
Ellea pun segera menyusul Anderson yang tengah berada didalam kamar mandi. Ellea menerobos masuk ke dalam kamar mandi tanpa menanyakan boleh tidaknya ikut mandi sekalian pada Anderson, percuma juga bertanya, karena sudah pasti kata 'ya' yang akan diucapkan oleh para suami siapapun itu jika isterinya meminta untuk mandi bersama.
"Ellea, kamu mau ikut mandi bersamaku?" tanya Anderson.
"Menurutmu?" kata Ellea sambil tersenyum nakal, lalu melepaskan seluruh pakaiannya, dan langsung menceburkan diri kedalam bathtub tempat Anderson berendam.
"Baiklah baby! Kamu duluan yang mengantarkan sendiri tubuhmu padaku!" kata Anderson, yang langsung gercep memeluk tubuh Ellea.
"Hei hentikan! Nanti kita telat, sudah kesorean nih," kata Ellea.
"Secelup dua celup saja!" kata Anderson.
"Tidak, pokoknya aku tidak mau melewatkan pemandangan sunset sore ini, kamu itu tidak mungkin hanya secelup dua celup, pasti akan nambah terus sampai malam hari," kata Ellea sambil berusaha melepaskan pelukan Anderson.
"Oh God! Padahal rudalku sudah meronta-ronta, peganglah!" kata Anderson.
"Baiklah, hanya pegang ok," kata Ellea.
Anderson merasakan tangan Ellea sudah menyentuh rudal miliknya didalam sana! Terasa geli, sedap, dan mengandung listrik karena mampu menyengat kesekujur tubuhnya.
"Oughhhtttttt sit, baby kamu membuatku semakin tidak kuat menahan!" lirih Anderson.
"Sudah," kata Ellea, mengakhiri pijatan-pijatannya dibawah sana.
"Ohhh, sayang kamu kejam sekali membiarkan aku gelisah!" kata Anderson.
Ellea pun hanya tertawa ringan sambil terus membalurkan sabun ketangan dan tubuhnya. Keduanya selesai mandi, lalu berpakaian santai untuk kemudian pergi ke halaman belakang vila, yang juga halaman belakang kamar mereka.
Rupanya Lucas dan Marwa sudah duduk dipinggir kolam renang sambil mengobrol, sementara bude Asih dan beberapa pelayan tengah mempersiapkan alat-alat dan juga bahan-bahan untuk nanti malam barbequean.
Tak terlihat dimana Aiden berada, kedua susternya pun masih belum terlihat! Padahal sunset akan segera muncul karena hari sudah sangat sore. Angin bertiup kencang, dan suara hantaman ombak di pantai dekat vila nyaring terdengar, pantai yang berada di belakang vila pun sangat jelas, karena jaraknya yang cukup dekat! Hamparan pasir pantai, dan air yang membentang luas didepan mata, betul-betul panorama indah yang wajib sekali untuk dijadikan tempat berlibur.
Kebetulan cuaca sore ini cerah, biasanya hujan seringkali mengguyur setiap sore hingga malam hari! Kali ini beruntung sekali karena tidak hujan, hanya ada angin sore sejuk yang mengapa.
"Marwa! Aiden belum kemari sama susternya?" tanya Ellea.
"Belum mba! Tadi si mereka jalan ke taman depan villa," kata Marwa.
__ADS_1
"Ya sudah aku yang susul aja!" kata Anderson.
"Oke, aku mau ambil foto pemandangan di sini dulu!" kata Ellea.
Ellea pun memotret suasana di sore hari villa milik suaminya itu! Terlihat juga Marwa yang turut difoto menggunakan handphone milik Lucas, walaupun Lucas sendiri tidak suka terlalu banyak foto-foto, menurutnya tidak terlalu penting dengan isi galeri handphonenya.
"Mas, lagi toh mas! Moso sekali tok! Lagian ya, di handphone mas Lucas kan ndak ada fotoku sama sekali," kata Marwa.
"Memang untuk apa mengambil foto banyak-banyak! Wajah kamu pun tidak berganti, masih tetap sama seperti itu!" kata Lucas.
"Ih kamu tuh ndak gaul! Nanti kan aku bisa ubah-ubah gaya mas, tadi kan jariku yang aku angkat, nah abis ini beda lagi!" kata Marwa.
"Enggak, enggak!" kata Lucas yang tidak mau lagi mempotret Marwa.
"Ihh mas, aku mau galeri handphonenya kamu banyak foto-fotoku, jadi kalau kamu lagi kerja terus kangen sama aku! Kan bisa kamu ciumm-ciumm fotoku!" kata Marwa.
Tak ingin Marwa terus merengek! Lucas pun segera menuruti permintaannya untuk kembali mempotret Marwa dengan sejuta gaya lenjeh bin alaynya. Marwa berpose dengan lidah memelet, ada juga dengan memanyunkan bibirnya, ada juga yang sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Lucas sampai dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah isteri kecilnya itu.
"Mana mas, sini-sini aku mau lihat hasil-hasil fotone!" kata Marwa.
Lucas pun memberikan handphonenya pada Marwa, membiarkannya untuk melihat-lihat fotonya sendiri.
Lucas pun sampai menepok jidatnya, dan tak habis pikir betapa ribetnya kaum hawa, namun karena rasa cintanya terhadap Marwa, Lucas tidak keberatan untuk kembali memotret isterinya itu.
Setelah beberapa kali jepretan, Marwa meminta untuk melihat kembali hasil fotonya.
"Ya ampun mas! Kok aku di sini kaya bogel gini si mas, kamu ngambilnya agak bawahan dong mas, terus iki masa pipiku kaya gede gembip gini loh," kata Marwa yang kembali tak puas dengan hasil foto yang dilakukan Lucas.
"Ini udah bagus! Udah cantik kok," kata Lucas.
"Ulang maning pokoknya!" kata Marwa.
Setelah melakukan beberapa puluh kali jepretan, barulah Marwa merasa puas dengan hasil fotonya, dan tersenyum gembira melihat hasil foto-fotonya. Tak berselang lama, Anderson datang dengan kedua baby sister Aiden.
Dan matahari sudah mulai akan terbenam diujung pantai sana. Matahari yang berwarna kekuning-kuningan cenderung merah menjadi perpaduan keindahan sunset yang bisa dilihat dari villa ini dengan begitu jelas.
__ADS_1
Anderson dan Ellea pun sangat takjub bisa melihat sunset seindah ini! Biasanya Anderson tak terlalu mengamati keindahan sunset di villa miliknya ini, tapi semenjak menikah dengan Ellea, setiap hari apapun keindahan yang terjadi dalam setiap detiknya, dia merasa berkali-kali lipat terasa jauh lebih indah.
"Waw, cantik banget!" kata Ellea sambil memandangi sunset yang sudah setengah terbenam diujung pantai.
"Iya, cantik sekali! Dan aku selalu jatuh cinta dengan kecantikannya!" kata Anderson, yang justru bukan sunset yang dia pandangi melainkan wajah tersenyum Ellea.
"Ish, kok kamu malah liatin aku! Disana log sunsetnya!" kata Ellea.
"Menurut aku disini lebih cantik!" kata Anderson sambil mengedipkan satu matanya.
"Gombal," kata Ellea.
"Bukan gombal, tapi bucin!" kata Bude Asih.
"Loh kok Bude tau-tauan aja si bucin! Tau darimana bude?" tanya Ellea.
"Tuh dua baby sister kalian! Tiap hari pada ngomongin bucin-bucin terus karo anak buah Anderson yang jagain rumah kita itu loh," kata Bude Asih.
Mendengar Bude Asih jadi ember bocor, baby sister itu pun langsung malu dan memotong pembicaraan.
"Ih Bude apa si orang engga," serempak.
"Hayo! Kalian pacaran sama bodyguard kita di rumah?" tanya Ellea.
"Wah, engga nyangka juga rumah kita jadi ajang pencarian jodoh ya!" kata Anderson.
"Engga gitu Nyonya, Tuan! Ih Bude Asih mah ember bocor deh" kata seorang baby sister.
Mendengar ribut-ribut antara percakapan dan candaan orang dewasa, sontak saja Aiden yang tengah berada dalam dekapan Ellea terlihat ikut menyimak dan sesekali tersenyum.
"Eh senyum! Emang Ai ngerti kita lagu ngomongin apa?" tanya Ellea, melihat Aiden tersenyum terus.
Bonus Visual Anderson.
Visual Lucas
__ADS_1