
"Kalau memang angin malam tidak bagus untukku? Apa angin malam bagus untukmu?" goda Ellea.
Anderson hanya terdiam dan belum mau bercanda dengan Ellea untuk saat ini. Namun Ellea pun tidak putus asa dia tetap mencoba mencairkan kemarahan Anderson.
"Aku janji tidak akan pernah lagi pergi ke mall! aku akan tunggu Aiden tumbuh besa dulu baru nanti aku akan menginjakan kakiku lagi di mall! Biar saja alat tempurku diranjang nantinya sobek-sobek karena kelamaan tidak diganti," kata Ellea.
Anderson yang mendengar alat tempur ranjangnya nanti akan sobek-sobek karena tidak diganti-ganti, sontak menahan tawanya!
"Kenapa kamu menahan tawa? Memang benar alat tempurku kan gampang sobek, kamu tidak ingat betapa ganasnya kamu jika diranjang?" goda Ellea.
Hahaha, Anderson pun tertawa ringan mendengar candaan Ellea. Ellea lalu mengulurkan jari kelingkingnya pada Anderson.
"Aku janji tidak akan pernah ke mall lagi! Maafkan aku please!" kata Ellea dengan nada lemah lembut.
Anderson pun tidak kuat jika harus berlama-lama mendiamkan isterinya itu! Dia lantas menyambut uluran jari kelingking Ellea, dengan jari kelingkingnya. Namun Ellea menghindar dan geleng-geleng kepala.
"Ets, pakai tangan kanan dong! Masa tangan kiri, oh lupa tangan kanannya lagi pegang rokok ya? Bisa kali dibuang aja yah!" kata Ellea.
Anderson pun tersenyum dan paham maksud isterinya agar dia tidak merokok lagi. Dia lantas membuang puntung rokok ditangannya, lalu menginjaknya agar apinya padam. Anderson segera meraih jari kelingking Ellea dan menarik ayunan Ellea dengan tangan kirinya.
Ayunan itu sontak bergoyang dan mengarah semakin dekat dengan Anderson, wajah keduanya saling tersenyum dan bertatapan. Anderson menge cup bibir ranum Ellea dengan penuh kasih sayang, keduanya mulai saling berci uman dihalaman rumah sakit.
__ADS_1
Setelah berbaikan. Anderson lantas mengajak masuk Ellea karena tak ingin Ellea sampai masuk angin berada di luar malam-malam begini. Keduanya saling bergandengan tangan dan bergelendotan satu sama lain.
Bude Asih dan kedua babysister baby Ai pun lega melihat Anderson dan Ellea sudah mesra kembali seperti sedia kala. Malam ini keduanya bergadang berada didekat Aiden. Sementara bude Asih diminta pulang oleh Anderson agar bisa tidur nyaman di rumah.
Begitu juga dengan Lucas yang pukul sembilan malam begini baru menyelesaikan pekerjaannya! Lucas yang melihat Marwa masih tertidur pulas, sampai tak tega membangunkannya. Lucas lantas menggendong Marwa keluar dari ruangan kerjanya, sampai menaiki lift dan turun ke lantai bawah.
Meskipun lelah ditambah menggendong tubuh Marwa yang lumayan berat meski tubuhnya kecil, Marwa makannya banyak! Jadi tidak heran jika digendong berasa beratnya. Sampai di mobil, Lucas mendudukkan Marwa secara pelan-pelan agar dia tidak terusik.
Setelah meletakkan Marwa dikursi depan, Lucas juga memasangkan safety beltnya pada Marwa agar aman berkendara! Beres dengan urusan kantor, Lucas segera tancap gas menuju rumah. Sambil sesekali mengelus-elus dahi Marwa sambil mengemudikan mobil.
Sesampainya di rumah para security langsung menghampiri Lucas, bermaksud untuk membantunya menggendong Marwa. Namun Lucas menolak karena tak ingin wanitanya sampai disentuh oleh orang lain.
Dia memilih menggendong Marwa masuk ke dalam rumah sendiri. Di waktu yang sama, mobil yang mengantarkan pulang bude Asih tiba, dan melihat Marwa digendong oleh Lucas. Bude Asih hanya tersenyum melihat Lucas begitu memanjakan puterinya.
Tengah malam Marwa terbangun, dan melihat sekelilingnya bukan lagi ruangan kerja Lucas di kantornya, melainkan kamar mereka berdua.
"Loh kok bisane aku wis ning kene?" Marwa mencoba mengingat-ngingat lagi.
Akhirnya dia ingat kalau dia sangat ngantuk ketika menunggu Lucas mengerjakan pekerjaannya, dan tertidur. Marwa pun berpikir berarti Lucas lah yang menggendongnya sampai di sini. Sontak dia pun senyum-senyum sendiri lalu melirik kearah Lucas.
"Duh mas, sampean itu loh sweet banget deh! Aku jadi makin cinta karo sampean!" Kata Marwa yang hatinya tengah berbunga-bunga saat ini.
__ADS_1
Namun Marwa dikejutkan oleh pakaian seragamnya yang saat ini sudah berganti dengan pakaian tidur! Marwa segera menatap sinis Lucas yang tengah tertidur pulas.
"Dasar kadal bunting! Bisa-bisane kamu memanfaatkan keadaan mas! Mencari kesempatan dalam kesulitan iki namanya! Jangan-jangan aku dinodai dulu baru digantikan pakaianku." Ujar Marwa, lalu dia pun mengayunkan tangannya hendak membogem Lucas.
Tapi Marwa berpikir lagi, untuk apa dia memukul Lucas karena telah menggantikan pakaiannya! Toh Lucas adalah suaminya sendiri, dan lagi dia sudah mencicipi setiap inci tubuhnya. Marwa pun kembali tersenyum dan garuk-garuk kepala padahal tidak gatal. Lalu melanjutkan tidurnya kembali.
Hari-hari berlalu! Tiba waktunya Ellea kembali lagi bekerja di kantor bersama dengan Anderson, dan menjadi Sekertaris pribadinya! Sama saat pertama kali Ellea mengenal Anderson dulu. Rasanya lega bisa bekerja kembali, menghilangkan kejenuhan sekaligus bisa menjaga Anderson dari wanita lain.
Para karyawan bahkan menyambut kedatangan Ellea kembali ke kantor ini. Teman-teman lama Ellea satu persatu datang untuk sekedar memberi ucapan selamat datang kembali. Ada yang memberi Ellea boneka, ada yang memberi Ellea permen lolipop, ada juga yang memberikan kopi hangat untuk Ellea.
Kedatangan Ellea membuat kantor semakin ramai dengan keakrabannya dengan par staff biasa maupun yang sudah memiliki jabatan penting di kantor ini. Ada satu orang yang benar-benar gembira melihat kedatangan Ellea kembali hingga dia memesan bucket bunga mawar merah yang sangat besar lalu meletakkannya di meja kerja Ellea.
Siapa lagi kalau bukan sang mantan suami Ellea, yaitu Gerry. Dibucket bunga mawar itu terselip selembar kertas ungkapan kerinduan Gerry terhadap Ellea, saat tengah asik membaca kertas di kata-kata itu! Anderson datang lalu segera merobek kertas yang bertuliskan kata-kata romantis itu.
"Sampah!" celetuk Anderson lalu membuang kepingan kertas itu ke lantai dan menginjaknya.
"Cie jealous nih ceritanya suami aku!" goda Ellea.
"Mana sini bunganya!" pinta Anderson.
Ellea pun segera memberikan bucket bunga mawar merah yang cantik itu ke tangan Anderson, dia engga melihat suaminya marah jika menyimpan bunga pemberian dari Gerry. Anderson memiliki ide brilian untuk membuat Gerry kesal.
__ADS_1
Dia lantas mengambil kertas memo lalu menuliskan sesuatu kalimat dikertas itu! Setelah selesai menyelipkan kertas di bucket bunga itu, Anderson lantas pergi meninggalkan Ellea menuju ruangan para staff biasa di lantai lima belas.
Di sana, Anderson mencari-cari seseorang yang dia pikir layak untuk mendapatkan bunga mawar merah itu. Dengan senyum sumringah Anderson menghampiri seseorang.