
Hingga sore harinya Anderson benar-benar gelisah menahan hasrat terpendam yang tidak dapat ia salurkan kepada siapapun, termasuk pada isteri Anderson sendiri.
Anderson pulang ke rumahnya dan mencoba menepis bayang-bayang Ellea dari pikirannya. Sesampainya di rumah Anderson mendapati isterinya sudah duduk dan menunggunya di ruang tamu.
"Hai, suamiku sayang lama kita tidak jumpa," sapa Gea yang merupakan isteri Anderson.
Usia Gea terbilang masih sangat muda dirinya baru berusia 23 tahun, sehingga Gea masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dia kini telah menjadi seorang isteri. Tingkah Gea yang hobi menghamburkan uang, egois bahkan yang terparah tidak mau hamil karena tidak mau bentuk tubuhnya menjadi jelek membuat Anderson sudah muak kepadanya.
"Tumben kamu ingat pulang ke rumah," kata Anderson dengan santainya.
"Aku kehabisan uang dan seseorang membuatku kesal karena dia sudah berani memblokir semua credit cards aku. Tuan Anderson yang terhormat," sindir Gea.
"Jadi itu sebabnya kamu pulang dari liburan keliling dunia mu? Karena aku memblokir semua kartu mu?" tanya Anderson yang sudah geram dengan tingkah isterinya.
"Aku tidak suka basa-basi, teman -temanku sudah menunggu terlalu lama di bandara. Cepat batalkan semua pemblokiran bodoh itu," bentak Gea.
"Apa kamu tidak bisa sedikitpun menghargai aku sebagai suami kamu?" tanya Anderson.
"Menghargai kamu?" tanya Gea.
Hahahhahahha.....
"Apa ada yang lucu?" sinis Anderson.
"Kamu sangat lucu sekali tuan Anderson, apa kamu lupa bagaimana kamu merengek ketika mendiang Ayah mu meninggal lalu perusahaan mu krisis. Kamu bahkan memohon pada Ayahku agar membantu mu," kata Gea sambil tersenyum meledek.
"Aku suami mu Gea, bersikap sopan pada ku atau aku akan..!!" bentak Anderson tak meneruskan kata-katanya.
"Atau kamu akan apa? Dengar! Jangan lagi kamu bentak aku seperti tadi, kamu pikir kamu itu siapa? Kamu bisa seperti ini karena jasa Papah ku," bentak Gea.
"Aku tidak akan pernah membatalkan blokiran credit cards kamu," bentak Anderson.
"Aku akan adukan ini kepada Papah ku," teriak Gea.
"Apa kamu pikir aku takut? Bahkan perusahaan aku sekarang ini jauh lebih besar daripada perusahaan Papah mu itu. Ingat itu!" kata Anderson kemudian Anderson pergi menuju kamarnya.
__ADS_1
Gea yang kesal kemudian menyusul Anderson ke kamar dan menarik tangan Anderson.
"Kamu tidak berhak melakukan ini pada ku," teriak Gea.
"Kenapa aku tidak berhak?" tanya Anderson.
"Kewajiban suami adalah memenuhi kebutuhan isterinya, dan kamu tidak melakukan itu Anderson," teriak Gea.
"Apa kamu lupa? Kapan terakhir kamu memberikan hak ku sebagai seorang suami? Kamu ingat kapan terakhir kali aku menyentuh tubuh mu itu?" bentak Anderson.
"Aku membenci mu Anderson, aku akan bicara pada Papah agar dia bisa memberikan mu pelajaran. Camkan itu!" teriak Gea lalu pergi meninggalkan Anderson di rumah sendirian.
Begitulah Gea dia datang ke rumah ketika dia ada mau atau yang berhubungan dengan uang, sebenarnya Anderson ingin mengakhiri pernikahannya itu dengan Gea tapi Anderson terikat dengan surat perjanjian dengan Papahnya Gea, bahwa Anderson tidak boleh menggugat cerai Gea sampai kapanpun.
Gea yang sudah tersulut emosi segera pergi ke rumah Papahnya untuk mengadukan sikap Anderson pada dirinya.
George Wilson merupakan Ayah kandung Gea yang sudah tidak memiliki isteri karena isterinya meninggal ketika melahirkan Gea. George Wilson adalah pemilik KEA group yang bergerak dibidang kosmetik dulunya George adalah teman dekat Ayah dari Anderson.
"Pah,,, Papah," teriak Gea.
"Emerald Anderson itu sudah benar-benar membuat ku muak Pah, aku ingin segera menceraikannya," kata Gea.
"Tenang baby, kamu harus control emosi kamu! Jangan gegabah, jika kamu gegabah kita akan kehilangan segalanya," kata Papahnya.
"Maksud Papah?" tanya Gea.
"Tunggu sampai Papah bisa merampas perusahaan milik Anderson, baru kamu bisa menceraikannya," kata Wilson.
"Tapi Pah kita sudah cukup kaya, untuk apa kita merampas perusahaan Anderson?" tanya Gea.
"Kamu harus sabar Gea, kita harus bisa merampas perusahaan itu, karena perusahaan Papah diambang kebangkrutan saat ini," kata Wilson.
"Apa? Bangkrut?" tanya Gea.
"Iya, perusahaan kita sudah kalah dipasaran bahkan prodak baru yang kita keluarkan tidak laku semua gara-gara prodak perusahaan kompetitor kita yang lebih baik kualitasnya. Kamu harus bertahan dengan Anderson sampai Papah pikirkan cara untuk mengambil alih perusahaannya itu," kata Wilson.
__ADS_1
"Dulu Papah menolong Anderson dari kebangkrutan, kenapa sekarang Papah tidak meminta balik untuk Anderson menolong Papah saja?" tanya Gea.
"Papah tidak pernah menolongnya Gea," kata Wilson.
"Apa? Bukankah Papah menyuntikan dana keperusahaan Anderson?" tanya Gea.
"Iya tapi sebenarnya itu memang uang Ayahnya Anderson yang perusahaan kita pinjam dan sudah jatuh tempo. Saat itu Anderson masih sangat kecil jadi hanya pengacaranya, Ayahnya dan Papah yang tahu," kata Wilson.
"Jadi Anderson mau menerima perjodohan dengan ku karena Papah berhasil membohonginya Pah?" tanya Gea.
"Ya tentu saja, sebenarnya kalau saja tidak ada hitam diatas putih hutang Papah pada Ayahnya Anderson yang suratnya dipegang oleh notaris Ayahnya Anderson saat itu, tentu saja Papah tidak akan sudi membayar hutang-hutang itu," kata Wilson sambil tertawa.
Hahahhaha... Gea dan Wilson tertawa bersama.
"Dasar suami bodoh," kata Gea.
"Makanya kita harus bisa mengambil alih perusahaannya, jadi kamu harus tetap menjadi isterinya sampai Papah menemukan kelemahan Anderson," kata Wilson.
"Oke Gea setuju, tapi berikan Gea uang dulu sekarang karena Gea sangat membutuhkannya Pah," kata Gea.
"Biar Papah yang telpon Anderson untuk memberikan uang pada kamu, dia pasti tidak enak sama Papah karena dia masih selalu berpikir kalau kalau Papah dewa penolongnya," hahahhaha kata Wilson.
Sementara itu di rumah Ellea sudah siap tempur, dia memakai piyama tembus pandang, memakai parfum dan berbaring diatas ranjang menunggu Gerry yang saat ini tengah mandi.
Gerry pun keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk, Gerry melihat Ellea mengenakan piyama tembus pandang hingga cukup jelas bagian tubuh Ellea, tapi sayangnya Gerry biasa saja dan segera memakai pakaian tidurnya.
"Ger, ayo dong sini kita kan sudah lama tidak saling bersentuhan," kata Ellea yang sudah tidak sabar.
"Ellea, aku capek sekali hari ini," kata Gerry.
Kemudian selesai memakai baju Gerry langsung berbaring dan menarik selimutnya lalu memejamkan matanya, sama sekali tak melirik Ellea yang sudah tampil begitu menggoda disampingnya.
Dalam hati Ellea kenapa Gerry sampai saat ini belum juga mau melakukannya? Sampai kapan Gerry akan bersikap seperti ini dan apa yang harus aku lakukan? Sementara hasrat ku sebagai wanita dewasa dan wanita normal sudah sangat menginginkan itu.
"Tidak bisa aku harus memaksa Gerry untuk melakukannya malam ini juga." Kata Ellea berbicara sendiri.
__ADS_1