Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Pesona Anderson


__ADS_3

Dengan gaya berjalan yang membusung kedepan dan meliuk-liuk bagaikan ulet keket, si karyawan baru yang genit itu benar-benar berani untuk menggoda Anderson sang CEO muda yang tampan. Karyawan baru yang genit itu pun berjalan menghampiri Anderson, Lucas, dan seorang manager yang tengah berjalan sambil membicarakan proyek yang tengah mereka jalani.



Dengan berpura-pura menundukkan wajahnya, lalu memainkan handphone ditangannya! Karyawan baru itu, berjalan semakin mendekat tanpa melihat kearah depan. Memang itu rencananya, agar dia bisa bertabrakan dengan Anderson, lalu berkas-berkas yang berada ditangannya jatuh, dan Anderson akan membantunya mengambilkan berkas-berkas itu lagi! Layaknya disinetron.



Sementara manager perusahaan Anderson tengah sibuk mencatat apa pun points penting yang diinginkan oleh Anderson, sementara Lucas mendampinginya dari belakang dan hanya menyimak saja, tiba-tiba.


Brughhgggghhhhhhh...


"Aw, duh sakit," rengek karyawan baru yang genit itu, tubuhnya berpura-pura jatuh dan juga dia menjatuhkan beberapa berkas.


Anderson hanya tertegun diam melirik sebentar, lalu manager itu justru yang membantu karyawan genit itu merapihkan berkas-berkas miliknya.


"Aduh, kamu kalau jalan liat-liat dong! Itu Pak Anderson yang kamu tabrak! Cepet-cepet bangun, dan minta maaf!" ujar manager laki-laki tua itu.


"I-iya maaf Pak!" kata karyawan baru itu sambil berpura-pura memasang wajah kegatelannya.


"It's ok! Lain kali hati-hati lagi," kata Anderson, memberikan sedikit senyuman seolah paham wanita itu berusaha keras untuk tebar pesona terhadapnya, lalu kembali melanjutkan berjalan bersama dengan Lucas dan manager itu. Anderson, Lucas, dan manager itu pun masuk kedalam lift untuk menuju ruangan kerja mereka masing-masing.


Karyawan wanita itu sudah percaya diri mendapatkan senyuman dari sang CEO muda, dia merasa dirinya hebat telah berhasil menggoda Anderson, yang diyakininya tak lama lagi akan menjadi mangsa empuk untuknya.


"Semua sudah saya catat, dan akan saya sampaikan pada klien kita! Lalu apa ada tambahan?" tanya manager itu.


"Emm ya, ada sedikit tambahan!" kata Anderson.


"Baik, apa itu Pak? Biar saya catat sekalian," kata manager, yang sudah bersiap-siap dengan pensil dan buku catatan kecil ditangannya.


"Wanita tadi, yang barusan menabrakku! Apa kamu kenal?" tanya Anderson.


"Em, sepertinya itu karyawan yang baru masuk beberapa hari ini Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya manager itu sedikit bingung.

__ADS_1


"Ya bantu saya! Cari tahu dia bekerja dibagian apa? Lalu transfer CVnya ke anak perusahaan kita! Pokoknya saya mau, besok wanita tadi tidak berkeliaran lagi di perusahaan ini, paham!" kata Anderson dengan santai dan gayanya yang keren.


"Ah? Em, baik Pak segera akan saya urus dan transfer CVnya ke anak perusahaan kita yang berada di Bandung," ujar manager itu.


"No! Bukan ke Bandung, tapi pindahkan ke anak perusahaan kita yang berada di Banjarmasin," kata Anderson, lalu tersenyum.


Tingg,,, pintu lift terbuka! Anderson, Lucas dan manager keluar dari lift.


Manager yang menerima permintaan Anderson untuk memindahkan wanita tadi ke Banjarmasin, masih melongo dan bingung. Setelah menyampaikan permintaannya itu, Anderson berlalu pergi menuju ruangan kerjanya.


Lucas pun menepuk pundak sang manager yang masih kebingungan.


"Tidak usah bingung! Sampaikan pada wanita tadi, lihat-lihat dulu kalau mau menggoda laki-laki. Kakakku tidak terima digoda secara murahan seperti itu!" kata Lucas, lalu pergi berlalu dari hadapan manager tadi.



Sementara itu dikediaman Anderson, siang harinya Ellea baru bangun tidur! Begitu membuka kedua matanya, dilihatnya Bude Asih dan Marwa tengah bermain bersama dengan Aiden dikarpet dalam kamarnya.


Aiden pun tertawa dan kegirangan diajak bercanda oleh Marwa dan Bude Asih. Tak lama kemudian, Marwa berdiri didepan Aiden lalu mulai menyanyi lagu dangdut dengan goyangan ngebornya.



🎼Digeboy-geboy mujair Nang Ning nong nang Ning nong🎼


"Ya Gusti, eling Marwa kamu goyang ngebor koyo ngono bisa-bisa minyak bumi sing keluar," kata Bude Asih.


Namun Aiden tampak senang dan seperti ingin ikut berjoged dengan Marwa, hingga menggerak-gerakkan kedua tangannya lalu menggoyang-goyangkan kepalanya seiring dengan nyanyian Marwa dan goyangan Marwa yang seperti Inul darah tinggi.


Bude Asih masih tak percaya bagaimana bisa Lucas yang keren, tampan, kaya raya bisa jatuh cinta dengan anaknya yang gesrek sekaligus aneh itu. Bude Asih sendiri sampai mengingat-ngingat kembali dulu dia ngidam apa sampai Marwa terlahir gesrek seperti itu.


"Marwa, Ibu ndak habis pikir nak Lucas itu mau sama kamu! Dia khilaf opo pie si?" tanya Bude Asih.


"Sembarangan Ibu, menikah karo aku itu adalah suatu anugerah Bu! Jadi ya mas Lucas dapet anugerah terindah dari Gusti Allah," kata Marwa yang protes dibilang Lucas khilaf menikahinya.

__ADS_1


"Iyo anugerah buatmu! Musibah buat nak Lucas, wis jangan nyanyi-nyanyi lagi pusing Ibu dengerinnya!" kata Bude Asih.


Ellea yang sejak tadi menyimak tingkah Marwa hingga membuat Aiden sampai kegirangan seperti itu, bahkan salut dengan Marwa bisa membantu tumbuh kembang Aiden untuk bergerak lebih aktif dari biasanya.



"Biarin aja Bude! Tuh Aiden sampai pengen ikutan joged!" kata Ellea.


"Lah ndo, kamu wis bangun tah? Pie, badanmu wis enakan, Bude bikinkan teh hangat ya?" tanya Bude Asih.


"Udah fresh lagi Bude sekarang! Enaknya bisa tidur nyenyak, ga usah lah, Ellea kan cuma butuh tidur cukup aja!" kata Ellea.


Ellea pun menghampiri Aiden yang masih memancarkan wajah ceria ketika dihibur oleh Marwa, sementara Marwa pun duduk kembali karena kecapean habis goyang ngebor dihadapan Aiden dan Ibunya.


"Sayang, anak Mima ganteng banget si! Kayanya udah dimandiin ya sama Bude?" tanya Ellea.


"Iya, tadi sama si Marwa berdua mandiin Ai. Habis pelayan yang tadi pagi bersihkan kamarmu bilang sama Bude, katanya itu Aiden diayunan celingak-celinguk sendiri Mimanya masih tidur! Ya wis, Bude sama Marwa rebutan buat momong," kata Bude Asih.


"Makasih loh Bude! Bude udah seperti orang tua Ellea sendiri, Ellea seneng banget ada Marwa dan Bude disini," kata Ellea.


"Sama-sama, Bude juga merasa beruntung memiliki kamu, Marwa, Ai, Lucas karo Anderson. Kalian selalu baik sama Bude," kata Bude Asih.



Selamat pagi semua! Gimana-gimana makin kesini makin membuat bete ya novel othor yang satu ini. hehehehe dimaklumi ya semua karena otak aku minimalis jadi engga seencer otak othor yang sudah famous lainya.πŸ™πŸ™πŸ˜


πŸŽ„πŸŽ„πŸŽ„


Tapi untuk semuanya yang sudah berkenan mampir dan mengikuti cerita ini sampai sejauh ini, aku makasih banyak-banyak yah! Kadang mungkin ada yang suka, ada yang engga suka, ada yang bosen ada yang jengkel, tapi ada juga yang mengagumi.


❀️


Mau mengabarkan aja untuk semuanya! Kalau novel Isteri Kedua CEO Muda ini H-5 menjelang Tamat ya semua, mudah-mudahan kalian masih berkenan mengikutinya sampai tamat 5 hari lagiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2