Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Salah Paham


__ADS_3

"Aku melakukan itu karena Gea pasti akan melakukan sesuatu yang jahat, aku harus melindungi diriku sendiri dan juga kamu," kata Ellea.


"Kamu dengar kan? Wanita ini selalu memfitnahku, tadi dia fitnah aku memasukkan sesuatu kedalam minumannya, dan sekarang dia ketahuan menyelinap masuk ke kamarku lalu memasang kamera-kamera itu!" kata Gea.


"Ellea!! Aku tau kamu tidak bermaksud yang tidak-tidak. Tapi menyelinap masuk ke dalam kamar orang lain apalagi sampai memasang kamera pengintai, itu tidak boleh!" kata Anderson.


"Apa sekarang kamu sedang membela isteri sahmu itu? Kamu tahu dia sejahat apa kan?" tanya Ellea.


"Yes I know! Tapi Ellea biar Gea menjadi urusanku, kamu tidak perlu turun tangan seperti itu," kata Anderson.


"Pokoknya suruh isteri keduamu itu minta maaf sekarang! Kamu harus adil dong, masa isteri kedua kamu salah dibela terus!" kata Gea.


"Gea kamu bisa diam dulu tidak!" bentak Anderson.


"Aku tidak akan pernah diam!! Dengar Anderson, kalau besok hasil dari pemeriksaan jus itu terbukti aku tidak memasukkan sesuatu yang berbahaya, kamu dan isteri keduamu itu berhutang maaf padaku karena sudah melakukan fitnah didepan banyak orang!" kata Gea.


Anderson menatap wajah Ellea, yang sepertinya kecewa karena Anderson tidak membelanya.


"Are you serious? Aku harus minta maaf sama wanita lampir itu? Will never! (Tidak akan pernah)" kata Ellea yang langsung masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya.


"Kamu lihat kan? Isteri keduamu itu tidak sebaik yang kamu pikir, dia lancang dan tidak mau minta maaf akan kesalahannya," kata Gea.


"Pergi dari hadapanku sekarang!" bentak Anderson.


Gea tersenyum akan kemenangannya kali ini, setidaknya dia berhasil terlihat tidak terlalu buruk dihadapan Anderson, justru sekarang Ellea lah yang terlihat sebagai seorang isteri pembangkang.


Anderson mengetuk pintu kamar Ellea.

__ADS_1


Tokk, tokk, tokk.


"Ellea aku tidak bermaksud untuk membela Gea atau menyalahkan kamu!! Aku hanya tidak mau kamu berurusan dengan wanita sejahat Gea. Biar aku yang tangani semuanya. Ellea bukalah pintunya dulu!" kata Anderson.


Di dalam kamarnya, Ellea masih sangat emosi dan kesal dengan Gea dan Anderson.


"Aku menyelinap ke dalam kamar Gea, dan aku memasang kamera pengintai itu semata-mata karena aku tidak mau lagi dia memasukkan obat perangsang pada kamu Anderson. Aku tidak mau kamu tidur denganya, aku juga tidak mau dia meracuni aku lalu aku mati dan kalian berdua hidup bahagi." Kata Gea menggerutu sendiri di dalam kamar.


Karena tak kunjung membukakan pintu kamarnya, Anderson mulai mengantuk dan hendak tidur. Pikirnya besok pagi lagi saja dia akan berbicara pada Ellea.


Mendengar langkah kaki Anderson menuju kamarnya, Gea buru-buru berpura-pura tidur. Jika Gea belum tidur Anderson memang tidak akan pernah naik ke atas ranjang dan memilih kembali ke ruangan kerjanya, kecuali jika dilihatnya Gea sudah tidur Anderson baru mau tidur di ranjang dengan Gea.


Anderson membuka pintu kamar Gea, dilihatnya Gea sudah tidur. Jadi dia aman saat ini, Anderson segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang berjauhan dari tubuh Gea. Karena sudah mengantuk, Kedua mata Anderson mulai terpejam.


Gea yang melirik Anderson telah tertidur disampingnya, perlahan membuka kimono yang ia kenakan, dilemparnya ke lantai kimono miliknya itu, segera dia membuka lingeri se xy yang saat ini Gea kenakan, kembali dia lemparkan ke lantai.


Gea yang hanya mengenakan b r a berwarna hitam dan celana da lam berwarna hitam, semakin tak ragu untuk melepaskan semuanya, hingga tubuh mulus dan langsing itu terpampang nyata saat ini.


Tak lama Gea semakin tak tahan untuk segera melampiaskan seluruh has ratnya pada Anderson malam ini. Gea yang sudah tidak mengenakan sehelai benangpun saat ini, dengan perlahan menaiki tubuh atletis Anderson yang tengah tertidur.


Gea meraba-raba da da bidang Anderson lalu jari-jarinya meraba-raba bibir merah muda Anderson. Gerakan itu sontak membuat Anderson membuka kedua matanya. Anderson melihat dengan jelas tubuh Gea yang tidak tertutupi apapun lagi, terpampang nyata didepan kedua matanya.


Sontak Anderson kaget bukan main, karena sama sekali tak menginginkan hal seperti ini dari Gea.


"Apa kamu sudah kehilangan akal sehatmu Gea?" bentak Anderson yang buru-buru bangun.


Namun Gea langsung memeluk erat tubuh Anderson, sehingga Anderson kesulitan melepaskan tubuh Gea saat ini.

__ADS_1


"Kumohon, aku tidak tahan melihat tubuhmu. Aku menginginkanmu Anderson!" lirih Gea.


"Lepaskan Gea!! Jangan pernah kamu harap aku menginginkan tubuhmu itu!!" teriak Anderson.


Gea semakin melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Anderson, sementara kedua tangan Anderson berusaha melepaskan kedua tangan Gea. Saat ini Gea sudah semakin tergila-gila dengan Anderson, has ranya menggebu-gebu begitu menginginkan sentuhan Anderson pada tubuhnya.


"Ayolah!! Sekali saja, setelah itu kamu pasti akan kecanduan oleh tubuhku ini. Aku tak tahan lagi," lirih Gea.


"Jangan harap Gea!? Kamu pikir aku ber naf su pada tubuhmu?? Tidak sama sekali!" bentak Anderson.


Anderson terus berusaha melepaskan cengkraman Gea dari tubuhnya, Gea saat ini sudah seperti wanita yang haus akan belaian semenjak dirinya putus dengan Axel. Anderson berusaha keras melepaskan Gea, akhirnya Gea berhasil ditaklukkan oleh Anderson.


Anderson mendorong tubuh Gea ke atas ranjang. Lalu memegangi kedua tangannya. Ellea yang saat itu tersadar bahwa handphone Anderson tertinggal di kamarnya, berusaha menghilangkan egonya saat ini, dan mau menemui Anderson untuk menyerahkan handphone miliknya.


Ellea melangkahkan kakinya menuju ke kamar Gea, sampailah Ellea didepan pintu kamar Gea. Ellea mengetuk pintu kamar Gea dengan perlahan.


Tokkk, tokkk, tokk Ellea mengetuk pintu.


"Aku mau mengembalikan handphone milik Anderson, bukalah pintunya!" kata Ellea.


Gea yang mendengar Ellea tengah berada didepan kamarnya merasa ini adalah kesempatan emas yang sangat langka. Sementara Anderson mulai ketakutan setengah mati, meski dirinya tidak melakukan apapun dengan Gea. Namun Gea yang masih berte lanjang seperti ini pasti Ellea akan salah paham.


Tiba-tiba Gea berteriak-teriak menyuarakan suara era ngan- era ngan, agar terdengar oleh Ellea. Dengan begitu Ellea akan berpikir bahwa Anderson melakukannya pada Gea.


"Ahhh ssstttttt Ahhh!!! Kamu luar biasa sayang!!" era ngan Gea.


"Apa yang kamu lakukan! Cepat pakai bajumu!" bentak Anderson.

__ADS_1


Ellea yang mendengar suara era ngan ditambah suara Anderson yang meminta Gea memakai kembali bajunya, seketika hatinya merasa runtuh, Ellea tidak percaya bahwa Anderson akan melanggar janjinya dan melakukannya pada Gea. Dengan tangan gemetar dan tubuh gemetar, Ellea memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Gea dan memastikan apa yang dia dengar itu salah.


__ADS_2