
Lucas dengan telaten menggendong tubuh Marwa menuju kamar mandi yang terletak disudut kamarnya. Marwa auto menengok kearah Lucas, melihat Lucas masih berdiam diri didekat pintu kamar mandi yang membuat Marwa tidak bisa menutup pintunya.
"Mas kamu ngapain masih disitu?" tanya Marwa.
"Nemenin kamu," singkat Lucas.
"Loh ora usah, aku mau pipis masa kamu ngeliatin aku! Aku isin jeh mas," kata Marwa.
"Kamu engga usah malu! Aku sudah tau semuanya kan," kata Lucas.
Marwa pun tertunduk malu. Tapi memang benar si untuk apa dia malu toh Lucas kan sudah menjajaki seluruh tubuhnya. Marwa pun cuek saja buang air kecil dihadapan Lucas. Tatapan Lucas berubah ketika melihat kembali ladang gandum itu dengan seksama.
Gairah itu kembali menyala-nyala, Lucas menelan salivanya seraya memandangi Marwa yang tengah buang air kecil dihadapannya. Muncul kembali dalam benak Lucas untuk kembali menggarap Marwa.
"Mas, anuku masih perih jadi kamu aja berpikir iso nambah ya!" ketus Marwa.
Seketika nyali Lucas kembali menciut mendengar ancaman dari Marwa. Memang benar si rasanya tidak patut bila Lucas menghujam kembali Marwa, tadi saja Marwa menangis mengerong-ngerong.
Setelah menemani Marwa di kamar mandi, Lucas dan Marwa kembali dari kamar mandi dan melanjutkan tidurnya.
Keesokan harinya Ellea juga Bude Asih tengah berada di dapur untuk mengintruksikan para pelayan acara untuk pemberian nama bayi Ellea dan Anderson. Bude Asih menyarankan pada Ellea agar mengundang anak-anak dari panti asuhan saja agar bayinya banyak didoakan oleh anak-anak panti.
"Lea, gimana apa Anderson setuju?" tanya Bude Asih.
"Iya Bude, dia setuju kok! Katanya itung-itung berbagi rezeki juga," kata Ellea.
"Ya wis, biar bude yang ngarahin pelayan-pelayan disini buat menu dan kue apa saja yang akan dibuat," kata Bude.
"Kita pesen catering ajalah bude! Ribet kalau harus masak-masak segala," kata Ellea.
"Ehh dasar anak muda jaman sekarang, apa-apa ribet, ora kaya bude dulu, lagi akikahan si Marwa, bude karo ibumu dan tetangga-tetangga iku gotong royong masak sendiri, jadi lebih terjamin kebersihannya!" kata Bude.
"Bukan gitu bude! Ellea cuma kasian aja nanti bude cape," kata Ellea.
"Cape opo? Kamu liat itu, pelayanmu sama tetangga bude dulu yang bantuin masak juga banyakan pelayan-pelayanmu, wis biar bude yang urus," kata Bude Asih.
__ADS_1
Ellea pun menurut saja! Mau bagaimana dia berdebat dengan orang yang jauh lebih tua dan jauh lebih berpengalaman pastilah dia akan kalah debat. Ellea kemudian meninggalkan dapur sambil terus menggendong bayinya menuju ke dalam kamarnya!
Di sana Anderson tengah memakai dasinya sendiri dihadapan sebuah cermin.
"Pagi," sapa Ellea.
"Pagi sayang! Kamu abis darimana si? Aku bangun kok udah ilang aja di kasur?" tanya Anderson sambil mengecup pipi bayinya.
"Biasa aku abis ajak jalan-jalan bayi kita," kata Ellea, sambil terlihat murung.
"Kamu kok murung gitu si? Kenapa Ellea?" tanya Anderson.
"Hmm,, aku boleh ya kerja lagi?" tanya Ellea.
"Apa? Kerja lagi? Maksud kamu, kamu jadi sekertaris aku lagi gitu?" tanya Anderson kembali menegaskan maksud dari perkataan isterinya.
"Iya, aku agak bosan juga kelamaan di rumah, badan aku pegal-pegal," kata Anderson.
"Sayang, sekarang kan kita udah punya anak! Masa kamu mau tinggal anak kita terus kamu kerja lagi di kantor aku, buat apa?" tanya Anderson.
"Engga! Aku menolak keinginan kamu," kata Anderson.
"Ya tapi kenapa? Apa yang salah? Di luaran sana banyak kok wanita-wanita yang meskipun sudah punya anak mereka tetap kerja," kesal Ellea.
Seolah tak ingin melanjutkan pembicaraan yang menurutnya tidak masuk akal itu. Anderson buru-buru mengambil tasnya untuk meninggalkan Ellea. Melihat Anderson hendak pergi begitu saja, Ellea langsung meletakkan bayinya di kasur lalu mengejar Anderson.
"Tunggu dong! Aku kan belum selesai bicara!" kata Ellea.
"Cukup Ellea! Keputusan aku adalah, kamu akan selamanya berada di rumah, tidak untuk kerja-kerjaan," kata Anderson dengan tegas.
"Kamu tuh egois banget si! Kenapa, kamu udah ada sekertaris baru lagi yang gantiin aku? Yang jauh lebih cantik dari aku? Jauh lebih muda dari aku, iya?" tanya Ellea dengan nada kesal.
"Ya kalaupun ada sekertaris baru, kenapa? Dia bekerja di sana menggantikan kamu, karena aku cuma mau kamu fokus aja di rumah mengurus anak kita," kata Anderson.
"Tuh kan bener, kamu langsung nerima sekertaris baru untuk gantiin aku? Padahal aku belum bilang loh, kalau aku setuju untuk kamu gantiin orang diposisi aku," kata Ellea.
__ADS_1
"Ayolah Ellea, ini masih pagi. Aku engga mau ributin hal engga jelas!" kata Anderson lalu langsung pergi meninggalkan Ellea tanpa sarapan terlebih dahulu.
Seketika mood pagi hari ini rusak akibat permintaan Ellea yang menurut Anderson itu bukan permintaan yang baik. Ellea sendiri masih terlihat kesal karena Anderson dinilai terlalu egois memaksakan kehendaknya.
Sesampainya di kantor! Wajah Anderson terlihat muram, bahkan karyawan yang menyapanya dibiarkan begitu saja. Anderson sangat kesal Ellea tidak mau menuruti keputusannya.
Di satu sisi Gerry melihat Anderson berjalan dengan wajah ditekut, batin Gerry ada apa tumben sekali Anderson terlihat tidak semangat, Gerry menduga Anderson pasti tengah bertengkar dengan Ellea.
Gerry pun berinisiatif menelpon Ellea guna mencari informasi yang mungkin bisa menguntungkannya.
📞"Hallo, Ellea!" sapa Gerry.
"Hallo, Ger! Ada apa ya?" tanya Ellea.
"Lama ya kita engga ketemu, kamu apa kabar? Kata anak-anak di sini kamu udah melahirkan ya?" tanya Gerry.
"Aku baik Ger, iya aku sudah melahirkan Ger," kata Ellea dengan nada lesu.
"Oh syukurlah, nanti kapan-kapan aku akan menengok kamu dan bayi kamu ke rumah, Ngomong-ngomong kamu kapan kembali lagi ke kantor?" tanya Gerry.
"Ya udah kamu mampir aja Ger kalau lagi ada waktu, nanti kan bisa ngobrol sama Anderson di rumah. Hmm," kata Ellea.
"Lohh ko hmm?" tanya Gerry.
"Ga tau lah Ger, Anderson melarang aku untuk kembali bekerja di sana, padahal aku bosen banget di rumah," kata Ellea.
Mendengar Ellea sepertinya kesal dilarang tidak boleh kerja lagi oleh Anderson, Gerry berpikir untuk memanfaatkan situasi ini agar dia bisa kembali pada Ellea.
"Oh ya? Ya maklum aja Lea, di sini kan sudah ada gadis muda, cantik dan sexy sebagai sekertaris baru Anderson! Jadi ya itu yang bikin Anderson lebih memilih kamu untuk tinggal di rumah aja," kata Gerry berusaha menghasut Ellea.
Deggg,,, jantung Ellea terasa ditimpa benda keras mendengar ada gadis cantik, sexy yang menjadi Sekertaris pribadi Anderson saat ini. Ellea langsung cemburu mendengar hal itu dari Gerry.
"Apa Ger? Jadi bener udah ada pengganti aku?" tanya Ellea kembali menegaskan.
"Iya cantik juga kaya kamu, tapi sepertinya Anderson cepet banget akrab ya sama sekertarisnya, mereka kaya sering ngobrol sambil ketawa-ketawa juga," kata Gerry semakin memanas-manasi Ellea.
__ADS_1
Ellea semakin kesal mendengar semua ini dari Gerry. Segera Ellea menuntut telepon itu, lalu langsung masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan sangat keras.