Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Mencetak anak


__ADS_3

Sore harinya pertemuan antara Lucas dan pimpinan Mouza company baru berakhir, tentunya dengan hasil yang sangat memuaskan! Perusahaan Anderson group Akhirnya kembali mendapatkan tander besar, dan itu artinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Lucas, karena mampu meyakinkan klien untuk sama dengan Anderson group.


Lucas memutuskan untuk segera pulang ke rumah karena yakin Marwa pasti sudah menunggu kepulangannya! Ditengah perjalanan, Lucas mampir ke toko coklat, dia berniat membelikan Marwa coklat yang sangat besar, Lucas berpikir wanita mana yang tidak senang bila dibelikan coklat besar ditambah lagi Lucas juga ingin membelikan boneka panda yang sangat besar untuk Marwa, namun sayang toko tersebut kehabisan boneka panda yang tersisa hanya tinggal boneka babi saja.


Akhirnya dengan terpaksa, Lucas yang sangat ingin membelikan boneka besar itupun, akhirnya membeli boneka babi itu, terlihat cukup lucu, Marwa pasti akan menyukai boneka babi itu.


Begitu selesai dikemas, Lucas segera kembali ke dalam mobil dengan coklat besar dan juga boneka babi super besar itu, lalu kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah.


Sementara itu di rumah, Marwa baru selesai mandi, dia kemudian duduk di depan meja rias untuk merias wajahnya tipis-tipis!


"Mas Lucas kemana si? Wis sore ngene loh, tapi belum sampe rumah! Bikin khawatir aja!" Gumam Marwa, sembari memakai bedak di wajahnya.


Selesai merias diri dengan memakai bedak dan lipstik berwarna merah muda, tak lupa Marwa menyemprotkan parfum disekujur tubuhnya, agar ketika Lucas pulang, Lucas akan senang melihat isterinya sudah segar, cantik, dan wangi.


Marwa pun keluar dari kamarnya karena bosan berada di kamarnya tanpa Lucas disampingnya. Marwa menuju ruangan keluarga, rupanya di sana ada Bude Asih tengah menimang Aiden.


"Bu, mba Ellea karo mas Anderson kemana toh?" tanya Marwa.


"Itu Ellea lagi nemenin Anderson ke acara teman kerjanya! Jadi Ai sama nne ya nak," kata Bude Asih.


"Ututuuutu kacian Ai ndak punya temen main ya? Nanti onty Marwa bikinin teman main ya buat Ai," kata Marwa.


"Bikin, bikin emange kamu pikir bakwan opo dibikin," kata Bude Asih.


"Ya opo toh! Intine emang dibikin! Yang bikin aku karo mas Lucas," kata Marwa


Aiden pun tersenyum mendengar perkataan Marwa, seolah mengerti percakapan terlarang yang bergerilya dikedua telinga bayi mungil itu.


"Tuh Bu, Ai senyum! Seneng ya Ai, nanti onty bikinin temen yang banyak buat Ai," kata Marwa sambil terus tertawa kecil, menggoda Aiden.


"Ih bocah gendeng! Wis to, jangan ngomong bikin-bikin anak didepan bayi, ternodai iki kuping si Ai," kata Bude Asih.


Tak lama kemudian, terdengar suara mobil yang baru sampai di halaman rumah. Lucas segera turun dari mobil dengan coklat super besar ditangannya, dan juga boneka babi besar yang sangat lucu.


__ADS_1


Lucas masuk ke dalam rumah dan berjalan hendak menuju ke kamarnya! Meski sedikit keribetan karena membawa coklat besar dan boneka sebesar itu untuk Marwa, namun Lucas masih bisa tersenyum karena tak sabar memberikannya pada Marwa.


Para pelayan sampai menawarkan diri untuk membantu Lucas membawakan coklat dan boneka besar itu, pelayan melihat boneka itu bahkan sampai menutup tubuhnya sendiri! Tapi Lucas menolak dan lebih memilih untuk membawa coklat dan boneka itu sendiri.



Para pelayan bahkan sampai ikut senyum-senyum sendiri melihat Lucas membawa boneka dan coklat, Lucas yang terkenal cuek dan bicara seperlunya itu, rupanya bisa juga bertindak romantis pada Marwa si gadis dibawah umur yang kini menjadi isterinya itu.


Baru sampai di ruangan keluarga, Lucas mendapati Marwa dan Bude Asih tengah memomong Aiden.


Lucas pun segera menghampiri Marwa dan Bude Asih, Marwa yang melihat Lucas baru saja tiba dan membawa coklat dan boneka babi besar ditangannya! Segera menyambutnya dengan senyuman.


"Mas, kamu baru sampai? Opo iki?" tanya Marwa.


"Hmm, ini untukmu!" kata Lucas sambil memberikan coklat yang super besar dan juga boneka babi lucu itu untuk Marwa.


"Ya ampun mas, iki boneka babi kan mas? Mas aku wedi mas, aku paling takut babi," kata Marwa lalu menjauh dari boneka babi itu.


"Apa? Kamu takut babi? Ta-tapi ini kan bukan babi beneran," kata Lucas.


Hahahaha Lucas pun sedikit tertawa mendengar Marwa pernah diseruduk oleh babi beneran.


"Mas ih, kok malah ketawa si! Aku beneran takut heh mas," kata Marwa.


"Ya udah ini untuk Aiden aja nanti! Kamu ambil coklatnya aja!" kata Lucas.


"Ya wis, lagi mas Lucas pie si! Moso ngasih cewek boneka babi, tapi makasih banyak ya mas aku terharu banget," kata Marwa.


"Iya sama-sama!" singkat Lucas.


"Ya wis Marwa kamu ajak suamimu ke kamarnya istirahat," kata Bude Asih.


"Njeh Bu! Ai onty arep cetak temen main untuk Ai dulu ya!" kata Marwa yang masih saja iseng menggoda Bude Asih dan Aiden.


"Cetak?" tanya Lucas bingung.

__ADS_1


"Dih bocah gendeng!" kata Bude Asih sambil geleng-geleng kepala.


"Bu, aku ke kamar dulu!" kata Lucas.


"Iya nak!" kata Bude Asih.


Marwa dan Lucas berjalan menuju kamar mereka sambil membawa coklat besar yang tadi dibeli oleh Lucas. Sesampainya di dalam kamar, Lucas langsung menutup pintu kamarnya! Lalu menarik tangan Marwa, hingga membuat Marwa berhenti berjalan.


"Hei jelaskan maksudnya apa tadi?" kata Lucas.


"Maksud opo toh mas?" tanya Marwa.


"Mencetak teman main Aiden? Artinya apa?" tanya Lucas sengaja memancing Marwa.


"Iya mas! Aku wis mutusin karo ibuku, kalau aku ndak akan KB, jadi kamu bebas cetak teman main Aiden sekarang," kata Marwa sambil malu-malu.


"Sumpah? Demi apa?" tanya Lucas dengan raut wajah sangat ceria dan tak percaya.


"Iya mas! Lagian kan kamu sedang urus perpindahan sekolah aku jadi home schooling, jadine ndak masalah kan kalau aku hamil, toh aku sekolah ning umah," kata Marwa.


"Yes, yes, yes! Kamu engga akan menyesal kan dengan keputusan kamu?" tanya Lucas.


"Ndak mas, aku wis yakin ingin secepatnya jadi ibu untuk anak-anakmu," kata Marwa.


"Marwa aku sangat senang dengan keputusan kamu! Aku tau nantinya jika kamu hamil dan punya anak, itu tidak akan mudah karena kamu baru berumur lima belas tahun! Tapi kita pasti bisa merawat anak kita sama-sama," kata Lucas.


"Njeh mas! Aku yakin nanti mas Lucas pasti akan bantu aku untuk urus anak kita sama-sama, jadi aku ndak khawatir jika jadi mahmud alias mama muda," kata Marwa.


Lucas pun langsung memangku tubuh Marwa saking senangnya mendengar kabar ini! Lucas kemudian berputar-putar sambil terus memangku tubuh Marwa saking senangnya.


"Mas, aku pusing mas, berhenti puter-puternya!" teriak Marwa.


"Ye, aku akan segera memiliki keturunan!" teriak Lucas sambil terus berputar-putar.


Hahahhahaha...

__ADS_1


__ADS_2