
Ellea tersenyum dan merasa semangatnya bangkit kembali setelah melihat nama dari panggilan telepon itu, Ellea kemudian segera turun dari pijakan jembatan itu lalu berlari menuju suatu tempat.
Saat ini Ellea merasa harapannya kembali muncul, seseorang yang mungkin bisa mengubah takdir hidup Ellea.
Sampailah Ellea disuatu rumah mewah yang entahlah padahal hanya satu kali Ellea pernah kesini tapi Ellea bisa mengingat alamatnya hingga saat ini, Ellea bergegas menekan bel gerbang depan namun tidak ada yang membukakan gerbang depan itu.
Ellea celingak-celinguk lalu melihat sepinya kompleks disini mungkin karena sedang hujan deras, tanpa pikir panjang Ellea memanjat gerbang rumah mewah itu layaknya seekor kera dengan mahir Ellea berhasil melompati pagar itu.
Ellea langsung berlari dari halaman rumah yang luas itu menuju pintu utama rumah itu.
"Sebenarnya kenapa dia membuat halaman rumah seluas ini? Kalau aku yang memiliki halaman rumah seluas ini sudah aku tanami sayuran dan buah-buahan." Kata Ellea berbicara sendiri.
Ellea segera menekan bel disamping pintu, tak lama seorang pelayan datang membukakan pintu.
Klakkkkkkk,,,, pintu terbuka.
"Nona, Anda yang waktu itu pingsan kan?" tanya pelayan itu.
"Ahh iya kamu masih ingat rupanya," kata Ellea.
"Iya tentu saja saya ingat, bagaimana bisa saya lupa dengan wanita cantik yang memakan seluruh makanan dengan secepat kilat," pelayan bicara pelan.
"Apa si kutu kupret ada di rumah?" tanya Ellea.
"Kutu kupret, siapa itu Nona?" tanya pelayan.
"Upss, astaga keceplosan lagi! Maksud saya Pak Anderson," kata Ellea sambil menggigil.
"Iya ada, silahkan masuk dan tunggu di ruang tamu. Saya akan panggilkan Tuan Anderson," kata pelayan itu.
Ellea sudah menggigil dan bibirnya mulai membiru karena sudah sangat kedinginan, masuk ke rumah mewah ini yang full AC membuat Ellea serasa berada dikutub utara.
Tak lama Anderson muncul dengan memakai pakaian tidurnya.
"Kamu!" kata Anderson.
"Em, iya saya Pak. Saya mau minta maaf karena tadi saya tidak masuk kerja," kata Ellea.
Anderson melihat Ellea yang basah kuyup serta bibir yang sudah membiru dan menggigil.
__ADS_1
"Pelayan!" teriak Anderson.
Sekitar delapan pelayan berjejer dibelakang Anderson saat ini.
"Cepat urus tikus kecebur got ini! Jangan sampai dia terkena flu karena basah kuyup seperti itu!" perintah Anderson.
"Baik Tuan!" pelayan serempak menghampiri Ellea yang masih bengong memikirkan tikus kecebur got itu apa atau siapa?
Para pelayan membawa Ellea ke salah satu kamar dan membantunya memakaikan pakaian milik Gea isteri Anderson, karena pakaian Ellea sudah basah kuyup.
Ellea kemudian diberikan beberapa hidangan hangat untuk menghangatkan tubuhnya di meja makan, seperti biasa Ella melahap habis makanan dan minuman hangat itu.
"Ahhhhhh,,,, mantap," kata Ellea sambil tersenyum.
Anderson yang berada didepan Ellea duduk berhadapan namun terhalang meja makan yang super panjang, melihat tikus kecebur got itu makan dengan lahap membuat Anderson menggelengkan kepalanya kenapa wanita secantik ini hidupnya miris sekali.
"Jadi, apa yang membawa kamu kesini? Apa kamu tidak tau malu?" tanya Anderson.
"Iya anggaplah saya tidak tau malu. Tapi Pak, bisakah Anda meminjamkan uang untuk saya. Saya mohon!" rengek Ellea.
"Atas dasar apa saya harus meminjamkan uang pada kamu?" tanya Anderson.
"Bekerja dengan rajin? Bagaimana bisa aku percaya kamu bisa bekerja dengan rajin, sementara kamu tadi bolos kerja dan kemarinnya lagi kamu kabur dari kantor siang hari," tegas Anderson.
"Saya mohon Pak. Saya tidak bisa membiarkan orang tua saya kehilangan rumah mereka," tangis Ellea seketika pecah kala mengingat nasib kedua orangtuanya itu.
"Kamu sudah menikah, mintalah bantuan pada suami kamu itu! Bukan Kepada ku," kata Anderson.
"Saya akan segera bercerai Pak. Jadi dia tidak akan pernah membantu saya, hanya Pak Anderson satu-satunya harapan saya sekarang" kata Ellea.
"Apa? Kamu akan bercerai?" tanya Anderson dengan kaget namun sekaligus hatinya merasa senang sebenarnya mendengar Ellea akan bercerai.
"Iya Pak. Karena itu saya mohon Anda bantu saya. Cuma Anda yang bisa membantu saya," kata Ellea.
"Baik saya akan memberikan uang itu sama kamu," kata Anderson.
"Apa benar itu?" tanya Ellea kembali memastikan.
"Iya, tapi ada syaratnya," kata Anderson.
__ADS_1
"Syarat? Apa syaratnya?" tanya Ellea.
"Jadilah isteri kedua ku!" kata Anderson.
"Apa? Anda pikir saya wanita macam apa? Ternyata semua laki-laki itu sama saja, kalian memang tidak punya hati!" kecam Ellea yang langsung bangkit dari kursi lalu pergi meninggalkan Anderson.
Anderson sedikit menyesal karena terburu-buru meminta Ellea untuk menjadi isteri keduanya, tak lama Ellea kembali berbalik arah dan menendang kaki sebelah kanan Anderson.
Dugggg...
Awwww,, rengek Anderson.
"Saya tidak akan pernah menjadi isteri kedua Anda, dan mulai sekarang saya berhenti bekerja sebagai sekertaris Anda. Anda tidak punya hati dan perasaan, yang ada dalam pikiran laki-laki seperti Anda itu tidak lebih dari alat kelamin dan ************ saja!!! Sana cari saja psk untuk memuaskan kelamin Anda yang super besar dan keras itu jadi Anda tidak perlu repot-repot menjadikannya isteri kedua Anda!" tanpa mengerem Ellea melontarkan segala uneg-unegnya pada Anderson lalu pergi berlalu.
Anderson masih speechless dengan caci makian Ellea terhadapnya, hingga untuk beberapa saat Anderson membiarkan Ellea keluar rumahnya dan kembali menembus hujan.
Sampai digerbang depan, Ellea kembali akan melompati gerbang, tak lama seseorang datang dari arah belakang dengan membawakan payung dan memayungkannya pada Ellea.
"Kau!!" lirih Ellea.
"Apa kamu datang dan pergi dengan memanjat gerbang rumah ku?" tanya Anderson sambil meringis tersenyum.
"A-aku tidak bermaksud seperti pencuri," kata Ellea tertunduk malu.
"Tombol gerbangnya ada di dekat tembok sebelah kanan, nantinya gerbang akan terbuka sendiri setelah kamu menekan tombol itu" kata Anderson sambil menunjuk kearah tombol gerbangnya.
"Em, itu anu. Lalu kenapa Anda kesini? Saya sudah mencaci maki Anda tadi, padahal saya tidak serius untuk berhenti kerja di kantor, sungguh maafkan saya Pak," kata Ellea yang menundukkan wajahnya.
Satu tangan Anderson masih memegangi payung, dan satu tangannya lagi meraih wajah Ellea yang tengah menunduk. Anderson menatap dalam-dalam wajah cantik Ellea, lalu berkata.
"Aku akan menghangatkan mu," bisik Anderson.
Tak lama Anderson langsung menyambar bibir ranum Ellea, Ellea hanya terdiam gugup untuk pertama kalinya merasakan bibirnya disentuh oleh bibir laki-laki yang bahkan Gerry suaminya saja belum pernah melakukannya.
Anderson dengan lembutnya melepaskan ciu*man singkatnya itu dan kembali menatap wajah Ellea yang masih terdiam membisu.
Suara derasnya air hujan dan dinginnya angin malam membuat suasana diantara Ellea dan Anderson saat ini terasa sangat romantis.
"Tolak aku! Dan maki aku seperti tadi kamu melakukannya!" kata Anderson.
__ADS_1
Namun bibir Ellea seperti tak kuasa untuk menolak Anderson, Ellea hanya terus menatap dalam-dalam laki-laki tampan yang saat ini berdiri dihadapannya. Entah kenapa Ellea seperti terhipnotis dan tak ingin menolaknya. Karena tak dapat penolakan dari Ellea, Anderson melepaskan payung yang sejak tadi digenggamnya.