
Mobil yang ditumpangi oleh Anderson, Gea, satu anak buahnya dan juga supir melintas di jalan dengan dua rute berlawanan arah, Anderson meminta supir untuk sedikit menambah kecepatan laju mobilnya dikarenakan takut telat mengingat perjalanan masih cukup jauh.
Dari arah berlawanan terlihat sebuah truk memacu kendaraannya dengan sangat cepat serta mulai oleng kekanan kekiri seperti tidak stabil, namun supir Anderson tetap fokus saja menyetir dengan menaikkan kecepatan mobilnya.
Tiba-tiba truk membanting stir kearah kiri menghantam keras mobil Anderson dan menyeretnya hingga beberapa meter, membuat mobil Anderson terpelanting keruas jalan sebelah kanan lalu mobil Anderson pun terguling hingga berakhir terbalik.
Supir truk itu pun langsung tancap gas tanpa mempedulikan keadaan orang-orang didalam mobil yang sudah ia tabrak itu. Didalam mobil yang terbalik, Anderson terluka dibagian kepalanya hingga mengeluarkan darah, Anderson langsung tersadar dirinya kini berada dalam mobil yang sudah terbalik, melihat ke sekelilingnya.
Gea tidak sadarkan diri, satu anak buahnya dan juga sang supir pun tidak sadarkan diri. Anderson sekuat tenaga keluar dari dalam mobil itu, sang supir mulai siuman begitu juga dengan anak buah Anderson yang sudah sadar namun langsung berteriak-riak.
Aaaaaaaaaaaa...... tolong kaki ku terjepit.
Anderson yang hendak menolong Gea terlebih dahulu pun akhirnya menolong anak buahnya terlebih dahulu.
"Tuan, maafkan saya! Anda terluka Tuan," kata supir.
"Tidak usah hiraukan aku, ayo bantu aku mengeluarkan anak buah ku dan juga Gea," kata Anderson dengan tubuh masih gemetaran.
"Tuan tolong!!!" teriak anak buah Anderson yang kakinya terjepit.
Anderson dan supirnya segera menghampiri anak buah Anderson dan berupaya menariknya keluar dari dalam mobil, meski kakinya terluka cukup parah namun anak buahnya berhasil dikeluarkan dari dalam mobil dan dipangku ke sisi jalan.
Pengendara lain yang kebetulan saat itu lewat langsung ikut berhenti dan berniat membantu para korban. Saat itu tercium bau bensin dan terlihat percikan percikan api dari mobil, membuat semua orang tak berani mendekati mobil untuk menyelamatkan Gea yang masih berada didalam sana.
"Tuan ini bahaya! Sebaiknya kita menjauh dari mobil, ada kebocoran bensin dan api akan segera menyambarnya," ujar supir.
"Betul itu Pak, jangan teruskan! Kita tunggu ambulance dan polisi datang saja Pak!" kata pengemudi mobil lain.
Saat Gea sudah sadar, dan mendengar orang-orang tengah bicara bahwa mobil sebentar lagi akan meledak. Gea menangis dia berusaha keluar namun luka dikepalanya membuat dia lemas dan mengeluarkan banyak darah.
__ADS_1
"Apa aku harus berdiam diri disini jika mobil itu meledak? Disana masih ada seorang manusia dan dia harus diselamatkan!" tegas Anderson.
Orang lain sudah tak berani mendekati mobil, namun tidak dengan Anderson dengan berjalan sempoyongan Anderson nekat untuk mengeluarkan Gea, sebelum mobil itu meledak.
"Anderson," lirih Gea.
"Bertahanlah, dan berusahalah sekuat tenaga agar kamu bisa keluar, aku akan menarik mu sekarang!" kata Anderson.
Eeeuuuuuuu....... Anderson menarik Gea meski bau bensin semakin pekat tercium, percikan api pun semakin terlihat jelas.
Orang-orang semakin takut Anderson akan ikut terbakar jika mobil itu meledak, sang supir tak bisa tinggal diam dan akhirnya nekat membantu Anderson mengeluarkan Gea. Mereka menarik tubuh Gea dengan kuat.
Berhasil, Gea bisa ditarik keluar dari dalam mobil. Anderson dan supir memapah Gea dengan langkah kaki yang terburu-buru karena percikan api mulai membesar dan benar saja.
Duarrrrrrrrrrr ..... mobil Anderson meledak dan terbakar.
Setelah menyelamatkan Gea, Anderson pun pingsan. Tak lama polisi dan Ambulance datang dan membawa para korban menuju rumah sakit. Sedangkan garis polisi sudah terpasang di jalanan sana olah TKP pun sudah dimulai guna menyelidiki kronologi kecelakaan ini.
"Nona Ellea, Tuan Anderson mengalami kecelakaan cukup parah hingga mobilnya meledak dan,,," kata Lucas yang belum selesai berbicara Ellea sudah syok duluan.
"Apa?? Tidak mungkin!!" teriak Ellea hikzzzz,,,,, hikzzzzzzzzzzz tangis Ellea pun pecah.
"Nona Anda tenang dulu, keadaan Tuan,," kata Lucas yang belum selesai juga bicara sudah dipotong lagi oleh Ellea.
"Cepat katakan! Dimana rumah sakitnya? Antar aku sekarang juga!" teriak Ellea sembari terus menangis.
Ellea, Ibu, Ayah dan Lucas beserta anak buah Anderson yang lain segera menuju rumah sakit tempat Anderson mendapatkan pertolongan. Ellea terus menangis sepanjang jalan dipelukan Ibunya, Ellea berpikir mobil terbalik itu artinya Anderson telah meninggalkannya dan dia menjadi janda dua kali.
"Aku bahkan belum sempat mengatakan kalau aku mulai mencintai mu." Kata Ellea dalam hatinya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Ellea menangis sambil meraung-raung dilihatnya supir Anderson yang diperban didepan sebuah ruangan, lalu keluarlah beberapa suster yang membawa ranjang pasien dengan orang dalam keadaan ditutup kain kafan keluar dari ruangan itu.
Ellea semakin histeris dan langsung berlari kearah ranjang pasien yang tengah didorong itu, Ellea memeluk jenazah yang tertutup kain kafan itu. Lucas, dan supir Anderson sontak kebingungan.
"Kamu jangan mati dulu!!! Aku harus bagaimana tanpa kamu, aku bahkan belum sempat bilang kalau aku sudah mencintai kamu. Kumohon bangun-bangun!!!" kata Ellea sembari terus menangis hingga lemas.
Anderson yang muncul dari lorong dekat ruangan tadi mendengar teriakan dan tangisan Ellea, sontak tersenyum dan menggelengkan kepalanya, begitu juga Lucas dan sang supir.
Anderson berjalan kedepan Ellea yang masih memeluk dan membenamkan wajahnya dijenazah yang ditutupi kain kafan itu.
"Apa kamu yakin Ellea mencintai Anderson?" tanya Anderson.
Ellea sontak semakin menangis mendengar suara yang mirip dengan Anderson.
"Ini pasti karena aku sudah terlalu stres dengan kepergian Anderson, jadi aku seperti mendengar suaranya." kata Ellea berbicara sendiri.
"Nona angkatlah wajah mu dan lihat siapa orang didepan mu!" kata Lucas.
Ellea pun sejenak berhenti menangis dan mengangkat wajahnya , dilihatnya Anderson tengah tersenyum dengan perban dikepalanya.
"Kamu!!" kata Ellea yang sedikit bingung.
Anderson hanya tersenyum sambil memandangi Ellea, Ellea langsung memeluk Anderson dengan erat.
Suster pun sampai menggelengkan kepalanya mengetahui Ellea bukan keluarga dari pasien yang mereka bawa.
"Kenapa kamu menangis dijenazah orang lain?" ledek Anderson yang tetap menikmati pelukan Ellea.
"Aku takut," kata Ellea sambil terus memeluk Anderson.
__ADS_1
"Tenang aku tidak akan mati secepat itu, lagi pula kita baru melakukannya satu hari kemarin. Aku masih akan memborbardir pertahanan mu itu," ledek Anderson.
"Cihhh, dasar Tuan selang kangan," kata Ellea yang sudah bisa tersenyum sambil tetap memeluk Anderson.