Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Kesalahan Ellea


__ADS_3

Akhirnya karena baby Ai tidak bisa lepas dari Ellea, terpaksa Ellea mengajak baby Ai untuk ikut ke mall bersama kedua babysister yang setia untuk gantian memomong baby Ai dikala rewel nanti.


"Sayangnya Mima, utututututu gemes banget si! Mau nemenin Mima ngemall ya Aiden," kata Ellea mengajak ngobrol baby Ai.


Ajakan obrolan Ellea itu disambut ceria oleh baby Ai yang mendadak riang diajak ngemall oleh Mimanya. Sesampainya di mall, kalau dulu yang Ellea beli adalah peralatan tempurnya untuk diatas ranjang melawan Anderson, kini yang akan diborongnya justru baju-baju bayi dan juga baju-baju untuk ngantor.


Ellea dan baby Ai serta kedua baby sisternya berkeliling memilih pakaian yang lucu-lucu untuk Aiden baru setelah itu Ellea akan membeli pakaian kerjanya.


Selesai meeting Anderson masih melirik sinis Gerry, begitu juga sebaliknya. Gerry bahkan langsung membuka handphonenya, dilihatnya nomor telepon Ellea yang kini sudah tidak memakai foto lagi, Gerry menyadari bahwa itu artinya Ellea sudah memblokir kontaknya.


Saat Anderson beranjak keluar dari ruangan meeting, Gerry menghampiri Anderson.


"Apa kau segitu takutnya padaku Tuan Anderson? Sampai-sampai kamu menyuruh Ellea untuk memblokir kontakku!" kata Gerry terlihat marah sekali.


"Gerry, Gerry! Ellea itu sangat mencintai aku! Tanpa aku suruh dia memblokir kontak orang tidak penting seperti kamu, dia pasti akan melakukannya, karena bagi Ellea dunianya saat ini hanya ada aku dan Aiden anak kami," kata Anderson.


"Dengar Anderson! Kamu memang atasanku saat bekerja, tapi diluar pekerjaan aku tetaplah mantan suami Ellea yang sedang berusaha mendapatkan hatinya kembali, ingat itu!" kata Gerry.


"Kamu bukan tandinganku Gerry!" kata Anderson lalu tersenyum sinis dan berlalu dari hadapan Gerry.


Gerry segera meninju tembok yang berada tepat disampingnya.


Bught,


"Anderson breng sek! Aku tidak akan pernah menyerah, sejak awal Ellea adalah jodoh dan takdirku." Gumam Gerry.


Gerry yang sudah hidup dengan hasil kerja kerasnya sekarang! Merasa dirinya sudah cukup layak untuk bisa kembali pada Ellea, Gerry kesal terhadap kepercaya diriran Anderson yang sangat yakin Ellea tak akan berpaling darinya, tapi Gerry merasa bahagia mendengar Ellea akan kembali ke kantor ini.


Itu artinya gerbang kesempatan untuk Gerry mendekati kembali Ellea terbuka lebar.


Lucas yang melihat kekesalan dan amarah Gerry saat berseteru dengan Anderson, segera pergi menuju ruangan Anderson.


Tokk, tokk, tokk.


"Masuk!" kata Anderson.

__ADS_1


Lucas pun masuk ke dalam ruangan kerja Anderson.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Lucas.


"Maksudmu? Kau tidak lihat betapa baik-baik saja aku," kata Anderson.


"Sepertinya kompetitormu sangat kesal hingga memukul tembok kantor kita! Apa perlu aku menyingkirkannya?" tanya Lucas.


Anderson pun tertawa renyah dengan sikap sigap Lucas.


Hahahaha.


"Lucas hentikan! Kau adalah adikku, bukan pengawalku seperti dulu, jadi berhentilah mengurus hal-hal tidak penting itu!" kata Anderson.


"Aku hanya tak mau kau terganggu!" kata Lucas.


"Bagiku, Gerry hanyalah semut kecil yang kalaupun dia menggigitku, tidak akan terasa sakit sama sekali! Abaikan saja!" kata Anderson.


"Baiklah kalau begitu! Nanti aku akan pulang telat ke rumah," kata Lucas.


"Kau ini CEO atau wartawan? Banyak tanya sekali," kata Lucas lalu berlalu meninggalkan Anderson.


"Dasar bocah tengil! Bisa-bisanya dia mempertanyakan pekerjaanku, setelah dia menanam benih diruangan meeting tanpa seizinku." Kata Anderson sambil menggelengkan kepalanya.


Sementara itu di mall, Ellea masih saja sibuk berkeliling membeli ini dan itu hingga sore hari tak ada tanda-tanda Ellea akan mengakhiri shoppingnya. Kedua Babysister itu pun terlihat sudah kelelahan.


Tiba-tiba baby Ai menangis kencang saat tengah digendong babysister.


Oaaa, oaaa, oaaa.


Baby Ai mendadak rewel lagi hingga membuat Ellea sejenak menghentikan aktivitas belanjanya. Ellea dan kedua babysister baby Ai sibuk menenangkan baby Ai, namun tangisan baby Ai makin menjadi.


Babysister pun memegang dahi baby Ai, dan benar saja baby Ai mendadak demam tinggi. Mungkin akibat kelelahan diajak dari pagi hingga sore begini berbelanja di mall, atau bisa saja terkena virus dari pengunjung mall lain.


"Ya ampun nya, ini demam tinggi sekali baby Ai. Gimana ini nya?" tanya salah seorang babysister yang mulai panik.

__ADS_1


Ellea semakin panik saat dirinya mencoba memegang dahi baby Ai, dan demamnya memang sangat tinggi.


"Kita ke rumah sakit sekarang! Sus, kamu telepon Tuan Anderson sekarang ya, beritahu untuk susul kita ke rumah sakit," kata Ellea.


Ellea dan kedua babysister buru-buru menuju mobil untuk segera menuju ke rumah sakit. Di perjalanan ke rumah sakit babysister menelpon Anderson dan memberitahukan bahwa baby Ai akan dibawa ke rumah sakit, namun si babysister tidak memberitahu Anderson bahwa baby Ai demam setelah diajak seharian nge mall oleh Ellea.


Oaaa, oaaaa, oaaaa.


Baby Ai terus menerus menangis kencang. Ellea sudah dibuat panik olehnya, begitu juga dengan kedua babysister itu. Anderson yang mendapatkan kabar anaknya mengalami demam, langsung khawatir dan segera tancap gas menuju rumah sakit.


Akhirnya Ellea dan kedua babysister sampai di rumah sakit. Baby Ai langsung mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit.


Wajah cemas dan rasa bersalah menghantui Ellea. Dia sangat menyesal mengajak baby Ai pergi ke mall bersamanya! Mungkin jika saja Ellea tidak membawa baby Ai ke mall, dia tidak akan demam tinggi seperti ini.


Tak lama Anderson tiba di rumah sakit, Anderson segera mencari ruangan pasien sesuai arahan dari babysister. Sampailah Anderson didepan ruangan baby Ai, di sana Ellea terlihat menyandarkan dahinya pada tembok, sementara kedua babysister duduk di kursi dengan wajah sama paniknya.


"Ellea! Bagaimana anak kita? Kenapa bisa demam, apa kata dokter?" tanya Anderson.


"Ma-maaf," kata Ellea dengan penuh penyesalan.


"Maaf? Sayang kamu tidak perlu minta maaf, anak kita sakit, karena mungkin rumah kita perlu disterilkan lagi," kata Anderson.


Ellea masih ketakutan untuk bicara yang sebenarnya pada Anderson. Bagaimana jika Anderson tau bahwa baby Ai demam tinggi, karena seharian ini dia berada di luar rumah, bahkan berada di sebuah mall besar dengan jumlah pengunjung yang sangat ramai.


"Apa dokter belum selesai memeriksa Aiden?" tanya Anderson.


Ellea menggelengkan kepalanya, wajahnya terlihat pucat karena merasa bersalah.


"Hei sayang! Aiden pasti akan baik-baik saja," kata Anderson.


"Sebenarnya aku! Aku pergi ke mall tadi pagi," kata Ellea.


"Okey! Ya it's oke sayang, memang kenapa kalau kamu pergi ke mall, kan memang sesekali kamu perlu me time! Aku engga masalah," kata Anderson.


"A-aku membawa Aiden berkeliling di mall dari pagi hingga sore ini!" kata Ellea dengan nada pelan dan ketakutan.

__ADS_1


"Apa? Apa yang tadi kamu katakan Ellea?" tanya Anderson yang tidak percaya apa yang dia dengar barusan.


__ADS_2