Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Baby girl


__ADS_3

"Bu, diluar orang suruhan saya lagi nurunin makanan-makanan untuk anak-anak," kata Anderson.


"Hore,,,,, hore," teriak anak-anak panti yang senang melihat mobil berisi makanan yang sangat banyak.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak Pak, biar pengurus sini bantu turunkan dari mobil," kata Bu panti.


Ibu panti meminta pengurus panti laki-laki untuk membantu supir Anderson didepan. Sementara obrolan dengan Lucas pun berlanjut.


"Jadi begini Pak Lucas, apa dokumen-dokumen yang kemarin saya minta untuk syarat orang tua asuh, sudah dibawa!" tanya Bu panti.


"Sudah Bu, pengacara keluarga kami yang siapkan, ini silahkan dilihat dulu!" kata Lucas sambil menyodorkan satu buah map.


Ibu panti pun memeriksa berkas tersebut, karena hanya keluarga yang berkecukupan lah yang memenuhi syarat untuk bisa mengadopsi anak panti. Setelah berkas dinilai lengkap dan Lucas memenuhi syarat untuk menjadi orang tua asuh, Bu panti pun mempersilahkan Lucas dan Marwa untuk melihat anak-anak panti, barulah nanti mereka putuskan mau mengadopsi yang mana.


"Mas, aku mau anak perempuan ya mas," kata Marwa.


"Iya, pokoknya terserah kamu. Aku pasti setuju," kata Lucas.


Setelah berkeliling melihat-lihat seluruh anak panti, belum ada satupun yang bisa membuat hati Marwa tergerak untuk mengadopsinya.


"Bagaimana? Apa ada yang hati kamu suka?" tanya Lucas.


"Belum mas, aku ndak tau kenapa tapi belum ada yang benar-benar buat hati aku tersentuh, jadi pie mas?" tanya Marwa.


"Ya sudah, kita bisa cari ke panti lain kalau memang belum ada yang bisa membuat hati kamu tersentuh," kata Lucas.


"Njeh mas," kata Marwa.


Dengan berat hati, Lucas menyampaikan pada Bu panti bahwa Marwa belum menemukan yang arek dihatinya!


"Maaf sekali lagi Bu, isteri saya belum menemukan yang pas dihatinya! Mungkin lain kali kami kesini lagi, untuk saat ini belum dulu!" kata Lucas.


"Oh, baik pak Lucas dan Bu Marwa tidak apa-apa! Terimakasih banyak karena sudah berkunjung dan memberikan banyak sekali donasi untuk panti ini! Mudah-mudahan nanti ketemu dengan yang cocok ya Pak," kata Bu panti.


Keluarga Anderson pun diantar keluar oleh Bu panti, hendak meninggalkan panti asuhan ini. Namun tiba-tiba seorang pengurus panti berlari sambil menggendong bayi kearah Bu panti dengan nafas tergopoh-gopoh.


"Bu, Bu ini Bu! Orangnya kabur," kata pengurus laki-laki yang menggendong bayi itu.

__ADS_1


"Loh ini bayi siapa?" tanya Bu panti.


"Engga tau! Tadi perempuan, kabur pakai ojek pas saya kejar, dia naro depan pagar Bu!" kata pengurus panti itu.


Oaaaaa, oaaa, oaaa.


Bayi berjenis kelamin perempuan yang cantik itu menangis kejer, bayi yang masih merah sepertinya benar-benar baru dilahirkan! Entah kenapa ada seorang wanita yang dengan teganya membuang bayi mereka ke panti asuhan.


Marwa dan Lucas langsung terpana melihat wajah bayi mungil yang masih merah itu, bahkan masih ada ari-arinya. Hati Marwa dan Lucas bergetar melihat bayi perempuan yang sangat lucu dan cantik itu.


"Bu, boleh saya gendong?" tanya Marwa dengan wajah berseri-seri.


"Oh, tentu Bu! Silahkan, tega sekali wanita yang sudah membuang bayi secantik ini," kata Bu panti sambil menyerahkan pada Marwa.


Marwa menimang bayi perempuan itu dengan sangat lembut, hingga bayi itupun tak menangis lagi. Bun panti meminta pengurus tadi membuatkan su su formula untuk bayi yang sepertinya lapar ini.


"Mas, aku mau ini jadi anak kita!" kata Marwa.


"Iya aku juga, dia sangat lucu sekali," kata Lucas.


"Ndak apa-apa mba, toh ada su su formula! Aku wis jatuh hati karo bayi mungil iki, lihat mba cantik sekali bayi ini," kata Marwa menunjukkan wajah bayi itu pada Ellea.


"Iya, dia sangat cantik! Dan tenang begitu kamu gendong," kata Ellea.


Akhirnya karena sudah jatuh hati pada bayi perempuan yang baru saja dibuang oleh Ibu kandungnya di panti asuhan ini! Marwa dan Lucas menandatangani berkas untuk mengadopsi bayi perempuan itu menjadi anak mereka.


Sesuai keinginan Marwa, yang sangat ingin memiliki anak perempuan akhirnya diberikan jalannya, wajah bahagia Marwa dan Lucas sangat terpancar hari ini. Begitu juga dengan Bude Asih, Ellea dan Anderson. Hanya satu yang sejak tadi cemberut begitu melihat bayi mungil cantik itu, siapa lagi kalau bukan Aiden.


Ellea yang melihat Aiden cemberut sambil melirik sinis bayi yang sedang digendong oleh Marwa, langsung menegurnya.


"Ai, kok mukanya cemberut begitu si? Itu Ai punya temen main loh sekarang," kata Ellea.


"Iya tuh, ade bayinya cantik sekali nanti bisa main bareng sama Ai," kata Anderson.


"No way Papa, Ai engga suka perempuan nanti engga bisa main tembak-tembakan," kata Aiden.


"Kata siapa? Mima perempuan buktinya bisa main tembak-tembakan sama Ai," kata Ellea.

__ADS_1


"Engga, Mima sekali ditembak langsung jatoh, Ai pengennya bayi laki-laki aja," kata Aiden.


"Loh, nanti kan Ai maen sama om Ucas, Ade bayi maenannya sama onty Marwa, nantikan kalau Ai habis perang lawan om Ucas, Ai capek pengen makan nah nanti Ade bayi yang masakin buat Ai," kata Lucas.


"Oh gitu Om, tapi nanti Ai tembak Ade bayinya pas lagi macak-macakan," kata Aiden.


"Ya jangan dong nak, kamu semua orang ditembak," kata Ellea.


Sampai perjalanan pulang pun Aiden masih melirik sinis pada bayi perempuan itu, matanya mendelik, bibirnya cemberut karena tidak suka jika Marwa dan Lucas membawa anak perempuan.


Sesampainya di rumah! Marwa tak henti-hentinya menciumm bayi mungil itu, bayi itu sukses membuatnya gemas. Tapi sayang, Lucas dan Marwa belum mempersiapkan perlengkapan bayi mungil itu, sehingga seluruh pelayan di rumah dibuat sibuk untuk membeli perlengkapan bayi dan mempersiapkan kamar untuk bayi cantik itu.


Sementara Aiden tengah berada di dalam kamar Ellea dan Anderson sambil memainkan mobil-mobilannya, tapi Aiden merasa bosan karena kedua orangtuanya malah sibuk pacaran diatas ranjang.


Aiden pun keluar kamar, lalu pergi menuju kamar Marwa dan Lucas! Dia masuk dengan polosnya, sementara Marwa dan Lucas tengah memandangi bayi mungil itu sampai tak sadar ada Aiden menghampiri mereka.


"Hemm," Aiden memberikan kode.


"Eh Ai, sini nak," kata Lucas lalu menggendong Aiden dan menaikkannya keatas kasur bersama bayi kecil yang masih tidur.


"Kenapa dia tidur telus Om?" tanya Aiden.


"Kan Ade bayinya capek tadi habis naik mobil, Ai juga bobo yah disini," kata Lucas.


"Iya sini, deket Ade bayi," kata Marwa.


Aiden pun tiduran disamping bayi lucu itu, sementara Marwa dan Lucas tengah keluar kamar untuk makan sejenak, karena kesenangan baru mendapatkan bayi, keduanya sampai lupa belum makan siang.


Aiden kembali melirik bayi cantik disampingnya, lalu menjulurkan lidahnya.


"Weeeeee kok kamu tidul telus si! Kenapa kepala kamu botak?" tanya Aiden.


Namun bayi perempuan itu menguap, seketika Aiden langsung terperanga melihat bayi kecil menguap.


"Kamu lucu sekali nguapnya," hihihi Aiden tertawa menertawakan bayi itu.


__ADS_1


__ADS_2