
Ijab qobul berhasil diucapkan oleh Lucas dengan tenang dan tanpa kesalahan! Warga kompak mengaminkan pernikahan ini, sementara Marwa masih celingak-celinguk! Wajahnya terlihat sangat lugu dan polos ketika gugup begitu.
Malam harinya Marwa dan Lucas terpaksa numpang tidur di rumah kepala desa! Tentunya Marwa tidur dengan isteri kepala desa dan Lucas dengan kepala desa. Jadi tidak ada malam pertama seperti pernikahan pada umumnya.
Keesokan harinya warga membantu Lucas membelikan bensin untuk mobilnya agar bisa melanjutkan perjalanannya lagi. Lucas dan Marwa pun melanjutkan perjalanannya, kali ini Lucas memilih untuk menyetir sambil membaca maps, dia kapok disasarkan lagi oleh Marwa.
Sejak semalam Lucas tidak sedikitpun mengajak berbicara Marwa, membuat Marwa bingung harus bagaimana sekarang! Masa suami isteri tapi kaya orang asing, boro-boro ngobrol, menatap wajah Lucas saja Marwa masih sangat gugup, sementara sikap tenang Lucas dan cueknya seolah-olah dia lupa semalam telah menikahi Marwa.
Mereka akhirnya sampai di lahan tempat nantinya cabang Anderson Group dibangun! Di sana sudah banyak buruh bangunan dari kontraktor kepercayaan Anderson, yang sudah memulai aktivitas pembangunan kantor. Setelah memastikan denah kantor dan berbicara pada mandor untuk sedikit mengarahkan tentang bangunannya! Lucas pun menuju ke mobil.
Sesampainya di mobil! Lucas tidak melihat keberadaan Marwa, dia pun menengok ke kanan ke kiri mencari dimana Marwa berada, di sisi jalan rupanya Marwa tengah berselfie dan membuat video sambil lidahnya melet-melet genit, matanya dikedip-kedipin dan tangannya membentuk logo hati.
"Dasar ABG alay!" celetuk Lucas sambil menghampiri Marwa.
"Eh ana mas Lucas! Sini mas ayo selfie karo aku!" ajak Marwa.
"Ayo, masuk mobil, kita harus ke beberapa tempat!" kata Lucas.
Marwa pun menurut meski sebenarnya dia kesal punya suami tua begini, ga asik dan gak bisa diajak gaul. Lucas mengajak Marwa ke beberapa tempat wisata di daerah Jawa sini, barulah di sana Lucas tidak menolak diajak selfie oleh Marwa, namun expresi wajahnya sangat datar.
Marwa pun memasang foto mereka berdua di sosial medianya. Di saat yang sama Anderson dan Ellea sedang makan siang bersama di sebuah mall, Ellea yang melihat foto selfie Lucas dan Marwa, menunjukkannya pada Anderson.
"Sayang liat deh! Lucas sama Marwa cepet akur juga ya!" kata Ellea sembari menunjukkan foto itu.
"Lah, bukanya si Lucas bilang mau langsung pulang ketika sudah selesai meninjau lokasi lahan. Ko dia malah pergi wisata ya?" heran Anderson.
"Mungkin Marwa yang maksa! Lagian kamu abangnya, carikan lah Lucas isteri yang baik, biar dia sesekali pergi wisata sama isterinya," kata Ellea.
__ADS_1
"Dia kan sudah punya pacar sayang!" jawab Anderson.
"Oh ya? Kok aku engga pernah liat Lucas sama pacarnya?" tanya Ellea.
"Kamu tau sendirilah Lucas pendiam begitu! Dia tertutup dan cuek, pacaran juga hati-hati banget, kalau engga salah seorang model pacarnya!" kata Anderson.
"Wah berarti sebentar lagi bakalan jadi pengantin tuh Lucas!" kata Ellea.
"Dan kita sebentar lagi akan jadi Papi Mimanya si baby," kata Anderson sambil mengelus-elus perut Ellea.
Sementara itu di rumah sakit, beberapa teman sosialitanya Gea datang berkunjung untuk menjenguk keadaan Gea. Di sana Gea berakting seolah-olah dia melakukan semua kejahatan itu akibat sakit hati dengan Ellea yang sudah merebut Anderson. Gea mengaku pada teman-teman sosialitanya, bahwa dia khilaf saking emosi dan putus asa suaminya direbut oleh Ellea jadi dia terpaksa berbuat jahat.
Gea pun berhasil mendapatkan simpati dari teman-teman sosialitanya yang sekaligus juga Isteri dari para rekan bisnis Anderson group. Semua isteri-isteri para rekan bisnis Anderson itupun sampai mengutuk Ellea dan menganggapnya sebagai pelakor murahan.
Tangisan buaya Gea mampu membuat semua orang memusuhi Ellea saat ini. Padahal dalam waktu dekat ini, akan diadakannya pesta bagi para pengusaha muda bersama dengan para isterinya! Apa jadinya jika sampai Ellea datang ke pesta itu nanti, mereka yang sudah kemakan omongan jahat Gea pasti akan merendahkan Ellea.
Sejak sudah ditalak oleh Anderson. Gea menjalani perawatan di rumah sakit sendiri, hanya ada polisi yang berjaga secara bergantian didepan ruangannya! Sementara Anderson sudah tidak mau lagi ada urusan dengannya, meskipun Anderson masih berbaik hati menepati janjinya untuk membiayai biaya rumah sakit Gea 6 bulan kedepan.
Sore harinya, Lucas dan Marwa sudah mulai kelelahan. Lucas mengajak Marwa untuk menyudahi berkunjung ke tempat wisatanya! Mereka lantas menuju sebuah hotel untuk menginap karena hari sudah mulai gelap.
Lucas memesan kamar dan petugas hotel mengantar mereka menuju kamar. Sesampainya di depan kamar, petugas hotel memberikan kunci kamarnya pada Lucas, lalu petugas hotel pun pergi berlalu. Lucas membuka pintu kamar hotel, lalu masuk ke dalam.
Polosnya lagi Marwa masih terjaga berdiri didepan kamar. Lucas yang keheranan melihat Marwa tidak mengikutinya dari belakang, kembali keluar kamar.
"Kamu engga mau masuk?" tanya Lucas.
"Oh ndak usah mas! Oh ya mas, kunci kamar hotelku mana ya?" tanya Marwa.
__ADS_1
Lucas pun mencabut kunci kamarnya lalu memberikannya pada Marwa.
"Mas Lucas aja guyon lah mas! Ini kan kunci kamarmu, yang aku minta itu kunci kamarku mas," kata Marwa.
"Ini kunci kamar kita berdua!" kata Lucas menegaskan sembari mengangkat kunci kamar itu didepan wajah Marwa.
Marwa langsung menelan salivanya! Dia benar-benar tidak percaya akan tidur satu kamar dengan Lucas, pikiran negatif Marwa langsung menari-nari didalam otaknya. Marwa kalang kabut harus bagaimana sekarang, memesan kamar hotel sendiri pun dia tidak punya uang, minta sama Lucas juga dia malu.
"Kamu mau tidur di luar aja?" tanya Lucas.
"Em anu," Marwa menengok ke dalam hotel dan melihat kasurnya tipe single bad, otomatis mereka akan tidur seranjang.
"Oke! Kalau emang engga mau masuk! Palingan di lorong hotel ini ada suster ngesotnya," kata Lucas.
Aaaaaaaaa....
Marwa berteriak yang akhirnya ngibrit masuk ke dalam kamar! Maklum Marwa gadis yang sangat parno terhadap dunia ghaib, setan adalah hal yang paling ditakutinya. Lucas pun menutup pintu kamar hotel mereka, lalu menguncinya.
Melihat Lucas mengunci pintu kamar hotelnya, pikiran Marwa semakin kemana-mana dirinya seperti terkurung didalam kandang macan yang siap menerkamnya sewaktu-waktu.
"Aku kudu pie iki Gusti! Tolong aku Gusti, aku ora mungkin pasrah di situasi ini. Kalau aku diperkosa pie toh, terus aku ngelahirin anak! Itu berarti aku bakalan jadi little mom, koyo di film-film itu. Rasane aku pingin pura-pura pingsan wae wis." Kata Marwa di dalam hatinya.
Jangan Lupa untuk Like!!!!!
Komenn!!!!
Vote!!!
__ADS_1
Atau hadiah juga boleh!!!🙏☺️