Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Mencelakai


__ADS_3

Di dalam kamarnya Gea terus termenung memikirkan perasaan yang mulai resah dengan kemesraan Anderson dengan isteri keduanya itu, disisi lain Gea juga bingung kenapa perasaan ini malah muncul begitu terlambat.


"Ah sial!! Sebenernya kenapa hati ku terus menerus memikirkan Anderson saat ini, apa aku cemburu melihat suami yang tidak pernah aku cintai selama ini bermesraan dengan isteri keduanya?? Ini pasti gara-gara aku sudah dicampakkan oleh Axel, sehingga hati ku mulai terbuka untuk Anderson. Tapi kalau dipikir-pikir Anderson selalu menjadi suami yang baik selama ini, ini semua gara-gara hasutan Papah aku jadi tidak mencintai Anderson sejak kami menikah tiga tahun silam." kata Gea berbicara sendiri di atas ranjangnya.


Keesokan harinya Ellea dan Anderson bersiap untuk berangkat ke kantor bersama, namun ada yang sangat berbeda dari cara berjalan Ellea yang seperti kesulitan untuk merapatkan kakinya saat melangkah berjalan, Ellea berjalan perlahan dan berada dibelakang Anderson.


Anderson yang sadar dengan sikap aneh isteri keduanya itu kemudian menengok kearah belakang, dilihatnya Ellea berjalan pelan dan sedikit tidak nyaman. Sampai didepan mobil Anderson langsung menegur Ellea.


"Apa kamu akan berjalan terus seperti itu?" tanya Anderson sembari mengamati area sensitif isterinya itu.


"Memangnya kenapa?? Kamu pikir ini sudah sembuh," ketus Elle.


"Kenapa nada bicara mu seolah kesal terhadap ku?" tanya Anderson.


"Lalu apa aku harus berusaha terlihat baik-baik saja? Memang kau lah tersangka utamanya!" kesal Ellea.


Sontak para pelayan serta beberapa anak buah Anderson menahan tawa geli mereka mendengar perkataan Ellea soal tragedi kemaren siang hingga malam itu.


"Kamu memang tidak bisa pelankan suara mu itu, Ellea!" kata Anderson sembari menahan wajah malu dihadapan para pelayan dan anak buahnya.


"Kenapa Tuan Anderson yang perkasa?? Apa kamu lupa bagaimana kemarin siang sampai malam kamu menerkam ku tiada henti! Sampai-sampai aku melewatkan makan malam ku karena kebuasan mu!" ledek Ellea.


Hahahhaha........para pelayan dan anak buah Anderson tertawa. Perkataan Ellea yang semakin menjadi itu membuat para pelayan dan juga anak buah Anderson tak bisa lagi menahan tawa mereka.


"Ellea!!" teriak Anderson yang sudah terlanjur malu.


"Apa?" tanya Ellea.


"Sebaiknya kamu hari ini tidak usah ke kantor dulu!! Aku tidak mau menjadi tertawaan orang banyak lagi!" perintah Anderson.


"Asikk, yes, yes kalau begitu apa boleh aku menghabiskan hari ini dengan Ayah dan Ibu ku?" tanya Ellea.


"Ya baiklah, nanti anak buah ku akan mengawal mu," kata Anderson.


Tak lama Gea muncul dengan berpakaian layaknya seorang sekretaris, tumben sekali Gea tidak kabur-kaburan lagi dari rumah sehingga pagi-pagi begini Gea menampakkan wujudnya.

__ADS_1


"Pagi suami ku," sapa Gea sambil tersenyum lalu menggandeng Anderson dihadapan Ellea.


Ellea yang melihat itu merasa kesal, namun tak berlangsung lama karena Anderson langsung melepaskan tangan Gea.


"Mau apa kamu?" sinis Anderson.


"Aku akan bekerja di kantor mulai hari ini, gimana kita bisa setiap saat bertemu, kamu senang kan?" tanya Gea sembari tersenyum pada Anderson.


"Yang ada kerjaan kantor buyar semua," ledek Ellea.


"Diam kamu pela cur!!" kecam Gea.


"Sekali lagi kamu mengatakan Ellea seperti itu. Aku akan mengusir mu dari rumah ini!" kata Anderson.


"Ya ya ya, barang baru maklum masih disayang nanti juga ga lama lagi bakalan ditendang," kata Gea.


"Daripada menendang barang seperti aku, lebih baik membuang parasit seperti kamu!" kesal Ellea.


"Kamu!!" bentak Gea sembari melotot.


Gea pun mengintip Anderson dan ikut masuk ke mobil dan duduk di jok belakang samping Anderson, sepanjang perjalanan Gea tak henti-hentinya membicarakan banyak hal pada Anderson, sayang sekali usahanya sama sekali tidak efektif karena Anderson justru sibuk menelpon kesana kemari dan mengurus beberapa email yang masuk masalah pekerjaannya di iPad miliknya.


"Apa kamu harus sebegitunya menghindari pembicaraan ku dengan mu?" tanya Gea.


"Sudahlah Gea, tak ada gunanya," kata Anderson.


"Mulai sekarang aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu, aku juga ingin segera hamil oleh mu," Rayi Gea.


Anderson hanya menyelipkan senyum sinisnya dan enggan menanggapi perkataan Gea.


Sesampainya di kantor Anderson meminta Lucas untuk ikut mengawal Ellea dengan beberapa anak buahnya yang lain, sementara nanti Anderson akan meeting dengan klien pentingnya di kota B, dengan hanya satu pengawal da satu supir saja, karena Anderson takut Ellea akan dicelakai oleh anak buah George maka pengawalan untuk Ellea harus super ketat.


Sementara di kediaman George Wilson seorang anak buahnya memberikan kabar yang disampaikan oleh Mr X tentang rencana Anderson akan pergi meninggalkan kantor siang ini.


"Sian Tuan, Mr X sudah memberikan kabar untuk rencana kita, siang ini pukul 12.00 Anderson akan menuju kota B dengan hanya didampingi satu pengawal dan satu supir saja!" kata anak buah George.

__ADS_1


"Bagus, segera kamu suruh supir mobil truk untuk standby. Kamu sudah siapkan rute yang cocokkan untuk mengantarkan Anderson menyusul Ayah dan Ibunya?" tanya George.


"Sudah Tuan, tapi,,,," anak buah George ragu untuk meneruskan pembicaraannya.


"Ada apa? Katakan saja!" kata George Wilson.


"Masalahnya Puteri Anda, nona Gea dia sepertinya akan ikut dengan Anderson dan berada dalam satu mobil dengannya," ujar anak buah George.


Sejenak George berpikir dan tidak langsung menjawab, mengingat anaknya justru akan ikut celaka jika rencana ini diteruskan.


"Tak masalah, lakukan sesuai rencana ku buat seolah-olah supir truk mengantuk sehingga menabrak mobil yang ditumpangi Anderson," kata George.


"Tapi!! Bagiamana jika Puteri Anda ikut tewas Tuan?" tanya anak buah George.


"Mungkin ini saatnya dia berbakti sebagai anak untuk ku, dengan begitu semua harta Anderson akan jatuh ketangan ku," kata George sambil tertawa terbahak-bahak mengingat keberhasilannya didepan mata.


"Baik Tuan kalau begitu, saya akan urus semuanya sampai beres," kata anak buah George yang langsung pergi.


"Sebentar lagi aku akan tiba kemenangan untuk ku, Anderson group akan menjadi milikku. Tapi sebenarnya siapa Mr X itu? Kenapa dia selalu membantu rencana ku agar berjalan mulus


" Kata George Wilson berbicara sendiri.


Siang harinya Anderson akan meeting dengan kliennya di luar kota, Gea yang sudah berusaha so asik terus menempel pada Anderson berharap mendapatkan perhatian dari Anderson.


"Aku akan meeting di luar kota," kata Anderson.


"Tak masalah aku akan ikut dengan mu," kata Gea.


"Terserah lah, aku males berdebat dengan mu," kata Anderson.


Anderson, Gea dan seorang pengawal masuk ke dalam mobil dan bersiap menempuh perjalanan 2 sampai 3 jam perjalanan, sampai setengah perjalanan berlalu mobil yang ditumpangi Anderson dan Gea serta anak buah dan supirnya masih baik-baik saja dan melaju dengan kecepatan sedang.


Di ujung jalan terlihat seorang pria menelpon dan menyampaikan mobil Anderson sudah mulai terlihat.


"Lapor, target sudah mendekat. Siap-siap eksekusi!!" ujar pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2