Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Marwa sakit


__ADS_3

Di dalam kamarnya Ellea langsung termenung di dekat jendela kamarnya! Apa mungkin Anderson akan tertarik pada sekertaris barunya yang cantik? Sama ketika dulu Anderson tertarik padanya, bahkan sampai menjadikannya isteri kedua.


Bagaimana jika Anderson tidak bisa hidup hanya dengan satu isteri saja, lalu akan menjadikan sekertaris baru itu sebagai isteri keduanya. Memikirkannya saja sudah membuat Ellea stres berat, apalagi jika benar kejadian.


Ellea melihat ke layar ponselnya, hening tak ada pesan ataupun telepon dari Anderson, batin Ellea semakin gelisah. Keinginannya untuk bekerja di perusahaan Anderson menjadi semakin kuat, Ellea tidak mau jika Anderson sampai tergoda oleh wanita lain.


"Pokoknya aku harus kerja lagi di kantor! Aku engga mau Anderson semakin dekat dengan sekertaris barunya." gumam Ellea.


Sementara di kantor Anderson tengah meeting bersama beberapa karyawan terbaiknya untuk membicarakan proyek besar perusahaannya. Anderson bukanlah tipikal yang jika marah akan berlarut-larut, saat meeting saja, Anderson sudah merindukan Ellea dan merasa bersalah belum sempat menelponnya sejak sampai di kantor.


Tak lama sekertaris pribadinya memberikan telepon pada Anderson.


"Maaf pak! Pak Lucas ingin berbicara pada Anda! ujar sekertaris baru itu.


Anderson meraih telepon genggam milik sekertarisnya itu.


📞"Hallo Lucas!" kata Anderson.


"Iya Hallo bang, maaf sepertinya hari ini aku tidak bisa ke kantor," kata Lucas.


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Anderson.


"Ahh tidak, Marwa tengah sakit! Aku ingin merawatnya dulu," kata Lucas dengan malu-malu.


"Bucin sekali kau Cas! Ya sudah kalau begitu, ngomong-ngomong apa kamu tau Ellea sedang apa di rumah?" tanya Anderson.


"Telepon lah sendiri dan tanyakan sendiri pada isterimu dia sedang apa," kata Lucas dan langsung menutup teleponnya, Lucas membiarkan Anderson penasaran sendiri.📞


"Dasar bocah, berani sekali dia menutup teleponku duluan, dan tidak mau mengatakan keberadaan Ellea padaku!" kata Anderson dalam hatinya.


Sementara itu dikediaman Anderson, di dalam kamar, Lucas tengah sibuk meminta pelayan menyiapkan bubur untuk Marwa. Sejak bangun tadi pagi, badan Marwa mendadak demam dan seluruh badannya pegal-pegal.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, aku sudah meminta pelayan membuatkanmu bubur," kata Lucas.


"Makasih ya mas, kamu sudah merawatku! Tapi beneran iki tubuhku rasane seperti terlindas truk tronton," kata Marwa sembari meringis tak enak badan.


Dalam hati Lucas, dia merasa sangat bersalah! Apakah gempurannya semalam yang membuat tubuh Marwa terasa remuk seperti itu, tapi kan hanya melakukannya satu ronde, mau nambah saja Lucas sampai menahannya sekuat tenaga, masa satu ronde saja Marwa sudah tepat begini sampai tidak bisa masuk sekolah.


Bude Asih yang diberitahukan oleh pelayan yang tengah menyiapkan bubur untuk Marwa, terheran-heran Marwa anak yang tahan banting, tahan badai, tahan hujan bisa juga sakit seperti ini setelah dipaksa tidur bersama suaminya sendiri.


"Wis biar aku saja yang bawakan bubur iki karo Marwa, kamu teruskan saja masak rendangnya!" kata Bude Asih.


"Baik Bude, oh iya ini kue tradisionalnya sudah cukup belum bude?" tanya pelayan.


"Nanti tak kira-kirain lagi, maksudku kan jangan sampai ngepas banget biar bisa bawakan oleh-oleh untuk anak-anak panti bawa pulang," kata Bude Asih.


"Ya sudah bude, ini buburnya sudah siap!" kata pelayan, memberikan bubur satu mangkuk pada Bude Asih.


Bude Asih pun segera mengambil bubur itu dan berjalan menuju kamar Marwa. Sesampainya di kamar Marwa, Bude Asih mengetuk pintu kamar.


Tokk, tokk, tokk.


Begitu melihat Bude Asih yang datang! Lucas segera bangkit dari ranjang dan menundukkan wajahnya, Lucas merasa bude Asih kali ini akan marah melihat anak semata wayangnya dia buat sakit seperti ini.


"Ibu, kok Ibu yang anter buburnya?" tanya Marwa dengan nada lesu.


"Ya karena aku ibumu, jelas aku khawatir!" kata Bude Asih.


"Maaf Bu! Ini semua salah saya," kata Lucas dengan penuh penyesalan.


"Ndak, ini bukan salah kamu nak Lucas! Wong si Marwanya aja yang leroy, moso baru semalam tidur bersama wis melehoy begini! Nanti Ibu akan bikinkan kamu jamu racikan ibu yo Marwa, biar kamu tuh engga gampang loyo," kata Bude Asih sambil tersenyum meledek.


Lagi-lagi Lucas merasa lega, cerita mertua kejam yang katanya akan murka bila anaknya sakit, atau tidak bahagia sepertinya tidak berlaku untuk Bude Asih. Justru Bude Asih adalah mertua idaman bagi Lucas, dia sangat mengerti dan baik pada Lucas.

__ADS_1


"Ibu, aku ora loyo! Tapi ibu lihat sendiri, tubuhku kecil mungil begini, ditindih mas Lucas yang otot-ototnya sebesar itu. Ya aku lemas Bu, wis kaya dihantem buldoser badanku, pegel kabeh," kata Marwa.


"Aja cengeng wis, kamu tuh harus bisa nyenengin hati suami Marwa! Jangan ngeluh terus, kasian nak Lucas," kata Bude Asih.


"Ibu aku iki anak kandungmu! Tapi aku kaya berasa anak tiri sedangkan mas Lucas anak kandungmu!" kesal Marwa.


Bude Asih dan Lucas tersenyum mendengar protes Marwa, kali ini Marwa benar-benar merasa tersudutkan oleh suami dan Ibunya sendiri.


"Ya wis, kamu disuapi nak Lucas saja! Ibu mau ngasih tau sama Ellea, kalau menu utama untuk acara selamatan sudah hampir beres," kata Bude Asih.


Lucas pun meraih mangkuk bubut itu dan duduk disamping Marwa yang terkulai lemah. Sementara Bude Asih pergi menuju kamar Ellea, sesampainya di kamar Ellea, Bude Asih mengetuk pintu kamar Ellea.


Tokk, tokk, tokk.


"Lea, ini bude!" panggil bude Asih.


Ellea pun membukakan pintu kamarnya dengan wajah murung.


"Masuk Bude!" kata Ellea.


"Kamu ni kenopo ndo?" tanya Bude Asih.


"Bude, Ellea bertengkar dengan Anderson. Dia itu suami egois banget," kata Ellea.


"Huss, itu suamimu loh Lea! Jangan bicarakan hal yang tidak baik tentang suamimu sendiri, memangnya kamu dan Anderson bertengkar kenapa?" tanya Bude Asih.


"Ellea cuma minta kerja lagi, nemenin dia jadi sekertarisnya dia seperti dulu Bude! Lagipula si bayi kan sudah ada babysister dua orang, Ellea bosan di rumah," kata Ellea.


"Oalah, sebetulnya Anderson sudah sangat mampu untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga kalian, kamu sebaiknya di rumah saja mengurus sendiri anakmu! Soal babysister mereka kan hanya membantu agar kamu tidak 24 jam terus-menerus menjaga anakmu," kata Bude Asih.


"Tapi Bude, ada wanita cantik yang sekarang ini jadi sekertaris Anderson! Bagaimana kalau Anderson tertarik pada wanita itu, ditambah lagi katanya mereka cepat akrab dan sering ngobrol bareng di kantor!" kata Ellea.

__ADS_1


"Ya tugasmu berarti cukup mendoakannya agar hatinya teguh, kuat terhadap godaan dari wanita diluar sana! Kamu fokus saja memperbaiki diri, menjadi isteri yang baik, penurut, dan mempercantik diri. Insyaallah Anderson tidak akan maen serong," kata Bude Asih.


"Bude bicara itu mudah! Dulu Anderson memiliki dua isteri, dan Lea yang jadi isteri keduanya, bukan tidak mungkin kan kalau akan kejadian lagi," kata Ellea.


__ADS_2