
Lucas akhirnya menjatuhkan tubuhnya disamping Marwa, tak lupa mengecup kening Marwa sebagai ucapan terimakasihnya atas layanan ranjang dan kepuasan yang sudah dia dapatkan malam ini.
Satu Bulan Kemudian.
Ellea dan Marwa membawa Aiden dan Libia pergi ke taman didekat rumah mereka untuk bermain dengan anak-anak lain yang juga berada di taman! Di sana banyak wahana bermain untuk anak kecil, sehingga Aiden bisa bermain leluasa dengan teman-teman sebayanya.
"Ai, jangan lari-larian nanti jatoh kamu tuh! teriak Ellea.
Sementara Marwa sibuk menimang baby Libi, yang sedang meminum susuu dibotolnya.
"Makin lama Kini itu makin mirip loh Wa sama kamu," kata Ellea.
"Ah moso si mba? Apa karena aku dan mas Lucas ngerawat Libi dengan sepenuh hati kali mba," kata Marwa, sambil memegangi kepalanya dan meringis.
"Ya mungkin, kamu kenapa? Sakit kepala?" tanya Ellea.
"Iya mba! Wis tiga hari gak ilang-ilang sakit kepalane, padahal aku udah minum obat," kata Marwa.
"Ya udah kita pulang sekarang aja ya! Panggil dokter ke rumah aja, takutnya kan ada penyakit berbahaya lagi didalam tubuh kamu," kata Ellea.
"Ih mba Lea, aku jadine takut! Apa jangan-jangan sakit yang biasane orang kaya itu Loh, kaya stroke, jantung, kolestrol," kata Marwa.
"Ye, itukan penyakit untuk orang kaya, emang kamu udah kaya?" ledek Ellea.
"Lah uwis mba, aku kan okb alias orang kaya baru," kata Marwa.
Oaa, oa, ia baby Libi menangis dan rewel.
"Sutt, suttt, sutt sayang kenapa kamu! Tiba-tiba rewel," kata Marwa.
"Ya udah pulang sekarang yu! Kasian tuh Kini udah ngerasa engga nyaman berisik kali disini," kata Ellea.
Ellea pun memanggil Aiden untuk berhenti bermain bersama teman-temannya dan segera pulang ke rumah. Saat hendak menaiki mobil, tiba-tiba kepala Marwa terasa berat, dan tangannya memegangi tangan Ellea namun tidak berkata apa-apa.
"Wa, kamu kenapa? Sakit banget kepalanya?" tanya Ellea sambil memegangi Marwa yang hampir jatuh.
"Mba kepalaku muter, aku pusing banget mba!" kata Marwa.
"Pak supir, tolong bantuin saya masukin Marwa ke mobil!" teriak Ellea.
Supir pribadi Ellea pun membantu Marwa untuk bisa masuk kedalam mobil, sementara Libi digendong oleh Ellea.
"Pak kita ke rumah sakit aja sekarang!" kata Ellea.
__ADS_1
"Baik Nyonya," kata supir, lalu mulai mengemudikan mobilnya.
"Mim, onty kenapa?" tanya Aiden.
"Onty sakit sayang, kita ke rumah sakit dulu periksain onty ya nak," kata Ellea.
Sesampainya di rumah sakit, tubuh Marwa semakin lemas hingga harus duduk dikursi roda untuk masuk ke dalam ruangan. Sementara Ellea segera mengabarkan Lucas dan Anderson tentang keadaan Marwa saat ini.
Lucas pun langsung panik mendapatkan kabar bahwa Marwa masuk rumah sakit lalu segera meninggalkan kantor, bersama Anderson untuk menuju ke rumah sakit.
Dokter yang memeriksa Marwa keluar dari ruangan untuk menemui keluarga Marwa.
"Selamat pagi Ibu, dengan keluarga nona Marwa?" tanya Dokter.
"Iya saya kakaknya," kata Ellea.
"Selamat ya Bu, adik anda sedang mengandung!" kata Dokter.
Sontak Ellea langsung terperanga mendengar Marwa tengah mengandung. Akhirnya setelah sekian lama, setelah semua usaha dilakukan Marwa berhasil hamil.
"Apa Dok? Ini serius kan dok? Saya senang banget denger kabar baik ini," kata Ellea.
"Iya benar Bu, usia kandungannya sudah lima Minggu. Akan tetapi kondisi pasien lemah, jadi saat ini masih memerlukan perawatan di rumah sakit ini," kata Dokter.
"Oh iya silahkan! Tetapi pasien masih belum sadarkan diri, saya berpesan agar jangan sampai pasien stres, banyak pikiran apalagi kecapean ya Bu! Saya permisi dulu," kata Dokter.
"Baik Dok, terimakasih banyak," kata Ellea.
Ellea pun sambil menggendong baby Libia dan menuntun Aiden masuk ke dalam ruangan Marwa, di sana Marwa masih belum sadarkan diri, meskipun Dokter telah memberikannya infus vitamin.
Tak lama, Lucas dan Anderson pun tiba di rumah sakit. Mereka segera menuju ruangan tempat Marwa dirawat.
"Papa," teriak Aiden lalu berlari meminta digendong oleh Anderson.
"Up, anak Papa udah besar kok masih minta digendong," ledek Anderson.
"Habis Mima gendong Ade bayi terus! Ai engga digendong Pa," kata Aiden yang cemburu Ellea terus-menerus menggendong baby Libia.
"Kamu nih! Ya kan harusnya Ai yang gendong baby Libi, Ai kan udah besar harus mau dong ngasuh Ade bayi," kata Anderson.
"Ellea, bagaimana apa kata Dokter?" tanya Lucas.
"Kata Dokter, ini semua gara-gara suaminya makanya Marwa sampai sakit seperti ini!" kata Ellea.
__ADS_1
"Apa? Gara-gara aku, tapi aku tidak pernah membuat Marwa kecapean atau stres," kata Lucas.
"Kamu yakin engga pernah bikin Marwa kecapean?" tanya Ellea.
"Ya aku yakin, kecuali kalau setiap malam kecapean karena tugas negara," kata Lucas dengan nada pelan.
"Nah itu! Gara-gara itu makanya sekarang Marwa kecapean dan harus mengandung anak kamu sampai sembilan bulan kedepan," kata Ellea lalu tertawa melihat expresi wajah Lucas yang cengo.
"Hah? Apa coba kamu ulangi!" kata Lucas saking tidak percayanya.
"Marwa hamil dan sudah lima Minggu, Lucas!" kata Ellea.
Anderson dan Lucas pun langsung jingkrak-jingkrak, dan tersenyum heboh sendiri atas kabar bahagia ini, sehingga membuat Marwa akhirnya siuman lalu membuka kedua matanya.
"Mas Lucas, kok kamu ada disini?" tanya Marwa.
"Sayang, kamu sudah sadar! Apa yang kamu rasakan?" tanya Lucas.
"Aku pusing mas, sekarang malah eneg," kata Marwa.
"Kamu tau kamu sakit apa? Kamu hamil Marwa, hamil anakku," kata Lucas dengan bersemangat.
"Apa mas? Aku hamil, iki sing bener si mas! Jangan guyon," kata Marwa.
"Bener Marwa, kata dokter sudah lima Minggu," kata Ellea.
"Alhamdulillah, akhirnya ya mas! Mba Lea, mas Anderson aku hamil mas aku hamil," teriak Marwa.
Lucas pun memeluk erat tubuh Marwa, keduanya sampai menitihkan air mata saking tidak percayanya akan kebahagiaan yang mereka dapatkan saat ini.
"Tapi kata Dokter fisik kamu itu lemah loh, harus bener-bener dijaga jangan banyak pikiran, apalagi kecapean," kata Ellea.
"Iya mba, aku pasti akan jaga bayi yang ada dalam kandunganku iki dengan baik," kata Marwa.
Lucas pun meraih Libia dari gendongan Ellea, dan menggendongnya mendekati Marwa.
"Tuh nak, kamu sebentar lagi akan punya Ade," kata Lucas.
"Mas bener kata Ibu! Kalau kita tulus mengadopsi anak, kita pasti dikasih kebahagiaan lagi yang lebih banyak, . sekarang terbukti ya mas," kata Marwa.
Akhirnya Marwa dan semuanya pulang ke rumah Anderson, karena kata Dokter Marwa tidak perlu dirawat di rumah sakit setelah menghabiskan satu infusan. Sesampainya di rumah, Marwa buru-buru memberitahukan kabar baik ini pada Bude Asih.
Bude Asih sampai menangis haru dan memeluk Marwa, sudah lama sekali Bude Asih menantikan momen untuk menggendong cucu kandungnya sendiri, dan sekarang semuanya terkabul. Marwa hamil, tapi kebahagiaannya dirasakan oleh seisi rumah, termasuk para pelayan mereka tau bagaimana kegigihan dan usaha Marwa dan Lucas agar bisa memiliki keturunan, maka ketika ini terjadi semuanya ikut merasakan bahagia.
__ADS_1