Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Lift


__ADS_3

Sempat terjadi tarik-menarik antara Marwa yang tidak mau masuk lift, dengan Lucas yang kekeh meyakinkannya untuk naik lift. Akhirnya Marwa yang penakut itupun terpaksa menuruti Lucas dan masuk ke dalam lift. Semula Lucas menekan lantai dua, namun ketika sudah berada di dalam lift, niat nakalnya berubah dan menekan lift lantai 20.


"Mas aja tinggi-tinggi! Nanti kalau tiba-tiba liftnya mati pie mas, terus lampune kedap-kedip aku wedi mas!" rengek Marwa.


Lucas hanya menatap tajam kearah Marwa, tatapannya seolah mengisyaratkan bahwa harusnya saat ini Marwa berwaspada terhadapnya bukan terhadap hantu.


"Marwa! Harusnya disaat seperti ini, kamu lebih takut denganku daripada takut dengan suster ngesot," kata Lucas.


Marwa sedikit bingung dengan perkataan Lucas, mereka berdua kini saling bertatapan lalu tak lama Lucas langsung menerkam bibir mungil Marwa hingga tubuh Marwa terdorong ke sudut lift, akibat kebuasan Lucas.


Lift yang terus berjalan naik keatas, menjadi sensasi tersendiri bagi Lucas melakukan kemesraan ini bersama dengan Marwa. Lucas melu matt bibir Marwa dengan gai Ra yang menyala-nyala dan tidak mungkin bisa dipadamkan.


Yang ada gai rah itu akan semakin membara dan melahap habis mangsanya. Marwa yang sempat kaget dengan terkaman Lucas yang secara tiba-tiba, tapi kini Marwa sudah bisa menikmati suasana mencekam dalam lift.


Ciu mann mereka sangat dahsyat hingga menimbulkan desa han-desa han kenikmatan dari keduanya.


"Sthhhh ouhh," Marwa berde sah.


"Ahhh," Lucas ikut berde sah menikmati tautan bibir keduanya.


Kedua tangan Lucas kini tak bisa berdiam diri lagi, dia lantas membuka kaos polos berwarna putih yang dikenakan Marwa, diangkatnya hingga keatas da da dan tak lagi menutupi dua benda ke nyal favorit Lucas.


Dengan kecepatan tangannya, Lucas mencari-cari pengait b r a milik Marwa, agar tak ada lagi yang menutupi kedua buah ken yal dambaannya itu. Dengan cepat Lucas dapat meraih pengait itu, dan sekali sentuhan pengait itu pun terlepas, hingga membuat kedua buah ken yal itu terombang-ambing tak ada tempat berlindung lagi.


Lucas langsung meraup benda ken yal itu satu persatu secara bergantian, menye sapnya kuat-kuat, mere masnya kiri dan kanan hingga wajah Marwa memancarkan expresi kenik matan tiada tanding.

__ADS_1


Lucas terus menye sap kedua buah ken yal milik Marwa, menghi sap bagian benda kecil tengah yang berwana merah jambu itu layaknya baby Aiden saat meminta mi mi pada Ellea.


"Emmmahhhh, mas! Ahhh," desa han Marwa.


Tiba-tiba pintu lift terbuka! Lucas segera menurunkan kembali kaos putih Marwa, dan menarik tangan Marwa keluar dari lift. Keduanya kembali saling beradu mulut sepanjang jalan, entah Lucas akan membawa Marwa ke mana.


Sementara itu, security yang tengah seksama memeriksa cctv di setiap sudut perusahaan, mendadak tercengang melihat pemandangan dua insan yang tengah beradu mulut dari cctv.


"Hah, pak Lucas? I-itu Pak Lucas sama anak kecil itu!" teriak seorang security yang memancing rasa penasaran para security lainya.


Mereka pun berkumpul menyaksikan kedua insan yang sedang dahsyat-dahsyatnya beradu mulut.


"He, heh udah jangan diliatin! Kaya engga pernah muda aja kalian," ujar salah seorang security.


Sontak kemesraan Lucas dan Marwa pun menjadi konsumsi umum. Lucas yang mengetahui banyaknya cctv di perusahaan ini, sudah masa bodo dengan hal itu. Naf sunya sudah menutupi rasa malunya saat ini, urusan cctv nanti dia akan bereskan.


Lucas membawa Marwa kesebuah ruangan tempat diadakannya meeting untuk tamu penting di perusahaan. Dengan terus saling memagut bibir keduanya berjalan masuk ke dalam ruangan yang sangat luas dan diisi oleh satu meja yang super panjang dan lebar, serta beberapa kursi untuk meeting.


Lucas mengangkat tubuh Marwa keatas meja, dan tetap melum att bibir mungil Marwa dengan liar. Marwa pun melirik kearah cctv dimana terdapat sedikitnya dua kamera cctv diruangan itu!


Sadar bahwa kegiatan liar mereka terpantau dua cctv, Marwa segera melepaskan diri dari cium ann itu.


"Mas, kamu engga malu opo? Itu liat, ada cctv, aku ndak mau teruskan, malu mas!" protes Marwa.


Lucas pun tersenyum, lalu meraih jaket yang tadi dia berikan pada Marwa! Tak lupa, Lucas juga membawa satu kursi untuk pijakan dia nantinya. Lucas meletakkan kursi dibawah satu cctv, lalu perlahan dia menaiki kursi itu agar bisa meraih cctv! Kemudian Lucas menutupi cctv dengan jaketnya.

__ADS_1


Setelah satu cctv terselesaikan, Lucas mengangkat kursi berpindah kebawah satu cctv lain yang belum tertutupi. Lucas naik keatas kursi itu, kemudian tersenyum kearah cctv dan membuka kaos yang dia kenakan untuk menutupi cctv itu.


"Yahhhhh,,,,,," serempak para security yang tengah asik menonton adegan menggai rahkan dari cctv itupun kecewa berat karena Lucas malah menutupinya, padahal tengah seru-serunya dan mereka berharap bisa menyaksikan Lucas menerkam anak dibawah umur diruangan meeting.


Marwa pun tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Lucas! Usaha keras sekali sepertinya demi bisa aweu-aweu diruangan meeting dengan Marwa.


Lucas yang sudah tidak memakai kaos sehingga membuat roti sobeknya terpampang nyata didepan Marwa! Lantas menghampiri Marwa dan tidak ingin berlama-lama lagi menunda gejolak gas ratnya yang kian menggebu-gebu.


Lucas segera meraih tengkuk leher Marwa, yang sejak tadi masih duduk terdiam diatas meja! Satu tangan Lucas meraih pinggul Marwa hingga menyingkirkan jarak diantara keduanya, Lucas kembali memagut bibir mungil Marwa sembari melingkarkan kedua tangannya pada pinggul Marwa.


Marwa tak lagi bisa menolak setelah usaha keras yang sudah Lucas lakukan untuk menutupi cctv diruangan itu. Keduanya saling beradu lidah, sesekali Lucas menggigit tipis bibir Marwa hingga membuat Marwa meringis disela-sela kenikmatannya.


Marwa meraba-raba tubuh Lucas yang berotot kekar secara lembut, dengan sentuhan-sentuhan jari jemari lentik Marwa, Lucas semakin berde sah terang sang oleh kelihaian sentuhan Marwa.


"Ahhh stthhhh, sttthhhhh Marwa!" de sahan Lucas membuatnya melepaskan pagutan bibirnya.


Marwa mulai meraba-raba menuju bagian bawah tubuh Lucas, dan mendaratkan tangan kanannya disenapan milik Lucas yang sejak tadi sudah meronta-ronta tak muat didalam celana sana.


"Ahhh, stttt sit, bukalah!" kata Lucas meminta pada Marwa agar membuka resleting celananya.


Marwa pun menurut, lalu meraih resleting celana Lucas dan menurunkannya, dan tanpa menunggu aba-aba dari Lucas! Marwa melepaskan celana yang dikenakan Lucas hingga terjatuh ke lantai, disusul dengan lapisan terakhir yang menutupinya.


Lucas tak menyangka, Marwa sekarang sudah bisa bersikap agresif dan pintar tanpa diperintah Lucas pun dia sudah mengerti tahapan-tahapan ritual wajib ini.


Hai hai readers bantu like dong please, biar novel ini tidak tenggelam ke dasar jurang😁🙏

__ADS_1


__ADS_2