Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Akhirnya satu kamar


__ADS_3

"Ya udah, kalian langsung istirahat aja!" kata Ellea.


"Marwa, makasih banyak ya kamu sudah mau menemani Lucas! Nanti sore motor kamu akan diantar ke rumah," kata Anderson


Marwa hanya mengangguk dan berterimakasih, tidak seantusias seperti biasanya! Mungkin karena Marwa masih belum siap dengan kejadian kemarin, apalagi Lucas sudah melihat seluruh tubuhnya! Pikiran Marwa campur aduk saat ini.


"Bang, tunggu!" kata Lucas.


"Ada apa Lucas? Apa ada masalah di lahan pembangunan itu?" tanya Anderson.


"Aku sudah menikah!" kata Lucas.


Sontak Anderson dan Ellea saling melempar tatapan, tak percaya dengan ucapan Lucas. Sedangkan Marwa justru Semakin memalingkan wajahnya, tidak siap jika Lucas memberitahukan semua ini sekarang.


"Maksudnya, kamu akan segera menikah gitu?" tanya Anderson yang masih belum paham.


"No. Aku sudah menikah, kemarin saat di Jawa," kata Lucas menegaskan.


"Memangnya pacar kamu ikut ke Jawa Lucas? Oh I see, kalian ketemuan di Jawa terus pacar kamu memaksa untuk dinikahi saat itu juga kan?" tanya Ellea.


"Tidak! Am, aku sudah menikah dengannya," kata Lucas melirik Marwa.


Sementara itu Marwa hanya tertunduk dan tidak bisa berkata-kata lagi. Tak lama Anderson dan Ellea menatap kearah Marwa.


Hahahhaha...


"Lucu! Lucu kamu, gadis kecil kamu becandain, tenang Marwa Lucas memang kadang suka becanda," kata Anderson.


"Iya Marwa! Dia asal bicara saja bilang sudah nikah dan melirik ke arahmu. Tidak mungkin juga kan Lucas menikahi gadis yang masih kecil," kata Ellea.


"I am serious, we have married! Dan itu terjadi begitu saja!" kata Lucas.


"Apa-apaan kamu Lucas! Jangan bicara sembarangan!" kata Anderson yang masih kaget.


"Marwa, apa benar yang dikatakan oleh Lucas?" tanya Ellea.

__ADS_1


"Iyo Mba Lea! Kami kehabisan bensin terus istirahat di gubug saat kesasar, ehh malah digrebek warga terus aku karo mas Lucas diancem bakalan diarak keliling kampung kalau tidak dinikahi saat itu juga," kata Marwa.


"Ini gila Cas!" kata Anderson.


"Aku engga bisa berkata-kata lagi ini!" kata Ellea.


"Secepatnya aku akan menalak Marwa! Agar hidup Marwa berjalan sesuai keinginan semula,, kalian tidak usah khawatir!" kata Lucas.


Lucas melengos meninggalkan Anderson, Ellea dan Marwa yang masih berdiam diri di sana. Mendengar kata akan segera menjatuhkan talak padanya, Marwa merasa sedih! Meskipun pernikahan ini tanpa dasar cinta tapi jika dia harus ditalak oleh Lucas dan menjadi janda belia! Marwa juga tidak mau, karena pernikahan bukan sebuah permainan yang bisa dimulai dan diakhiri secepat itu.


Ellea pun mengajak Marwa bicara di ruang utama, sementara Anderson menghampiri Lucas di kamarnya.


"Marwa jawab Mba! Kamu mencintai Lucas?" tanya Ellea.


"Ora lah mba! Patung Liberti koyo ngono kok masa aku cinta! Dia kan cocoknya jadi paman aku toh," kata Marwa.


"Apa kamu setuju untuk ditalak secepatnya oleh Lucas?" tanya Ellea.


"Aku engga mau mba, moso aku jadi janda muda banget," kata Marwa dengan sedihnya.


"Tapi to aku sedih mba! Pernikahan aku kok kaya ngono loh, ora ana sweet-sweetnya," kata Marwa.


"Nanti juga pasti akan sweet-sweetnya! Kamu sabar aja dan kamu harus nurut sama Lucas! Sekarang dia adalah suami kamu, jadi kamu harus melayani segala kebutuhan Lucas!" kata Ellea.


"Pie sekolahku mba?" tanya Ellea.


"Kita bisa rahasiakan ini Marwa, kamu bisa sekolah seperti biasanya," kata Ellea.


Marwa lega setelah mendapatkan nasihat dari Ellea. Sepertinya pernikahannya dengan Lucas memang tidak terlalu buruk juga. Marwa sudah mulai terbuka dengan pikirannya untuk bisa menerima takdir dari Tuhan. Hal yang harus dilakukannya saat ini adalah, menjalani sekolah dan menjadi seorang isteri dengan baik.


Anderson mencoba memberi masukan pada Lucas.


"Bro! Jangan asal ucap talak, Marwa itu gadis yang baik, dan yang terpenting dia sudah kamu nikahi!" kata Anderson.


"Engga lah bang, ini gak bisa diteruskan! Marwa kelihatan beban banget menikah diusia semuda itu, lagipula dia harus sekolah," kata Lucas.

__ADS_1


"Wajar Marwa masih kaget lah dengan pernikahan kalian ini, usianya masih sangat muda dan labil. Kamu harus bantu dia untuk adaptasi, urusan sekolah memangnya kenapa? Dia masih bisa sekolah," kata Anderson.


"Kalau dia hamil?" tanya Lucas.


"Cas! Kira-kira lah bocah seusia Marwa jangan dicolek-colek dulu lah! Gimana si," kata Anderson.


Lucas pun menundukkan wajahnya! Gimana bisa dia menahan has rat bila tidur dengan Marwa, tubuhnya mulus dan masih alami begitu, laki-laki mana yang engga akan terpancing.


"Tapi kalau emang ga kuat nahan! Ya kalau sampai Marwa hamil, kita bisa home schooling aja, jadi Marwa tetap bisa sekolah sampai lulus sekolah," kata Anderson


"Good idea!" kata Lucas tersenyum.


Sore harinya Ellea meminta para pelayan untuk menyiapkan kamar khusus yang akan ditempati oleh Lucas dan Marwa mulai malam ini. Mereka harus tidur bersama karena sudah sah, Ellea meminta para pelayan untuk memindahkan barang-barang Marwa terlebih dahulu baru setelah itu barang-barang milik Lucas.


Berhubung Anderson dan Lucas tengah pergi bersama untuk meeting dengan klien, Ellea lah yang mendekor kamar pengantin itu. Marwa hanya bisa pasrah saja, Ellea memintanya untuk satu kamar dengan Lucas.


Malam harinya Anderson dan Lucas sampai di rumah. Anderson menghampiri Ellea dikamarnya! Anderson datang dengan membawa undangan pesta bagi para pengusaha muda beserta isteri mereka yang rutin dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Menerima undangan itu, Ellea sangat excited, karena untuk pertama kalinya dia bisa tampil di pesta ini sebagai isteri satu-satunya Anderson.


Sementara itu Lucas pergi ke kamarnya! Ketika masuk kamar, Lucas mendapati barang-barangnya sudah tidak ada didalam kamarnya saat ini. Tak lama seorang pelayan masuk ke kamar Lucas dan memberitahukannya bahwa Ellea sudah meminta para pelayan memindahkan barang-barang Lucas ke kamar baru, kamarnya bersama dengan Marwa isterinya.


Tanpa penolakan Lucas langsung menuju kamar pengantinnya, begitu sampai pintu kamar barunya itu terbuka dan terlihat Marwa sudah berada di dalam kamarnya terlebih dahulu, dia tiduran sambil memainkan handphonenya. Lucas pun menutup pintu kamarnya.


Mendengar ada yang masuk ke dalam kamarnya, Marwa buru-buru bangun lalu duduk ditepi ranjangnya.


"Kita akan tidur bersama mulai malam ini!" kata Lucas.


"Iyo aku sudah tau mas!" kata Marwa.


"Kamu boleh menolaknya jika memang tidak nyaman!" kata Lucas.


"Aku nyaman wae! Kasurnya empuk, aku juga sudah maafkan kejadian mengganti pakaianku sewaktu di hotel itu," kata Marwa.


Belum sempat mereka lanjut mengobrol, sebuah pesan masuk ke handphone Lucas. Lucas melihat ke layar handphonenya dan membaca pesan itu.


📩You are tougher to get then the president, (kamu lebih sulit dihubungi dari presiden). Isi pesan itu dari nama kontak My.Love di handphone Lucas.

__ADS_1


__ADS_2