Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Bersolo Karier


__ADS_3

Lucas mengambil sample dari jus itu untuk dia berikan pada Dokter pribadi keluarga Anderson, mereka hanya tinggal menunggu hasilnya besok. Anderson berusaha menengahi permasalahan Ellea dan Gea saat ini, agar setidaknya mereka tidak berdebat didepan para pelayan dan anak buah Anderson.


"Lucas sudah membawa sample dari jus itu kepada Dokter pribadi keluarga ini, dan ingat Gea kalau terbukti kamu memasukkan apapun itu untuk membuat Ellea celaka. Aku akan usir kamu dari rumah ini," kata Anderson.


"Apa? Usir aku? Aku isteri sahmu dan aku Ratu di rumah ini, yang harusnya pergi dari rumah ini adalah pelakor itu!" kata Gea.


"Pelakor kamu bilang?? Kamu hampir membunuh Anderson berkali-kali, kamu mengkhianatinya, kamu tidak pernah ada untuknya Gea. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan Anderson untuk wanita seperti kamu!" kata Ellea.


"Oke stop!! Gea pergilah ke kamarmu sekarang!" kata Gea.


"Ya tentu, dengan senang hati aku juga eneg lama-lama melihat isteri keduamu itu. Tapi ingat, kamu harus tetap tidur di kamarku!" kata Gea lalu pergi ke kamarnya.


Pelayan dan anak buah Anderson pun sudah membubarkan diri, mereka bersyukur setidaknya tidak ada yang celaka ataupun tidak ada masalah serius yang dibuat oleh Gea.


Ellea menundukkan wajahnya, dia kesal Gea selalu membuat masalah. Tapi yang lebih membuat kesal hati Ellea adalah, Ellea tidak tahan lagi hanya dijadikan isteri kedua, Ellea kesal memikirkan jika sampai Anderson tidak dapat menceraikan Gea selamanya.


"Ellea, aku tau ini sulit untuk kamu. Kamu harus serumah dengan wanita semenyebalkan Gea, itu pasti beban yang sangat besar untuk kamu!" kata Anderson.


"Entahlah! Mungkin aku hanya sedang lelah, aku lelah jika harus terus menerus berdebat dengan Gea dan berbagi kamu dengannya," kata Ellea.


"Ellea! Aku tidak pernah merasa sedang berbagi, hanya kamu yang aku anggap sebagai isteri aku. Aku mohon bersabarlah sedikit lagi," kata Anderson.


"Ngomong-ngomong apa kamu akan tidur di kamar Gea?" tanya Ellea.


"Ya, aku harus bisa sabar karena belum tiga bulan dari perjanjian itu," kata Anderson.


Otak Ellea berpikir hal-hal negatif mengingat dirinya tengah datang bulan dan nanti Anderson akan tidur di kamar Gea. Anderson yang saat ini sedang susah payah menahan bira hinya pada Ellea, bisa saja kan dia melampiaskannya pada Gea.


"Ellea! Kamu kenapa?" tanya Anderson.


"Em, anu! Apa kamu saat ini sedang ber naf su?" tanya Ellea.


"Hmm, setiap didekatmu aku selalu ber naf si, dan ingin selalu melampiaskannya segera," kata Anderson.

__ADS_1


"Jadi, apa kamu juga akan melakukan itu pada Gea, begitu?" tanya Ellea.


"Apa? Kamu pikir aku cowok giliran? Pertanyaan aneh!" kata Anderson.


"Lalu bagaimana kamu akan melampiaskannya sekarang? Aku sedang datang bulan dan kamu akan tidur di kamar Gea? Tidak mungkinkan laki-laki dewasa dan wanita dewasa berada dalam satu kamar untuk bermain catur?" tanya Ellea.


"Kenapa kamu bertanya caranya? Aku malulah kalau harus bilang padamu! Yang jelas tidak mungkin dengan Gea, kamu pikir Rudalku akan bangkit bila berdekatan dengan Gea!" kata Anderson.


"Lalu bagaimana? Cepat katakan sekarang! Aku berhak tau!" kata Ellea yang memaksa ingin mengetahui cara Anderson melampiaskan has ratnya bila Ellea tengah datang bulan.


Anderson benar-benar malu untuk mengatakannya pada Ellea, secara ini kan rahasia dapur, masa harus diumbar-umbar. Tapi melihat sorot mata Ellea yang sudah sangat penasaran, jika tidak diberitahu Ellea pasti akan terus curiga Anderson akan melakukannya pada Gea.


"Baiklah!! Baiklah, aku akan memberitahumu!" kata Anderson.


"Ayo dengan apa kamu akan mengatasi bira himu saat ini?" kata Ellea yang semakin tak sabar untuk mengetahuinya.


Anderson kemudian berdiri dihadapan Ellea, lalu dia mempraktekkan tangannya seperti mengambil sesuatu lalu tangannya menurun kebagian bawahnya. Setelah itu Anderson seperti tengah menarik-narik.


"Apa itu? Jangan pakai gerakan, katakan saja!" kata Ellea yang tidak mengerti dengan gerakan Anderson.


"Kalau kamu tidak mau memberitahuku! Itu berarti benar kamu hendak melampiaskannya pada Gea," kesal Ellea.


"Tidak!! Baiklah, a-aku bersolo karier. Jadi begini Ellea, pertama aku akan masuk ke dalam kamar mandi, kedua aku akan menuangkan sabun mandi setelah itu aku akan melakukannya layaknya dengan mu," kata Anderson.


Hahahhahaha.... Ellea menertawakan Anderson. Ellea memang mengetahui bahwa laki-laki pada umumnya akan melakukan hal itu, bila tidak ada tempat untuk mereka mencurahkan keinginannya.


"Aku tau!! Sekarang aku percaya, kamu pasti pria yang cukup sukses dalam bersolo karier," ledek Ellea.


"Kamu menertawakan aku Ellea? Memang apa yang lucu? Sudah tidak bertanggungjawab, sekarang malah tertawa!" ketus Anderson.


"Maaf!! Tapi aku janji setelah aku selesai, aku akan menebusnya berkali-kali lipat," kata Ellea tersenyum nakal.


"Em, aku pegang janji kamu Ellea. Pokoknya harus Tiga hari tiga malam," kata Anderson yang sudah terbayang-bayang untuk itu.

__ADS_1


Elle tersenyum, Anderson memang benar-benar seratus persen berbeda jauh dengan Gerry. Dulu Ellea selalu kesepian padahal sudah sangat menginginkannya, tapi Gerry malah hanya menjadikannya figuran. Kini dengan Anderson, Ellea merasa sangat terpuaskan.


Sementara di dalam kamarnya Gea tengah sibuk mencari sumber dari mana Ellea memata-matainya. Setelah meraba-raba berbagai sudut di kamarnya, Gea menemukan kamera pengintai pertama di dekat televisinya.


"Elle sialan!!! Wanita itu sudah lancang masuk ke dalam kamarku, dan berani memasang kamera pengintai di kamarku. Lihat saja Ellea, aku bersumpah akan membuat hidupmu seperti di neraka, karena sudah berani mencari masalah denganku!" Kata Gea dengan mata melotot.


Gea mencari kembali kamera pengintai lainya, dicopotnya semua itu. Lalu Gea pun pergi ke dapur dan menemukan kamera pengintai satu lagi diselipkan dikitchen set bagian atas. Setelah mengumpulkan semua, Gea kembali ke kamar Ellea.


Dugggggg, dugggg, duggg mengetuk pintu Ellea dengan kencang layaknya rentenir mau menagih utang.


"Ellea!! Keluar kamu!" teriak Gea.


Anderson dan Ellea yang tengah mengobrol di dalam kamar pun langsung membukakan pintu kamarnya.


Klekkk... Pintu terbuka.


"Gea! Ada apa lagi si?" tanya Anderson.


Gea melemparkan beberapa kamera pengintai itu ke wajah Ellea.


Aw,,,,, rintih Ellea.


Anderson langsung memelintir tangan Gea kebelakang.


"Anderson lepas! Lepaskan aku! Kamu tau, isteri keduamu itu sudah lancang masuk ke dalam kamarku dan menaruh kamera pengintai di kamarku!" teriak Gea.


Anderson pun melepaskan tangan Gea yang dia pelintir.


"Apa? Tidak mungkin Ellea berbuat seperti itu, Gea!" kata Anderson.


"Kamu harus tau Anderson, setiap orang memiliki privasi dan tindakan isteri keduamu itu sangat lancang!" bentak Gea.


Ellea hanya terdiam karena memang tindakannya tidak dibenarkan, tapi apa boleh buat Ellea hanya ingin mengawasi gerak-gerik Gea saja, agar bisa mengantisipasi kejahatan yang akan dilakukan oleh Gea.

__ADS_1


"Ellea! Tell me that's not true! (Katakan pada saya itu tidak benar)!" Anderson menatap kearah Ellea.


__ADS_2