
Lucas dan Anderson pun tiba di rumah sakit! Mereka segera mencari Anderson, begitu sampai didepan ruangan operasi, terlihat Anderson dengan wajah panik dan kedua mata yang sudah berbinar-binar memikirkan nasib Ellea dan juga bayi dalam kandungannya.
"Gimana, apa Dokternya belum kasih kabar sama sekali?" tanya Lucas.
"Belum! Thanks udah dateng, aku kasihan dengan Ellea! Dia berjuang sendirian di dalam sana, sementara aku tidak bisa berbuat apa-apa di sini," lirih Anderson.
"Tenang, semua pasti akan baik-baik saja! Ini rumah sakit terbaik, mereka pasti bisa menangani ini," kata Lucas.
"Mas Anderson harus yakin ya mas! Mba Ellea tuh wanita kuat loh!" kata Marwa yang coba menenangkan Anderson.
"Kalian sendiri gimana? Kalau tidak betah dengan rumah baru kalian, sebaiknya tinggal kembali bersama aku dan Ellea!" tanya Anderson.
Mendengar Anderson menanyakan hal itu, Marwa langsung melirik kearah Lucas! Namun Lucas tidak sama sekali menengok kearah Marwa. Boro-boro betah, keduanya bahkan tak jarang seharian tidak saling sapa. Marwa yang sudah sibuk dengan sekolah dan teman-teman barunya! Sementara Lucas, lebih menyendiri dan menghabiskan waktunya untuk bekerja.
"Lucas! Kenapa nih, kok pada diem?" tanya Anderson.
"Betah ko!" kata Lucas, seolah tak mau orang lain tau keadaan rumah tangganya yang sebenarnya.
Tak lama terdengar suara tangisan bayi yang membuat Anderson, Lucas dan Marwa tercengang dibuatnya! Tangisan bayi membuat semua orang merasa lega, itu berarti Ellea telah berhasil melahirkan calon pewaris Anderson group yang sudah sejak lama dinantikan oleh semua orang.
Senyum sumringah terpancar dari bibir Anderson! Tak lama Dokter mempersilahkan Anderson untuk masuk ke dalam ruangan, melihat bayinya! Bukannya menggendong bayinya, Anderson justru langsung menghampiri Ellea yang kini masih belum sadarkan diri akibat pengaruh obat bius. Anderson memeluknya! Menci um dahi Ellea, pipi Ellea lalu menangis sesenggukan..
Hikkkkzz, hikzzz, hikzzzz.
Tak lupa Anderson membisikan kata "terimakasih" ditelinga Ellea. Suster yang berada dalam ruangan tersebut pun sontak terharu betapa Anderson sangat menyayangi Ellea. Barulah setelah Anderson mengungkapkan rasa sayangnya pada Ellea, Anderson menghampiri bayi mungil yang sejak tadi digendong oleh Dokter.
"Selamat ya pak! Bayinya lahir dengan selamat dan sempurna, jagoan lagi," kata Dokter sembari memperlihatkan bayi laki-laki tampan itu pada Anderson.
Setelah bayinya diadzani oleh Anderson! Mereka membawa terlebih dahulu bayi ke sebuah ruangan khusus bayi yang baru lahir! Sementara Ellea, dipindahkan ke ruang perawatan! Didampingi oleh Lucas dan Marwa, Anderson akhirnya melewati detik-detik mendebarkan dalam hidupnya.
Beberapa saat kemudian Ellea membuka kedua matanya! Dilihatnya disekelilingnya, Anderson tengah memegangi tangannya, dan ada Lucas dan Marwa yang menatap kearahnya. Ellea pun tersenyum!
"Hei sayang! Kamu udah siuman, apa masih sakit?" tanya Anderson.
__ADS_1
"Kalian ada di sini! Masih sakit si, tapi engga apa-apa kok. Mana bayi kita?" tanya Ellea.
"Nanti yah! Lagi dibawa dulu sama suster," kata Anderson.
"Mba Lea! Selamat yo, sekarang Mba Lea sudah resmi dan bersertifikat menjadi seorang mahmud alias mama muda!" kata Marwa.
"Makasih ya Marwa, Lucas! Udah mau Dateng ke sini. Kalian berdua aman kan tinggal di rumah baru?" tanya Ellea.
"Oh iya aman!" kata Marwa sambil gugup.
Sementara Lucas hanya berdiam diri sejak tadi. Tak lama kemudian seorang suster datang membawakan bayi Anderson dan Ellea. Ellea langsung antusias untuk menyu suinya, Lucas pun langsung menjauh dan memalingkan wajahnya.
"Elah mba! Itu su sune maen dibuka wae, isin aku liatinnya!" kata Marwa.
"Loh Marwa, nanti juga kalau kamu punya bayi, kamu bakalan engga kenal tempat buat ngeluarin su su kamu itu," ledek Ellea.
Anderson dan Ellea pun tersenyum geli melihat expresi Marwa yang terheran-heran saat ini. Marwa pun melirik kearah bagian da danya, yang sudah melakukan hal yang saat ini dilakukan oleh bayinya Ellea adalah Lucas.
Anderson dan Ellea secara bergantian menggendong bayi tampan mereka. Keduanya sangat bahagia dan sudah mengajak ngobrol bayi mereka, sesekali bayi itu terlihat tersenyum meski kedua matanya masih sedikit sekali terbuka, masih silau terhadap cahaya di dunia ini.
Lucas dan Marwa pun pamit untuk pulang terlebih dahulu! Besok baru mereka akan kembali lagi ke sini. Di dalam perjalanan, Marwa masih saja memegangi bagian da danya, sementara Lucas fokus menyetir.
"Mas besok kamu berangkat ke kantor?" tanya Marwa.
"Hmm," kata Lucas.
"Aku engga masuk sekolah dulu ya mas! Aku pengen nemenin mba Lea sama bayinya," kata Marwa.
"Ya sudah!" kata Lucas.
Sesampainya di kediaman mereka! Lucas dan Marwa pun turun dari mobil, Marwa masih saja linu membayangkan seorang bayi akan meng hisap payu daranya, saat Lucas melakukannya saja Marwa sungguh bergidik geli. Lucas yang sadar sejak tadi Marwa memegangi gunung kembarnya, sontak menghentikan langkah kakinya.
"Ngapain?" tanya Lucas.
__ADS_1
"Hah? Apa?" timpal Marwa.
"Itu, ngapain dipegangin terus?" tanya Lucas.
Marwa pun segera melepaskan tangannya dari kedua gunung kembar miliknya.
"Em anu loh mas, ko aku linu yo! Nanti bayi bakalan kaya gitu ke aku, kaya yang mba Ellea lakuin tadi ngasih asi sama bayinya," kata Marwa.
"Linu? Bukannya kamu sudah pernah merasakan itu, saat aku," kata Lucas, tak meneruskan lagi perkataannya.
"Iya makanya aku bisa tau rasane ngilu!" kata Marwa.
"Kalau terbiasa ya engga linu!" kata Lucas sembari melanjutkan langkah kakinya.
Marwa pun bertanya-tanya dalam hatinya, apa iya jika terbiasa maka tidak akan linu lagi. Lucas pun berbelok menuju kamarnya, sementara Marwa lurus terus menuju kamarnya. Pelayan di sini sampai terheran-heran dengan Marwa dan Lucas, mereka sudah menikah beberapa bulan namun masih terlihat seperti orang asing satu sama lain, apalagi mereka pun tidak pernah satu kamar.
Saat jam makan malam, Marwa selalu makan malam sendiri sementara Lucas akan datang ke meja makan ketika Marwa sudah selesai makan malam. Meski Marwa selalu menunggu Lucas hingga beberapa lama, tapi Lucas tidak pernah mau ke meja makan jika masih ada Marwa.
"Ini sudah beberapa bulan sejak tragedi penolakan itu! Mas Lucas ndak pernah lagi mau makan malam bersamaku! Kira-kira mas Lucas lagi apa ya? Wis lah aku intip wae," kata Marwa.
Marwa pun mengendap-endap ke kamar Lucas, saat sudah di depan pintu kamarnya! Marwa mendengar Lucas tengah mengobrol dengan suara seorang wanita dari handphonenya! Seketika Marwa langsung tidak terima, lalu langsung membuka pintu kamar Lucas.
Lucas menengok, sementara Marwa menghampirinya dengan wajah cemberut.
"Itu siapa jeh mas? Kamu video call sama wanita lain? Kamu selingkuh?" tanya Marwa.
Lucas pun menunjukkan wajah Marwa pada orang dalam video call tersebut. Wanita yang tengah video call dengan Lucas, adalah teman dekat Lucas yang sedang melangsungkan pernikahan saat ini, disampingnya juga terdapat mempelai laki-lakinya. Lucas menelpon karena tidak bisa hadir, acaranya berbarengan dengan Ellea melahirkan.
"Itu isterimu Lucas?" tanya wanita tersebut.
"Iya! Nanti kapan-kapan kita meet up bareng, sama Ellea dan Anderson juga," kata Lucas.
"Oke! Oke! See you," kata wanita itu, lalu mematikan video call itu.
__ADS_1