Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Oleh-oleh mertua


__ADS_3

Mendengar ledekan dari Ellea membuat naf su makan Gea hilang seketika, Gea lantas membanting sendok dan garpu keatas piring.


Prang.......


Setelah itu Gea pergi meninggalkan meja makan dan kembali ke dalam kamarnya.


"Kamu masih bisa tersenyum saat ini Ellea, tapi lihat saja nanti setelah weekend ini kamu akan sering menangis nantinya." Kata Gea.


Sementara di meja makan Anderson dengan Ellea sarapan bersama.


"Ellea, tadi pagi Lucas sudah menjemput Ayah dan Ibumu! Sebentar lagi mereka pasti akan tiba," kata Anderson.


"Wah, aku sudah tidak sabar untuk bertemu Ayah dan Ibu. Mereka pasti bawakan makanan kesukaanku," kata Ellea.


Tak berselang lama mobil yang menjemput Ayah dan Ibu Ellea tiba di parkiran rumah Anderson. Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah diantar oleh Lucas menuju ke ruang tamu.


Seorang pelayan menyampaikan pada Anderson bahwa mertuanya sudah tiba, dan saat ini berada di ruangan tamu. Mendengar hal itu Ellea langsung berlari kegirangan untuk segera menyambut Ayah dan Ibunya.


"Ayah, Ibu, aku senang sekali kalian datang ke sini," kata Ellea sembari memeluk Ibunya.


Anderson menyusul dibelakang Ellea, lalu memberi salam pada kedua orangtua Ellea.


"Ayah, Ibu! Bagaimana apa perjalanan ke sini macet tadi?" tanya Anderson.


"Ah tidak kok nak! Karena kan hari libur jadi cepet sampenya," kata Ayah.


"Oh ya, silahkan duduk Yah," kata Anderson.


Ayah dan Ibu Ellea pun duduk dan menaruh sebuah tas kecil diatas meja.


"Ini nak! Maksud kedatangan Ibu kesini, ingin memberikan jamu seduh tradisional untuk Ellea. Biar dia cepat hamil," kata Ibu, sambil menunjukkan isi tas kecil berisi banyak jamu seduh.


"Ih Ibu!! Engga usah pake jamu-jamuan segala deh. Pahit tau!" kata Ellea.


"Ga apa-apa bagus itu, aku senang mendengarnya. Ellea memang harus segera meminum jamu-jamu itu biar secepatnya kalian menjadi kakek nenek," kata Anderson.


"Tuh Lea! Suami kamu aja dukung, kalau pahit langsung kamu minum sekaligus jangan sedikit-sedikit," kata Ibu.

__ADS_1


Ellea menghembuskan nafas, baginya minum jamu seduh adalah penyiksaan, karena Ellea tau jamu yang diberikan oleh ibunya sejak Ellea kecil saat sakit pahitnya minta ampun. Jamu untuk membuat rahim subur pun pasti tak kalah pahitnya.


Tapi melihat expresi Anderson, Ayah dan Ibunya yang ingin Ellea meminum jamu-jamu itu, Ellea pun pasrah menerimanya. Yang paling penting kepahitan bisa secepatnya berubah menjadi Ade bayi.


"Hayu atuh Lea!" kata Ibu.


"Hayu? Hayu kemana Bu?" tanya Ellea bingung.


"Ya ke dapur. Hari ini juga kamu harus mulai minum jamu itu! Hayu Ibu ajarin cara seduhnya," kata Ibu.


"Ya ampun!" kata Ellea.


Ibu dan Ellea pun pergi ke dapur untuk membuat jamu seduh itu, agar Ellea mulai meminum jamu itu.


Sementara di ruang tamu, terlihat Ayah ragu-ragu untuk bicara pada Anderson. Seperti ada yang ingin dia sampaikan atau hendak ia berikan namun tidak memiliki keberanian.


"Ayah! Ada apa? Kok kelihatannya gelisah?" tanya Anderson.


"Em, anu, ini nak Ayah punya oleh-oleh untuk kamu!" kata Ayah.


Anderson semakin dibuat penasaran oleh Ayah mertuanya itu. Tak lama Ayah berpindah dari sofa di depan Anderson, pindah ke sofa yang tengah dudukki Anderson dan duduk disampingnya.


"Ini rahasia kita kaum lelaki. Jangan sampai Ellea dan Ibunya tau," kata Ayah sembari memberikan jamu kuat itu pada Anderson.


Anderson mengeja bacaan yang terdapat dalam kemasan jamu dan tertulis kalau itu jamu kuat. Sontak Anderson tak menyangka Ayah mertuanya akan memikirkan hal seperti ini. Dalam hati Anderson, boleh juga nih Ayah mertua, idaman banget.


"Ayah tidak perlu repot-repot! Tapi ini pasti akan aku minum nanti," kata Anderson sambil tersenyum kikuk.


"Asal kamu tau, Ellea itu berhasil dicetak karena Ayah saat malam per tama minum ini. Jos gandos, bulan depannya langsung uwe, uwe," kata Ayah sembari tertawa renyah.


Sementara itu di dapur, Ibu sudah membuatkan jamu seduh itu dengan air dan ditambah sedikit madu untuk mengurangi rasa pahit dari jamu. Ibu menyuruh Ellea meminum jamu itu detik ini juga.


"Ini minum, nanti pokoknya setiap hari kamu seduh ya Lea!" kata Ibu sambil menyodorkan satu gelas jamu pada Ellea.


Ellea mengendus bau dari jamu itu, dia benar-benar tidak menyukai baunya, apalagi rasanya bisa kebayang pasti pahit banget.


"Em, baunya engga enak!! Bu emang harusnya diminum sekarang?" tanya Elle merengek.

__ADS_1


"Kamu tuh, ya jangan kamu hirup baunya! Tutup aja hidung kamu terus minum. Lea ini tuh biar rahim kamu subur, terus cepet punya momongan!" bujuk ibu.


Karena Ellea juga sudah ingin memiliki bayi, mau tidak mau Ellea terpaksa mengikuti saran ibunya dan meminum jamu pahit itu demi kesuburan rahimnya. Walaupun ada sedikit drama muntah-muntah segala saking tidak enaknya.


Ibu dan Ellea kembali ke ruang tamu. Disana terlihat Anderson dan Ayah tengah tertawa bersama. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, tapi sepertinya Anderson sangat menyukai pembicaraan dengan Ayah.


"Waduh asik banget Yah. Ngomongin apa si sama menantunya?" tanya Ibu.


"Rahasia dong Bu, mau tau aja," kata Ayah.


Anderson menatap genit kearah Ellea, sepertinya tersimpan rencana nakal dalam pikiran Anderson saat ini. Tak lama Lucas datang menghampiri Anderson! Lucas memberitahu informasi bahwa kliennya meminta bertemu Anderson sekarang juga, karena besok kliennya itu ada schedule ke luar negeri.


Anderson pamit kepada Ayah dan Ibu serta Ellea untuk pergi mengurus pekerjaannya sebentar bersama Lucas. Kini hanya tingga Ayah, Ibu, dan Ellea di ruang tamu masih mengobrol bersama..


Gea keluar kamar sudah berpakaian rapi dan modis, ya begitulah Gea weekend dia akan pergi dari rumah kemana lagi tujuannya kalau bukan ngemall, ataupun ke salon. Saat tiba di ruang tamu, Gea melihat Ellea yang sedang asyik mengobrol bersama orangtuanya! Melihat pemandangan itu, membuat Gea kesal.


"Haduh, haduh rombongan gembel dari mana si nih, lama-lama ni rumah jadi tempat penampungan gembel!" kata Gea.


Mendengar hal itu sontak emosi Ellea terpancing, dan langsung bangkit dari kursi menghampiri Gea.


"Gembel? Siapa yang kamu maksud hah?" kesal Ellea.


"Ya siapa lagi kalau bukan tuh dua orang tua, dan satu anaknya yang dipungut Anderson jadi isteri siri. Penampilan kalian emang mirip kaya gembel tau gak," kata Gea.


"Kamu ngaca Gea! Papah kamu itu sudah bangkrut dan dipenjara, kamu itu ngemis-ngemis sama Anderson untuk bisa hidup layak seperti ini," kata Ellea.


"Nah iya kamu tuh ngaca lampir! Masih mending kita gembel, daripada kamu ngemis-ngemis udah tau Anderson pengen cerein kamu ehh kamunya ngemis-ngemis," kata ibu yang ikut geram dengan Gea.


"Diam kalian semua! Kalian itu harus sadar, ini rumahku dan Anderson, wanita ja lang seperti Ellea tidak memiliki kekuatan hukum apapun untuk tinggal di rumah ini," kata Gea.


Ellea semakin emosi dan hendak mencakar wajah Gea. Namun Ayah berusaha menenangkan Ellea agar tak terpancing oleh Gea.


"Ellea sudah nak! Tidak ada gunanya kita berbicara dengan orang yang tidak waras, bisa ikutan engga waras nanti kita!" kata Ayah lalu menarik mundur Ellea.


Jangan Lupa!!!


Like

__ADS_1


Komen


Votenya ya semua☺️


__ADS_2