Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Di kamar Aiden


__ADS_3

Ellea dan Anderson yang melihat pemandangan mesra antara Marwa dan Lucas langsung didepan kedua matanya, tak habis pikir sampai geleng-geleng kepala.


"Astaga hei, kalian tidak tau tempat sekali!" kata Anderson.


Para pelayan pun langsung memalingkan pandangan mereka melihat kemesraan Marwa dan Lucas, bahaya juga menyaksikan langsung karena kebanyakan pelayan disini hanya akan pulang bertemu para suami mereka satu bulan sekali, itupun bergantian bisa ngiler menyaksikan keromantisan mereka berdua.


Marwa dan Lucas pun segera melepaskan ciu mannya setelah mendapatkan sindiran dari Anderson.


"Aduh maaf mas Anderson, aku kebablasan!" kata Marwa.


Sementara Lucas hanya bisa tersenyum saja, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena salah tingkah.


"Kenapa si kalian cemberut gitu tadi pas kita datang?" tanya Anderson.


"Itu loh, kita bikin kue tart buat cemilan kamu sama Lucas nanti malam! Eh malah gagal, bantat dan ga jelas begitu bentuknya," kata Ellea.


"Iya mas Lucas, padahal aku karo mba Lea bikin itu penuh cinta loh, bisa-bisane gagal," kata Marwa.


Anderson dan Lucas pun mengalihkan pandangannya pada kue tart yang berada diatas meja, dan hasilnya cukup membuat Anderson dan Lucas saling lirik-melirik. Syok karena itu bukan terlihat seperti kue tart, tapi tidak mau Ellea dan Marwa lebih kecewa lgi jika Anderson dan Lucas mengungkapkan ketidaksukaannya juga.


"Wah, ini kue tart yang bentuknya sama persis kaya kue tart di Swiss, toko langganan kita! Iya kan, Cas?" tanya Anderson sambil berusaha memberikan kodenya pada Lucas agar tidak bicara jujur.


"Hah? Toko kue langganan di Swiss, apa? Confiserie Sprungli, tapi seingatku tidak ada yang bentuknya aneh seperti itu!" kata Lucas dengan polosnya bicara jujur.


Anderson kembali melototti Lucas, agar dia menarik kembali ucapannya.


"Oh, itu ya aku baru ingat! Benar ini mirip kue terlezat di Confiserie Sprungli, Zurich Swiss! Wah rasanya pasti sama lezatnya," kata Lucas, yang sudah mulai piawai berakting.


"Wah bener itu mas? Mba Lea, sepertinya kita berbakat bikin kue tart, sampai bisa mirip kaya toko kue di Swiss," kata Marwa.


"Kamu engga bohong kan?" tanya Ellea, yang tak lantas percaya begitu saja dengan pernyataan Anderson dan Lucas.


"Serius! Ini benar-benar mengagumkan sayang! Kamu pinter sekali, aku bangga," kata Anderson.


"Ya wis di icip-icip, monggo mas-mas semuanya!" kata Marwa sambil menyodorkan piring berisi kue tart bantat itu.


Anderson dan Lucas langsung menahan expresi tidak sukanya! Dan berusaha keras untuk mau mencicipi kue itu. Saking tidak maunya Ellea dan Marwa kecewa, Anderson dan Lucas mulai mengangkat tangan kanannya untuk mengambil potongan kue tart itu..

__ADS_1


Ellea dan Marwa terus memperhatikan Anderson dan Lucas yang sudah mulai mendekatkan kue ditangannya pada mulut mereka masing-masing, dan hap kue itu melesat tepat diindera perasa mereka dan menimbulkan sensasi-sensasi yang membuat mata Anderson dan Lucas mendadak melotot seperti keracunan.


"Gimana mas enak?" tanya Marwa.


"Emm, emm," kata Lucas mengangguk sambil menahan agar kue itu tidak jatuh pada kerongkongannya.


"Lucas, kita punya pembahasan meeting untuk besok! Kita bawa saja kue ini ke ruangan kita!" kata Anderson.


"Ah?" kata Lucas sedikit tidak mengerti dengan kode dari Anderson, padahal Anderson sudah tidak tahan lagi menahan kue tart itu lebih lama didalam mulutnya.


"Emm, ayo!" kata Anderson.


Lucas pun mengangguk dan menyusul Anderson yang sudah berlalu dari hadapan Ellea.


"Besok kita buatkan lagi ya!" kata Ellea.


"Wah mba, senengnya kue tart kita bisa jadi cemilan untuk menemani meeting suami kita ya mba," kata Marwa.


"Iya, engga sia-sia aku sampai menitipkan Ai pada Bude, ya sudah mba mau nemuin Ai dulu," kata Ellea.


Sesampainya didalam ruangan kerja Anderson. Dengan sigap Anderson mengambil tisu yang terletak dimeja kerjanya, begitu juga dengan Lucas.


Weeee, weee, Anderson dan Lucas memuntahkan kue tart aneh itu, lalu menarik nafas panjang-panjang.


"Huh, sumpah ini kue tart paling gak enak yang pernah masuk ke dalam rongga mulutku!" kata Anderson.


"Tidak! Ini tidak layak mendapatkan nama kue tart, anyir dan pahit sekali rasanya! Astaga, kenapa kedua isteri kita tega melakukan ini!" teriak Lucas.


Hahahaha..


"Tapi aku tetap bangga pada Ellea! Setidaknya mereka sudah berusaha demi menyenangkan kita!" kata Anderson.


"Menyenangkan aku, cukuplah diam diatas ranjang, aku sudah merasa senang!" kata Lucas.


"Sudahlah! Aku mau melihat Ai di kamarnya! Bicara denganmu, hanya membuat rudal Rusiaku teringat akan lubangnya saja," kata Anderson.


Anderson pun keluar dari ruangan kerjanya, begitu juga dengan Lucas. Mereka kompak menuju kamar Aiden. Sesampainya di kamar Aiden, di sana Bude Asih, Marwa, dan Ellea tengah mengajak Aiden berbicara.

__ADS_1


"Loh, mas Lucas, kok wis ning kene? Ndak jadi meeting?" tanya Marwa.


"Iya, besok saja! Aku sudah merindukanmu soalnya," kata Lucas.


Marwa pun bangkit lalu kembali memeluk Lucas dengan manjanya, kepalanya gelendotan pada bahu Lucas.


"Ih mas Lucas, aku kira aku tok yang suka kangen mas Lucas! Taunya mas Lucas juga kangen aku toh," kata Marwa.


"Hus sana! Jangan mes um didepan anakku!" kata Anderson.


Lucas pun tertawa lalu membawa Marwa pergi ke kamar bersamanya. Sementara Bude Asih pamit untuk istirahat dulu di kamarnya. Kini hanya tinggal Anderson, Ellea dan Aiden yang tengah bersama.


Anderson pun mengangkat tubuh mungil baby Ai, terlihat jelas Aiden kegirangan melihat papanya sudah pulang bekerja. Anderson pun tiduran diatas kedua paha Ellea, sambil kedua tangannya tetap mengangkat Aiden.


"Anak papa! Kangen engga si nak, makin lucu aja yah! Udah mau ngomong Ai, mau ngobrol sama papa?" tanya Anderson.


"Iya dong papa, diajarin Mima, onty Marwa, sama nne biar Ai cepet bisa bicara," kata Ellea.


Anderson pun memeluk Aiden, dan menci um tubuh kecil anak semata wayangnya itu!


"Papa, Mima juga mau dong pa dipeluk ci um gitu!" kata Ellea sambil tersenyum menggoda suaminya.


"Wah sayang! Papa sepertinya dapat tantangan dari Mima, papa momong Mima dulu yah! Ai di ayunan dulu," kata Anderson.


Ellea pun tertawa, melihat Anderson antusias sekali dengan godaannya! Dan benar saja, Anderson meletakkan Aiden diatas tempat tidur ayunannya.


"Kamu serius banget loh itu, Ai sampai ditaro diayunan," kata Ellea.


"Ya gimana dong! Aku sudah sangat merindukan kamu," kata Anderson.


Anderson pun, mengunci pintu kamar Aiden terlebih dahulu agar tidak ada pelayan yang nerobos masuk dan mengganggu keduanya.


"Ish, jangan di kunci! Nanti malam aja di kamar kita," kata Ellea.


"Kamu sudah membuat Rudalku bertengger seperti ini! Aku mau kita lakukan sekarang, disini, kata Anderson yang langsung mendekati Ellea yang masih duduk diatas karpet dibawah kasur ayunan milik Aiden.


Anderson langsung menye sap leher jenjang Ellea, namun Ellea kekeh menolak karena tidak mau melakukannya di kamar Aiden.

__ADS_1


__ADS_2