
Ketika sampai di rumah, dengan langkah kaki yang terburu-buru! Anderson menuju kamarnya untuk memberikan kabar duka yang menimpa Gea pada Ellea. Mendengar kabar meninggalnya Gea secara mendadak, membuat Ellea juga tidak menyangka nasib Gea akan berakhir seperti ini.
Anderson menelepon Lucas untuk segera ke rumah sakit dan membantunya mengurus kepulangan jenazah Gea, Lucas segera meninggalkan pekerjaannya dan menuju rumah sakit! Anderson bersama Ellea pun bergegas ke rumah sakit untuk mengurus jenazah Gea.
Sementara itu, Marwa yang baru saja tiba di kantor milik Anderson dan ternyata sebesar ini, Marwa sungguh takjub karena gedung ini bak gedung pencakar langit. Kantor Anderson memang sangat luas dan menjulang tinggi hingga puluhan lantai. Marwa sempat ragu, bagaimana caranya dia mencari Lucas di gedung sebesar ini! Tapi demi mendapatkan maaf dari Lucas, Marwa memberanikan diri untuk masuk ke loby utama kantor.
"Mba permisi! Mas Lucas ada?" tanya Marwa pada seorang resepsionis cantik dan modis dihadapannya.
Marwa menelan salivanya menatap betapa modisnya wanita dihadapannya itu! Apa Lucas akan setiap hari bertemu cewek-cewek cantik seperti resepsionis ini.
"Lucas? Maksud Ade ini, Tuan Lucas? Adik dari pemilik perusahaan ini?" tanya resepsionis itu bingung.
"Adiknya mas Anderson! Itu loh mba, mas Lucas suamiku!" kata Marwa.
Resepsionis ini semakin bingung dengan kata-kata Marwa, bahkan berpikiran bahwa Marwa orang yang punya gangguan! Berani mengaku-ngaku kalau dia adalah isteri dari Lucas, mana mungkin anak kecil seperti Marwa adalah isteri Lucas. Resepsionis pun menelpon security untuk mengusir Marwa keluar dari kantor ini.
Tiba-tiba security datang! Dan langsung memegangi kedua tangan Marwa, dengan paksa kedua security itu menyeret Marwa keluar dari loby utama.
"Heh heh! Sampean-sampean berani ngelakuin iki karo aku? Aku iki beneran isterine mas Lucas loh! Lepasin!" kata Marwa.
Security tetap tidak percaya! Apalagi melihat Marwa yang masih muda belia dan mungil, layaknya pelajar pada umumnya.
"Ade! Sebaiknya Ade pulang ya, nanti orang tuanya nyariin!" ujar security.
"Pie to! Aku yang nyari mas Lucas suamiku disini!" kata Marwa.
Melihat sepertinya usaha dia untuk menerobos masuk ke dalam kantor sia-sia. Marwa pun kembali pulang dengan tupperware yang berisi makan siang untuk Lucas.
Lucas yang sudah lebih dulu tiba di rumah sakit, segera menemui bagian administrasi untuk mengurus sisa-sisa biaya yang harus dibayarkan dan lain-lainnya. Anderson dan Ellea sampai di rumah sakit, mereka akhirnya melihat tubuh Gea yang sudah terkujur kaku! Sangat disayangkan memang, Gea pergi dalam keadaan hati yang masih penuh dendam.
__ADS_1
Setelah administrasi beres, jenazah Gea dibawa menggunakan ambulans ke rumah Anderson. Lagi-lagi rumah Anderson harus terpasang kembali bendera kuning.
Marwa yang baru saja tiba dikediaman Anderson pun kaget! Kenapa ada bendera kuning didepan rumah. Pikirannya sudah kemana-mana.
"Ya Gusti! Ono opo iki? Kok ana bendera kuning, berarti ada yang meninggal! Jangan-jangan mas Lucas frustasi karena engga bisa kuda-kudaan karo aku, jadine dia bunuh diri terus nyemplung ke sungai! Ya Allah mas Lucas!" teriak Marwa.
"Mas Lucas!!! Mas!" teriak Marwa.
Sesampainya di dalam rumah, Ellea, Anderson dan Lucas tengah duduk didepan jenazah Gea.
"Marwa sini!" kata Ellea.
"Alhamdulillah!" kata Marwa.
"Kok Alhamdulillah?" tanya Ellea.
"Ehh salah maksud aku innalilahi! Aku kira mas Lucas mba, ternyata mba Gea toh yang meninggal," kata Marwa.
Proses pemakaman Gea pun dilakukan sore ini juga! Selama proses pemakaman, Ellea meyakinkan Anderson bahwa Gea meninggal bukan karena salahnya! Tapi mungkin akibat jatuh dari ketinggian itu, menyebabkan kesehatan Gea semakin hari semakin menurun.
"Kamu sudah melakukan yang terbaik! Memberikan Gea perawatan yang terbaik di rumah sakit, jadi kamu engga perlu menyalahkan diri kamu atas kepergian Gea!" kata Ellea.
"Iya tapi kata-kata terakhir aku pada Gea! Membuatnya drop dan akhirnya jadi seperti ini, Ellea aku jadi merasa bersalah!" kata Anderson.
"Yang Gea butuhkan saat ini bukan penyesalan kamu Anderson! Tapi doa dari kita," kata Ellea.
"Ya kamu benar Ellea! Mudah-mudahan saja Gea diampuni segala dosanya," kata Anderson.
Setelah pemakaman Gea beres. Anderson dan Ellea mulai menata kehidupan rumah tangga mereka kembali dari awal! Dengan status Isteri sah Anderson, saat ini Ellea terharu karena ketika bayinya lahir, dia tidak perlu memiliki dua ibu.
__ADS_1
Sementara Lucas, membeli satu buah unit rumah baru untuk dirinya dan Marwa! Lucas ingin lebih mandiri menjalankan rumah tangganya bersama Marwa, meskipun hingga detik ini Lucas belum menyentuh Marwa! Meskipun Marwa sudah meminta maaf, tapi Lucas masih cuek dan dingin terhadap Marwa.
Beberapa bulan kemudian!
Ellea mulai merasakan kontraksi saat malam hari! Anderson sangat panik dan langsung membawa Ellea menuju rumah sakit. Padahal dokter menjadwalkan operasi caesar Ellea masih 2 Minggu lagi, tapi entah kenapa Ellea merasakan kontraksi saat ini. Ellea memang tidak disarankan untuk melahirkan secara normal! Selain dari awal kondisi janinnya yang lemah, posisi bayi yang sungsang juga membuat Ellea harus melahirkan dengan operasi caesar.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, jelas sekali raut wajah Ellea yang tengah menahan sakit, Anderson yang berada disampingnya pun sampai keringat dingin seolah ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Ellea.
Ini adalah pengalaman pertama bagi Ellea dan Anderson! Keduanya sangat ketakutan kalau-kalau, persalinannya mengalami kendala! Sesampainya di rumah sakit, Ellea segera mendapatkan penanganan. Dengan menggenggam tangan Anderson, Ellea merasa mendapatkan kekuatan untuk bertahan menahan sakitnya kontraksi.
"Aduhhh,,, aku engga kuat!" rengek Ellea yang sudah bercucuran keringat dingin.
"Ellea kamu pasti bisa! Jangan bicara begitu, aku tau kamu kuat!" kata Anderson.
"Aaaaaaaa," teriak Ellea.
"Maaf Tuan sebaiknya Anda tunggu diluar!" kata seorang suster.
Sementara Dokter dan beberapa suster lainnya membawa masuk Ellea ke ruangan operasi. Di dalam ruangan operasi, Ellea sudah merasa tidak sanggup lagi, kedua matanya melihat keatas langit-langit.
Anderson hanya bisa mondar-mandir diluar ruangan operasi, sambil sesekali menggigit kuku dijari tangannya, mengacak-acak rambutnya! Bersandar ke tembok, lalu duduk kembali dikursi. Kegelisahan menyelimuti Anderson, dan rasa tak tega melihat Ellea harus merasakan sakit seperti itu.
Setiap detik jarum jam berputar, Anderson semakin tidak tenang, dia sangat takut kehilangan Ellea dan calon anaknya. Meskipun berusaha berpikiran positif, tapi ketakutannya jauh lebih besar. Beberapa jam berlalu tapi pintu ruangan operasi belum juga terbuka.
Anderson pun menelpon Lucas, mengabarkan bahwa Ellea akan segera melahirkan! Lucas lantas mengajak Marwa ke rumah sakit untuk ikut menantikan kelahiran keluarga baru di keluarga Anderson.
"Ellea sedang menjalani operasi caesar! Bayinya akan lahir," kata Lucas.
"Wah mba Lea bakalan punya bayi! Ya wis ayo mas kita ke sana," kata Marwa.
__ADS_1
"Hmm," kata Lucas.
Marwa yang melihat Lucas semakin hari semakin cuek terhadapnya hanya bisa tertunduk diam. Sudah beberapa bulan berlalu sejak tragedi penolakan kuda-kudaan itu, tapi hingga mereka pindah rumah dari rumah Anderson, Lucas belum juga menyentuhnya kembali.