Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Gempa dikamar Aiden


__ADS_3

Setelah mengunci pintu kamar Aiden, Anderson langsung menarik tubuh Ellea kedalam dekapan tubuh kekarnya! Keduanya saling melempar senyuman nakal, namun Ellea merasa tidak tenang jika harus melakukannya didalam kamar Aiden.


Ellea melirik kearah Aiden yang sudah tertidur lelap, namun Anderson kembali menarik dagu Ellea agar wajahnya tetap fokus menatapnya. Anderson melingkarkan kedua tangannya pada pinggul Ellea, dan menempelkan bibirnya pada pipi sebelah kanan Ellea.


"Ayolah sayang, aku menginginkanmu! Aku sudah sangat merindukan tubuhmu," lirih Anderson.


Belum sempat Ellea memberikan jawaban atas keinginan Anderson, dengan sekejap mata Anderson sudah menyumpal bibir Ellea dengan bibirnya, keduanya kini larut dalam ciuman yang liar, hingga beberapa saat Ellea mengakhiri ciuman antara keduanya.



"Aku takut Ai terbangun nanti!" kata Ellea.


"Ai tidak akan bangun, ketika bibirmu nanti berdesahh, aku akan langsung menyumpalnya sayang!" kata Anderson.


"Tidak! Ayo kita lakukan di kamar kita saja," kata Ellea.


"Aku sudah tidak bisa tahan lagi," kata Anderson.


Dengan sigap tangan kanan Anderson mulai menyeringai didalam dress abu-abu yang dikenakan oleh Ellea! Mengusap-usap pangkal paha Ellea, hingga membuatnya menggigit bibir bagian bawahnya.


"Ah, jangan lakukan!" desahh Ellea.


Bibir berkata jangan, namun sayangnya tubuh Ellea memberikan respon lain, dan sialnya tangan kanan Ellea justru mengarahkan tangan kanan Anderson agar cepat menyasar ke intinya.



"Kamu tidak sabaran sekali sayang!" lirih Anderson yang tangan kanannya dituntun oleh Ellea segera mendarat keintinya.


"Emmthhhh!" lenguh Ellea, saat tangan Anderson menyelusup ke sela-sela kain penutup intinya dan menjangkau bagian itu.


Ellea mencoba sekuat tenaga menahan agar suara-suara kenikmatan itu tidak keluar begitu nyaring, bisa berabe jika sampai suara-suara surgawi itu membangunkan Aiden.

__ADS_1


"Akhh," desahh Ellea.


Saat jari Anderson sudah masuk kedalam sana dan menggesek-gesekkan dinti miliknya.


"Sayang, tahan! Jangan terlalu nyaring, kamu bisa membangunkan Ai nanti," kata Anderson.


Dalam hati Ellea, dasar laki-laki dia tidak tau bagaimana rasanya intinya digesekkan oleh jari-jarinya yang nakal itu, rasanya Ellea tidak sanggup jika harus memendam kenikmatan yang saat ini dia rasakan.


Saat jari-jari itu sesuka hati bermain-main sesuai arahan pemiliknya. Ellea pun menutup mulutnya dengan satu tangan agar tidak keceplosan mengeluarkan erangann-erangann akibat perbuatan Anderson.


Namun sialnya, Anderson begitu sengaja mempercepat gerakan jari-jarinya didalam sana hingga membuat Ellea mendongakkan wajahnya, dan kembali menggigit bibir bawahnya.


Sementara jari-jari Anderson dibawah sana, sudah dipenuhi oleh cairan-cairan yang mengalir membasahi jari-jarinya, namun itulah yang disukai oleh Anderson! Membuat Ellea kewalahan akan kenikmatan yang ia ciptakan.


"Masukan sekarang! Aku sudah ingin sekali, aku tak tahan. Ahhh, ahhh," desahhh Ellea sungguh tidak dapat dia tahan lagi.


Kini Ellea sudah lupa jika didalam kamarnya ada Aiden yang memerlukan kesunyian untuk dapat tidur nyenyak. Namun Aiden memang anak yang berbakti sejak kecil, buktinya saja! Saat kedua orang tuanya tengah berperang dalam kenikmatan dia seolah mendukung sepenuh hati, dengan tidak terbangun sama sekali.


Anderson menarik jari-jari tangannya dari dalam sana! Terlihat sudah sangat basah, hingga Anderson dengan jahilnya menunjukkan itu pada Ellea.


"Lihatlah, kamu semakin membuatku bergai rah," goda Anderson.


"Kamu nakal," kata Ellea.


"Berbaliklah, dan raih apapun yang bisa kamu raih untuk menopang tubuhmu!" kata Anderson.


Ellea pun menurut sesuai instruksi Anderson untuk membalik posisi tubuhnya menjadi membelakangi Anderson, lalu kedua tangannya berpegangan pada lemari pakaian milik Aiden, Anderson mulai membuka celana bahan berwarna hitamnya, disusul dengan membuka kain terakhir yang menutupi rudal Rusia nya.


Anderson segera menyibakkan dress abu-abu milik Ellea, lalu dengan cekatan membuka penutup terakhir yang menutupi inti milik Ellea. Anderson tak ingin berlama-lama lagu, dia segera mengarahkan Rudal miliknya agar dapat melesak masuk kedalam inti Ellea.


Dan dengan satu kali hentakan, Anderson berhasil mengantarkan rudal miliknya tertancap disana.

__ADS_1



"Akhhhh, oh my God sayang! Ellea berdesahh kencang.


Kedua tangan Anderson meraih kedua gundukan milik Ellea yang ikut bergoyang seirama dengan gerakan pinggulnya saat ini pada tubuh Ellea, diremassnya, lalu disibikakkannya kaos Ellea agar tak menutupi lagi kedua gundukan itu, Anderson bahkan sempat membuka pengait yang menutupi gundukan kesukaannya itu.


Hingga kini, kedua gundukan itu berhasil dia remass tanpa terhalang oleh kain penutupnya, dimainkannya bagian tengah kecil, dipelintir-pelintirnya untuk mengisi kegabutam kedua tangannya! Karena yang saat ini tengah sibuk hanya pinggulnya saja yang berjibaku dibawah sana untuk menciptakan kenikmatan bagi pemiliknya.


"Oughtgt, please sayang ini nikmat sekali," erangann Anderson tak tertahankan lagi saat pinggulnya terus menghantam inti milik Ellea yang kembali merapat setelah lama tak dikunjungi oleh Rudal miliknya.


"Ughhtt I like it, Ohhhh God! Emmthhhh terus sayang, lebih cepat lagi," pinta Ellea.


"Oke sayang! Aku akan menaikkan kecepatannya," lirih Anderson.


Anderson semakin menambah kecepatannya, pinggulnya memompa bagian inti Ellea dengan sangat liar hingga membuat seluruh tubuh Ellea ikut bergoyang, kedua tangan Anderson pun dibuat semakin gemas karena kedua gundukan itu sejak Ellea melahirkan dan menyu sui Aiden, menjadi 2 kali lipat lebih besar lagi.


Anderson meremass kuat kedua gundukan itu, seperti mermasss air parutan kelapa, hingga akhirnya keduanya merasakan sesuatu dari dalam sana berdenyut mendesak ingin mencapai pada puncak kejayaan keduanya.


"Akh, aku ingin sampai sayang, oughhtgtt please sayang lebih cepat lagi," erangann Ellea semakin nyaring terdengar didalam ruangan ini.


"Oke sayang! Ahh, aku juga hampir sampai sayang, kamu memang luar biasa," eranggan panjang Anderson menjadi tanda berakhirnya pergulatan didalam kamar Aiden.


Hingga keduanya telah selesai meluapkan puncak hasratt mereka, Aiden masih tertidur lelap sama sekali tak merasakan teriakan-teriakan dan gempa bumi yang terjadi akibat goyangan kedua orangtuanya itu.


"Anak pintar! Dari kecil saja sudah sangat pengertian terhat kedua orangtuanya," kata Anderson sambil melirik Aiden yang masih tertidur.


"Ishh, kamu tuh tega banget bikin gaduh dikamar anak sendiri!" kata Ellea sambil mencubit perut rata Anderson.


"Aku tidak gaduh, kamu yang selalu buat gaduh dengan desahhhan-desahhhan kamu yang liar itu," kata Anderson lalu menge cup bibir Ellea.


Ellea dan Anderson pun mulai membenahi pakaian mereka yang sudah tidak beraturan karena gempa barusan, setelahnya rambut mereka yang sudah acak-acakan itu ikut mereka rapihkan kembali, karena tidak lucu bila keduanya keluar dari kamar bayi dan dilihat oleh para pelayan mereka dengan keadaan berantakan seperti itu.

__ADS_1


Keduanya keluar dari dalam kamar Aiden, untuk segera membersihkan diri di kamar mandi.


__ADS_2