1
Saat Lucas selesai menutup pintu kamar Gea dan dia pun berbalik, betapa terkejutnya Lucas, dirinya ditodong oleh wajah seorang gadis yang saat ini menatapnya penuh curiga.
"Dasar mes um koe," kata Marwa sembari melotot pada Lucas menyangka Lucas habis mengintip Gea dari dalam kamarnya.
Sontak Lucas langsung menutup mulut Marwa dengan tangannya, dan membawa Marwa menjauh dari kamar Gea.
"Em, eummmmm." Suara Marwa saat mulutnya ditutup oleh Lucas.
"Jangan bicara apapun! Anggap kamu tidak melihat apapun tadi!" kata Lucas.
Marwa pun mengangguk agar Lucas melepaskan tangan yang membungkam mulutnya itu. Namun siapa sangka Marwa justru berteriak sesaat setelah Lucas melepaskan tangannya.
"Tolong,, ada cowok mesum di sini!" teriak Marwa.
Kedua tangan Marwa memegangi kedua tangan Lucas saat ini, sehingga mustahil bagi Lucas untuk kembali membungkam mulut Marwa dengan tangannya! Tak hilang akal, Lucas justru mendorong tubuh Marwa menggunakan tubuhnya hingga mementok tembok. Dan dengan cepat Lucas menci um bibir Marwa.
Seketika itu juga kedua mata Marwa melotot tidak percaya dengan ciu man pertamanya akan terjadi secepat ini. Kedua tangan Marwa mulai melemah dan melepaskan kedua tangan Lucas, entah kenapa Marwa tidak berontak menerima ciu man mendadak dari Lucas. Perlahan kedua mata Marwa terpejam seakan menikmati ciu man Lucas terhadapnya.
Tangan kanan Lucas, memegangi pinggang Marwa sementara satu tangannya lagi memegang tengkuk leher Marwa agar semakin mendekat. Mereka berdua beradu mulut, Lucas melu mat bibir bagian bawah Marwa, lalu bergantian melu mar bibir bagian atas Marwa! Marwa seketika melingkarkan kedua tangannya dileher Lucas.
__ADS_1
Hati Marwa mencoba menyadarkannya agar tidak menerima ini semua namun naluri dan has ratnya berkata teruskan dan nikmati sajalah. Lucas semakin percaya diri untuk melanjutkan aksinya, dia lantas menjulurkan lidahnya menyelusup ke rongga mulut Marwa sembari sesekali meng hisapnya.
Untuk beberapa saat Marwa kesulitan bernafas, Lucas memberikannya sedikit ruang untuk bisa menghirup oksigen dengan melepaskan lidahnya dari rongga mulut Marwa, namun bibirnya tetap memagut bibir Marwa.
"Sial! Kenapa bibir gadis ini sangat manis, jauh berbeda dengan bibir kebanyakan wanita yang sudah aku cicipi. Aku benar-benar menikmati ini, aku tidak mau mengakhirinya begitu saja." Kata Lucas dalam hatinya.
Lucas semakin tersulut bira hi menggebu-gebu terhadap gadis belia berusia 15 tahun ini. Kedua tangannya kini perlahan meraba-raba tubuh Marwa hingga akhirnya mendarat dikedua gunung kembar Marwa. Meskipun tidak terlalu besar namun sangat padat berisi.
Sambil terus melu mat bibir Marwa, kedua tangan Lucas mere mas gunung kembar itu dengan kencang.
"Em, stthhhh," Marwa mendesis.
Lucas semakin bernaf su pada Marwa saat ini. Tak puas dengan hanya merasakan gunung kembar itu dari balik pakaian yang dikenakan Marwa! Lucas mengangkat pakaian Marwa hingga sampai keatas da Danya, kedua tangan Lucas langsung menyelusup kedalam B R A milik Marwa.
Untuk pertama kalinya Marwa merasakan tubuhnya bergetar hebat karena sentuhan tangan Lucas digunung kembarnya, Lucas memainkan bagian yang berada ditengah-tengah gunung kembar itu sambil terus melu mat bibir Marwa.
Marwa yang sadar perlakuan Lucas sudah mulai melampaui batas, dia akhirnya berontak dan melepaskan ciu manya, lalu menurunkan kedua tangan Lucas yang sedang asyik-asyiknya memainkan bola-bola kecil di sana.
Marwa segera berlari meninggalkan Lucas dengan perasaan campur aduk. Rasanya enak tapi takut, itulah yang dirasakan Marwa. Sementara Lucas masih berdiam diri di sana, tak percaya dia bisa melakukan itu pada gadis belia seusia Marwa.
__ADS_1
"Lucas! Kata engga ada wanita dewasa aja, kenapa juga aku harus melakukan itu pada Marwa. Dia masih kecil dan sangat polos." Kata Lucas berbicara sendiri menyesali perbuatannya pada Marwa.
Sementara itu junior milik Lucas malah masih terus berdiri tegak dibawah sana, meminta bagian karena sudah lama tidak mendapatkannya. Lucas sebenarnya sering berganti-ganti wanita dan melakukan hubungan se x dengan berbagai macam wanita namun itu hanya sekedar naf si saja tanpa didasari oleh perasaan apapun.