
Lucas menengok kekiri, kekanan, kebelakang mencoba mencari Mamang-mamang yang gadis belia itu panggil. Pikir Lucas mungkin gadis belia bernama Marwa itu memanggil Mamang tukang es atau Mamang tukang bakso untuk jajan, tapi mana ada tukang dagang dipemakaman seperti ini.
Namanya gadis belia sepupu jauh Ellea itu Marwa Sutedjo, lahir di kota ini namun saat berusia empat tahun sudah pindah bersama orang tuanya yang merupakan sepupu Ayah Ellea ke Jawa. Usianya baru genap 15 tahun, harusnya dia duduk dibangku SMA kelas 1, namun karena tidak ada biaya Marwa terpaksa tidak meneruskan sekolahnya dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu rumah mewah di Jawa.
"Malah celingak-celinguk! Aku ni manggil sampean to Mang," kata Marwa.
Anderson dan Ellea serat Bude Asih sontak menengok kearah Lucas, mendengar Marwa memanggil Lucas Mamang membuat Ellea bisa sedikit tersenyum. Anderson yang melihat isterinya sudah bisa senyum karena kelucuan Marwa, berpikir mungkin jika Ellea ditemani Marwa kesehatannya akan pulih dan perlahan akan bisa menerima kepergian orang tuanya.
"Heh bocah! Jangan sembarangan manggil Mamang, ora sopan!" kata Bude.
"Ga apa-apa Bude! Dia emang Mamang-mamang tampilannya aja keren kaya aktor Hollywood tapi cocok kok dipanggil Mamang," ledek Anderson.
Lucas sampai geleng-geleng kepala, baru kali ini cowok seganteng dirinya, semacho dirinya dan sekeren dirinya dipanggil Mamang oleh bocah ingusan yang baru hari ini dia temui.
"Wis to Bu! Iki loh berat, daripada si Mamang itu nganggur wis koyo patung Liberti mending bantuin aku to?" kata Marwa.
"Marwa sudah besar sekali ya Bude, terakhir Ellea main sama dia waktu Ellea kelas 3 SMP," kata Ellea.
"Iyo! Tapi bocae bandel pisan! Susah diatur, jadine kerjanya dipecat terus," kata Bude.
"Marwa kan harusnya masih sekolah Bude? Kok kerja?" tanya Ellea.
"Iyo Lea! Bude ki wis mumet Karo bayarane SPP sekolah, Bapaknya Marwa kan sudah almarhum jadi ya wis Marwa kerja wae," kata Bude.
Mendengar hal itu Ellea berniat memperkerjakan Marwa di rumahnya! Sekalian bisa menemaninya di rumah ketika Anderson tengah bekerja. Mereka pun pulang ke rumah bersama-sama. Ketika sampai di rumah mewah itu Marwa dan Bude takjub akan kemewahan rumah Anderson dan Ellea.
Belum pernah mereka melihat rumah semewah ini. Saking terlenanya dengan rumah mewah Anderson, Marwa sampai lupa kalau dibelakang Lucas sudah berkeringat membawa tas-tas berat yang berisi pakaiannya.
__ADS_1
"Sialan banget nih bocil! Bisa-bisanya dia bikin aku bawa barang sebanyak ini." Kata Lucas dalam hatinya.
"Ehh ya Gusti, Marwa kamu pie si itu loh si Mamang bawain barang-barang kita sendirian," kata Bude sembari langsung mengambil tas-tasnya dari Lucas.
"Ga apa-apa Bude!" kata Lucas sembari melirik sinis Marwa.
Marwa hanya membalas lirikkan sinis Lucas terhadapnya, sembari terus mendorong kursi roda Ellea masuk ke dalam rumah.
Anderson membiarkan Ellea untuk mengobrol bersama Bude dan Marwa. Sementara itu Anderson mengajak Lucas menuju ruangan kerjanya untuk berbicara.
"Menurut kamu, apa ini kecelakaan murni?" tanya Anderson.
"Tidak Tuan! Gelagat Nyonya Gea terlihat jelas sekali menyembunyikan sesuatu," kata Lucas.
"Ya I see, kamu benar Lucas! Jadi bukan sepenuhnya kesalahan supir bus besar itu, bisa saja supir bus itu hanya berada diwaktu yang salah," kata Anderson.
"Terimakasih banyak! Kamu memang selalu bisa aku andalkan," kata Anderson.
Anderson berharap sekali kali ini Gea akan terbukti bersalah, karena Anderson sudah sangat muak melihatnya berada di rumah ini. Bahkan keinginan terbesar Anderson adalah ketika bayi itu lahir atau sebelum bayi itu lahir, Ellea sudah menjadi isteri satu-satunya Anderson.
Sore harinya Bude pamit untuk pulang kembali ke Jawa, sementara Marwa diminta oleh Ellea dan Anderson untuk tetap berada di sini. Anderson juga berjanji akan kembali menyekolahkan Marwa, kehadiran Marwa memang sangat membantu Ellea bisa ceria kembali.
Ellea bersama Marwa tengah mengobrol di samping kolam berenang, mengenang kembali masa-masa dulu saat Marwa masih balita, Ellea lah yang selalu mengajaknya bermain.
Gea yang melihat kehadiran orang asing di rumah ini, langsung menghampiri Ellea dan Marwa.
"Ellea! Aku turut berdukacita ya karena sekarang kamu adalah yatim-piatu," kata Gea.
"Suamiku sedang menyelediki juga kecelakaan itu! Aku yakin kamu ikut terlibat," kata Ellea.
__ADS_1
"Memangnya kamu pikir aku kurang kerjaan? Orang tuamu mati karena mereka sudah tua dan sudah waktunya mereka mati, sayangnya mereka tidak ikut mengajak anak mereka ke neraka sana!" kata Gea.
"Ini siapa toh Mba Lea? Kok omongane koyo wong edan!" tanya Marwa.
"Diem kamu udik!" bentak Gea.
"Wah ngajak gelut iki! Sini maju lawan aku," kata Marwa berdiri di samping kolam renang.
Gea pun berniat mendorong Marwa ke kolam renang dengan tangannya. Namun Marwa justru menghindar dan dengan bokongnya Marwa menyenggol Gea hingga jatuh ke kolam renang.
Byurrrrrrrrrr..
Hahahhahah Ellea dan Marwa menertawakan Gea.
"Kurang ajar!" teriak Gea.
Gea langsung pergi ke kamarnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk sekalian mandi karena terlanjur basah-basahan. Disaat itulah Lucas mengendap-endap masuk ke dalam kamar Gea.
Lucas mencoba mencari apapun itu bukti keterlibatan Gea dengan kecelakaan orang tua Ellea. Dari mulai dibawah bantal, laci-laci. Namun sayang Lucas belum bisa menemukan apapun, melihat handphone Gea terletak dimeja rias, Lucas mencoba mencari tau lewat handphone itu! Tapi handphone milik Gea memakai sidik jarinya.
Lucas benar-benar putus asa! Gea sangat licik dan licin, tapi pasti ada celah untuk membuktikan kalau Gea terlibat. Tak lama seorang security yang menerima suap dari Gea memberanikan diri untuk bicara pada Lucas.
Security yang mengantarkan Gea ke rumah sakit saat perutnya kesakitan akibat meminum jus jeruk berisi obat perusak rahim itu, merasa tidak enak hati oleh Tuan Anderson yang sudah sangat baik padanya dan keluarganya, jadi dia memutuskan untuk bicara apa yang dia dengar saat Gea kesakitan di dalam mobil.
Security menjelaskan bahwa saat di mobil Gea sangat kesakitan hebat, tapi Gea pernah berkata bahwa, Ellea akan mengalami hal yang sama dengannya bahwa dia pun akan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Karena sakit itu juga Gea terpaksa harus berbohong berpura-pura pergi keluar negeri padahal dia dirawat di rumah sakit.
Lucas semakin yakin bahwa Gea sangat dendam pada Ellea jadi dia berusaha mencelakai orang-orang yang berharga dalam hidup Ellea! Lucas segera pergi menuju rumah sakit yang dikatakan oleh security itu. Di sana Lucas tercengang karena ternyata Gea benar-benar dirawat disana akibat kerusakan dirahimnya, Dokter yang saat itu menangani Gea bahkan menjelaskan bahwa Gea telah menjalani operasi pengangkatan rahim, yang menyebabkan dirinya kini tidak akan bisa hamil.
Tak sampai disitu saja! Lucas pergi kembali ke cafe tempat dimana Gea meminta untuk makan siang disana, beberapa jam sebelum peristiwa kecelakaan Ayah dan Ibunya Ellea terjadi.
__ADS_1