Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Berhenti bekerja


__ADS_3

Kedua baby sister Aiden telah sampai dengan membawakan beberapa perlengkapan Aiden selama dirawat di rumah sakit, Bude Asih, Lucas dan Marwa pun masih terus memandangi wajah Aiden yang sudah mulai tenang dengan jarum infus yang menancap satu ditangannya.


Setelah menembus jalanan sore yang sangat macet parah, akhirnya Anderson dan Ellea sampai juga di rumah sakit! Keduanya berjalan terburu-buru menuju ruangan tempat Aiden dirawat.


Klekk, pintu dibuka.


Seketika Bude Asih dan yang lainya segera menengok kearah orang yang baru saja masuk, terlihat Anderson dan Ellea yang baru saja sampai dan bergegas menghampiri Aiden.


"Kalian ini darimana saja si? Baru nyampe sekarang? Ndak habis pikir Bude sama kalian, anak kalian sampai sakit seperti ini loh, malah sulit dihubungi!" kata Bude Asih bernada marah.


"Iya Bude, tadi handphone kami laubet! Maaf, kami sudah lalai menjaga anak kami, sampai kedua kalinya harus kembali masuk ke rumah sakit," kata Anderson penuh penyesalan.


"Bude, apa kata dokter?" tanya Ellea.


"Aiden sakit DBD, trombositnya terus menurun, kalau begini terus Aiden bisa kritis kapan saja!" kata Bude Asih.


Hikssss, hikzzzzz, hikzzzzz.


Ellea langsung menangis mendengar Aiden terjangkit DBD, penyakit yang tidak bisa disepelekan dan cukup berbahaya jika tidak ditangani serius. Anderson mengelus-elus dahi Aiden dengan penuh penyesalan, seperti telah gagal menjadi seorang Ayah karena belum ada satu bulan, Aiden sudah dua kali masuk rumah sakit.


Suasana di dalam ruangan kini hening, Anderson dan Ellea terlihat merenung dan khawatir dengan keadaan Aiden. Sementara Bude Asih hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan situasi Anderson dan Ellea saat ini.


"Bude, kalian pulanglah biar aku dan Ellea yang jaga di rumah sakit!" kata Anderson.


"Wis ora apa-apa, Bude khawatir kalau pulang ke rumah nanti kepikiran Aiden," kata Bude Asih.


"Besok baru gantian Bude yang jaga Aiden," kata Anderson.


"Ya wis, tapi kalian kabarin Bude kalau ada apa-apa ya!" kata Bude Asih.


Anderson pun mengangguk, lalu Bude Asih, Lucas, dan Marwa pulang ke rumah untuk beristirahat. Hanya tersisa dua baby sister, Ellea yang masih membisu dan Anderson. Tak lama, Anderson meminta kedua baby sister Aiden untuk keluar ruangan bicara dengannya.


Akhirnya mereka meninggalkan Ellea yang masih duduk memandangi wajah Aiden.


"Ada apa Tuan?" tanya seorang baby sister.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya! Tapi sepertinya kalian sudah tidak akan saya pekerjakan lagi sebagai baby sister Aiden," kata Anderson.


"Apa Tuan?" serempak.


"Ta-tapi benar-benar menyesal Tuan, maafkan kami karena telah lalai menjaga baby Ai. Tapi berikan kami kepercayaan satu kali lagi Tuan!" ujar seorang baby sister dengan nada memelas.


"Oh tidak! Saya sama sekali tidak menyalakan kalian, atau berpikir kalian abai dengan anak saya! Begini saya memecat kalian menjadi baby sister anak saya, karena saya ingin ibunya saja yang menjaga anak saya," kata Anderson.


Sontak keputusan Anderson itu sangat membuat kedua baby sister Aiden kecewa dan sedih, mereka masih butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarganya masing-masing.


"Kalian jangan salah paham dulu! Kalian masih bisa bekerja dengan saya, hanya saja bukan menjadi baby sister," kata Anderson.


"Apa Tuan? Jadi kita tetap akan memiliki pekerjaan?" tanya seorang baby sister.


"Iya! Besok kalian datanglah ke kantor, sertakan CV kalian dan sampaikan pada resepsionis kalau saya yang merekomendasikan kalian!" kata Anderson.


"Te-terimakasih banyak Tuan! Kami pasti akan datang besok," serempak.


"Kalau begitu kalian bisa pulang sekarang dan mengemasi barang-barang kalian dari rumah saya! Biar saya dan Ellea yang jaga Ai," kata Anderson.


Kedua baby sister itu akhirnya berpamitan pada Ellea untuk pulang ke rumah. Kini hanya tinggal Anderson dan Ellea saja yang berada didalam ruangan menemani Aiden. Ellea pun mulai mengangkat wajahnya dan berusaha membuka obrolan duluan.


"Kamu istirahatlah di sofa!" kata Ellea.


"Tidak sayang! Aku ingin didekat Aiden," kata Anderson.


"Kamu jangan khawatir! Aku akan cuti beberapa hari kedepan, dan akan fokus mengurus Ai sampai sembuh," kata Ellea.


"Apa? Cuti?" tanya Anderson kaget.


"Iya, aku pasti ambil cuti kalau perlu seminggu, aku akan merawat Ai sampai betul-betul sembuh dulu," kata Ellea.


"Ellea, come on! Anak kita sudah masuk rumah sakit dua kali dalam sebulan ini! Dan kamu bilang, kamu hanya akan cuti? No, Ellea kamu berhenti kerja mulai saat ini! Dan fokus di rumah menjaga Aiden!" kata Anderson.


"Apa? Tapi kenapa? Ai sudah ada baby sister yang pagi hingga sore menjaganya lalu malam hari aku dan kamu yang akan menjaganya, kenapa kamu memintaku kembali untuk berhenti kerja?" tanya Ellea.

__ADS_1


"Ellea aku tidak ingin berdebat! Dan mulai saat ini tidak ada yang namanya baby sister, karena aku sudah memecat keduanya!" kata Anderson.


Seketika Ellea langsung bangkit dari kursi dan menatap tajam Anderson.


"Kenapa kamu memecat kedua baby sister itu tanpa bicarakan dulu denganku?" tanya Ellea.


"Untuk apa? Mau dibicarakan dulu atau tidak, keputusanku sebagai kepala keluarga tidak akan berubah," kata Anderson.


"Mereka tidak bersalah, kenapa kamu memecat mereka?" tanya Ellea.


"Ya mereka jelas tidak bersalah! Karena yang bersalah adalah kita sebagai orang tua dari Ai yang kurang memperhatikan anak kita!" kata Anderson.


"Dari tadi pembicaraan kita! Sepertinya aku paham kemana arah perkataan kamu itu, apa kamu menyalahkan aku? Apa kamu berpikir Ai sakit karena aku bekerja?" tanya Ellea.


"Anggap saja begitu!" kata Anderson.


"Kamu keterlaluan! Perlu kamu tau, Ai sakit karena gigitan nyamuk! Ketika anak kita sakit, kamu selalu saja menyalahkan aku! Oke fine, aku akan berhenti bekerja sesuai keinginanmu itu!" kata Ellea.


Anderson yang geram dengan perdebatan dengan Ellea, memilih meninggalkan ruangan untuk menghindari pertengkaran lebih jauh lagi! Dengan wajah kesal, Anderson pergi meninggalkan Ellea dan Aiden untuk meredam emosinya.


"Ya, ya, ya! Seperti biasanya kabur dari masalah!" Gumam Ellea.


Sementara itu Bude Asih, Lucas dan Marwa tiba di kediaman rumah Anderson. Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah letih.


"Marwa, Lucas! Ibu istirahat ke kamar dulu ya, jangan lupa kabarin Ibu kalau Ellea atau Anderson kasih kabar perkembangan Ai di rumah sakit!" kata Bude Asih.


"Iyo Bu! Ya wis mas Lucas juga udah kecapean kayae sampai motornya ditinggal di rumah sakit!" kata Marwa.


Bude Asih pun menuju ke kamarnya untuk beristirahat! Begitu juga dengan Marwa dan Lucas, keduanya menuju kamar mereka untuk beristirahat.


Begitu sampai di kamar! Lucas menutup pintu kamarnya! Tapi bukannya untuk istirahat, Lucas justru memeluk tubuh mungil Marwa dari belakang, lalu mulai menye sap daun telinga Marwa.


"Akhh, mas geli! Mas jangan malam ini ah," kata Marwa.


"Pakailah lingerie yang sudah kamu beli! Aku ingin melihatmu memakai itu!" kata Lucas.

__ADS_1


__ADS_2