Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Hantu Wanita kecil


__ADS_3

Keesokan harinya seorang pelayan dari rumah beserta 3 orang calon baby sister yang akan membantu Ellea merawat bayinya, sudah bersiap untuk pergi menuju rumah sakit dengan diantar oleh salah satu supir Anderson.


Anderson yang setiap harinya tak pernah mau beranjak pergi dari sisi Ellea, senantiasa membantu Ellea sendiri tanpa bantuan pelayan dari rumahnya untuk menyuapi Ellea makan, menggendong Ellea saat ke toilet! Pagi ini Dokter kembali memberikan obat agar luka bekas operasi caesar Ellea cepat kering dan Ellea bisa beraktivitas seperti biasanya.


Ketiga Calon baby sister itu ditemani oleh seorang pelayan dari rumah Anderson sampai di rumah sakit! Mereka segera menuju ruangan Ellea.


"Ingat ya! Kalian harus memiliki attitude yang baik dihadapan Tuan Anderson, karena beliau itu sangat menyayangi isteri dan bayinya jadi salah sedikit saja! Tamatlah riwayat kalian!" ujar pelayan Anderson pada ketiga calon baby sister itu.


"B-baik, kami akan sangat berhati-hati dalam bicara, bersikap maupun menjaga Ade bayinya," kata mereka.


"Oke, kita masuk sekarang ya! Kalian akan diinterview langsung oleh Tuan Anderson, kalau cocok, hari ini juga kalian akan dipekerjakan," kata pelayan itu.


Tokk, tokk, tokk.


"Masuk!" kata Anderson.


Pelayan dan para calon baby sister pun segera masuk setelah mendapat perintah Anderson.


"Tuan ini ke tiga orang calon baby sister dengan akreditas terbaik dari yayasan khusus yang Anda pesan!" ujar pelayan.


"Hah? Tunggu, anak kita ini kan satu yah. Kok ini ada 3?" tanya Ellea bingung.


"Malah aku mintanya 5 loh, karena yang bagusnya baru ready 3 ya sudah seadanya dulu," kata Anderson.


"Tapi kenapa harus lebih dari satu?" tanya Ellea.


"Sayang, memang perlu lebih dari satu. Yang pertama ada yang khusus untuk memandikan dan menyiapkan pakaian anak kita, yang kedua khusus untuk memomong anak kita, dan yang ketiga orang yang khusus mencuci botol dan pakaian bayi kita," kata Anderson.


"Tapi kan!" bantah Ellea.

__ADS_1


"Stop! Aku melakukan ini semua agar kamu engga kecapean mengurus anak kita sendirian saat aku sedang berada di kantor! Ya sudah, aku akan mulai mewawancarai mereka, kamu santai saja dulu," kata Anderson.


Pelayan pun sampai tersenyum melihat betapa posesivenya Anderson untuk hal anak dan isterinya. Sementara Ellea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap suaminya.


"Anderson memulai wawancara para babysister muda-muda itu di ujung sofa sana. Sementara Ellea dan pelayan menyimak saja dari kejauhan.


"Nona! Anda adalah wanita paling beruntung di dunia ini! Lihat Tua Anderson sampai mewawancarai calon-calon baby sister itu sendiri," kata pelayan.


"Iya! Kamu benar, bahkan setiap hari aku semakin jatuh cinta padanya, aku beruntung dan aku ingin sekali selamanya bersama Anderson," kata Ellea.


"Itu pasti Nona! Tuan tidak mungkin mengecewakan Anda," kata pelayan.


"Ngomong-ngomong, Lucas dan Marwa di mana mereka?" tanya Ellea.


"Tadi mereka tengah sarapan bersama! Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai di sini!" kata pelayan.


Di kediaman Anderson Lucas dan Marwa baru selesai sarapan! Mereka akan segera berangkat menuju rumah sakit, namun sekertaris pribadi Lucas menelpon dan mengatakan bahwa meeting pagi ini akan segera dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan keinginan Lucas bahwa meeting dilakukan secara virtual.


Kamera pun sudah on dan akan segera memulai meeting. Marwa yang sejak tadi sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit, mencari keberadaan Lucas dan bertanya pada pelayan di rumah. Setelah mengetahui bahwa Lucas tengah meeting secara virtual di ruangan kerja Anderson, Marwa pun penasaran dan pergi menemui Lucas.


Tokk, tokk, tokk, pintu diketuk pelan.


Lucas tidak memberikan jawaban karena sedang fokus pada meeting. Tak sabar, Marwa pun masuk langsung ke dalam ruangan Anderson. Dilihatnya Lucas tengah melakukan presentasi didepan layar laptopnya dan sama sekali tak melirik keraah Marwa.


Marwa pun tidak menggangu kelancaran meeting Lucas, dia memilih duduk di sofa samping Lucas namun tidak tertangkap kamera laptop. Lucas tidak menoleh sedikitpun, dia terlihat sibuk menjelaskan berkas yang saat ini berada digenggaman tangannya pada beberapa klien yang juga ikut meeting virtual pagi ini.


"Oh sebentar! Detailnya saya rasa ada diberkas saya yang lain! Mohon menunggu," kata Lucas pada meeting tersebut.


Lucas beranjak untuk mencari berkas lainya yang tertinggal dimeja kerja milik Anderson. Saat Lucas tengah mencari berkas tersebut, Marwa iseng lalu wajahnya nongol dilayar laptop milik Lucas secara sepintas, Marwa tersenyum dan mengangkat sebelah alisnya lalu mengedip-ngedipkan sebelah matanya pada kamera dilayar laptop yang masih on.

__ADS_1


Sontak orang-orang yang terlibat dalam meeting itu pun tercengang dan saling mengobrol, siapa gerangan gadis belia yang bertingkah konyol seperti itu di kamera Lucas.


Marwa kembali kalem dan berpura-pura memainkan handphonenya, setelah Lucas kembali ke sofa dengan membawa berkas yang dia butuhkan. Lucas mendengar kegelisahan dari para klien yang tergabung dalam meeting ini.


"Ada apa ya?" tanya Lucas.


"Itu Pak Lucas, sepertinya saya melihat beberapa detik penampakan dilayar kamera Anda tadi," ujar salah seorang klien.


"Penampakan? Seperti apa?" tanya Lucas terheran-heran.


"Wanita, tapi hantu kecil kayanya, karena kita semua melihat sepintas saja! Tapi kok kaya cantik," ujar seorang klien.


"Tapi saya tidak melihat apapun!" ujar klien lain yang sepertinya dia sedang lengah tadi jadi tidak sempat melihatnya.


"Hantu kecil wanita, cantik?" kata Lucas.


"Pak Lucas, sepertinya rumah Pak Anderson itu harus dijampi-jampi dulu! Hantu wanita kecil itu pasti mengincar baby yang baru lahir, makanya tadi dia menampakan wujudnya," ujar salah seorang klien itu.


Di samping Lucas! Marwa terlihat *******&***** tangannya karena kesal dibilang hantu. Lucas yang melirik kearah Marwa, kini tau siapa hantu kecil wanita yang sudah meresahkan itu.


"Oh iya Anda benar Pak! Memang hantu wanita kecil itu kerap meresahkan, nanti saya akan ikat dia diatas ranjang saya biar tidak bisa lepas," ledek Lucas.


"Wah iya itu! Tapi kalau hantunya cantik begitu si! Habis diikat jangan lupa dicicipi langsung Pak Lucas, bukan begitu?" ujar seorang klien.


Hahahhahaha semua orang yang terlibat di meeting virtual itu pun tertawa termasuk Lucas.


"Anda benar Pak! Saya pun sudah tidak sabar untuk mencicipinya," ledek Lucas.


"Dasar wong mesum kabeh!" celetuk Marwa.

__ADS_1


Niat hati Marwa mau becandain Lucas, malah dirinya sendiri yang kena bully sama mereka semua.


Hai jangan lupa Like nya ya☺️🙏


__ADS_2