
Setelah semua orang meyakinkan Marwa untuk tidak takut, akhirnya dia mulai bisa tenang. Sampailah mereka semua di bandara, dan satu buah private jet sudah menunggu kedatangan keluarga Anderson untuk segera terbang ke Bali.
Satu persatu mereka menaiki tangga pesawat, Bude Asih dan Marwa sampai tercengang bukan kepalang ketika berada didalam private jet milik keluarga Anderson itu! Desainnya sangat elegant, fasilitas di dalam private jet juga sangat lengkap dan kursinya dirancang sangat mewah sehingga penumpang nantinya akan dibuat nyaman dan leluasa sepanjang penerbangan berlangsung.
Marwa dan Bude Asih sempat melihat-lihat dulu keseluruhan private jet ini, terdapat toilet layaknya di dalam rumah, dilengkapi dengan tempat tidur seperti di dalam hotel.
"Wah iki si dudu pesawat ya Bu, tapi hotel dipindah ning kene, apik tenan yo Bu," kata Marwa.
"Iya Marwa, Ibu berasa kaya mimpi bisa masuk ke dalam pesawat se apik ngene loh! Wah, wah, wah ana kasur juga Marwa," kata Bude Asih dengan ceria.
Tak lama pramugari datang untuk memberikan instruksi karena sebentar lagi pesawat akan segera take off.
*** Penumpang yang terhormat, selamat datang di Penerbangan nomor… dengan pelayanan dari Jakarta ke Bali Kita akan segera take-off, dan diharapkan untuk mengudara dalam waktu dua jam perjalanan. Kami meminta anda untuk memasang sabuk pengaman anda saat ini, dan simpan semua koper di bawah kursi atau di kompartemen atas. Kami juga meminta agar kursi dan meja anda berada dalam posisi tegak untuk take-off. Tolong matikan seluruh alat elektronik yang anda bawa, termasuk telepon genggam dan laptop. Merokok di larang selama penerbangan di seluruh bagian pesawat, termasuk di kamar mandi. Terima kasih dan Nikmati perjalanan Anda.”)
**** ujar seorang pramugari.
Marwa memilih duduk di dekat Lucas karena masih gemetaran mengingat pesawat akan segera take off, bahkan Marwa memejamkan kedua matanya karena masih takut akan berada di udara selama hampir dua jam nantinya.
Pramugari pun kembali memberikan pengarahan keselamatan.
*** Para penumpang yang terhormat, atas nama kru saya meminta Anda mengarahkan perhatian Anda ke monitor di atas saat kami meninjau prosedur darurat. Ada enam pintu darurat di pesawat ini. Luangkan waktu sebentar untuk menemukan pintu keluar yang paling dekat dengan Anda.
Perhatikan bahwa pintu keluar terdekat mungkin ada di belakang Anda. Hitung jumlah baris ke pintu keluar ini. Jika kabin mengalami kehilangan tekanan mendadak, tetap tenang dan dengarkan instruksi dari awak kabin.
Masker oksigen akan turun dari atas kursi Anda. Letakkan masker di atas mulut dan hidung Anda, seperti ini. Tarik tali untuk mengencangkannya. Jika Anda bepergian dengan anak-anak, pastikan masker Anda sendiri terlebih dahulu sebelum membantu anak Anda. Jika terjadi pendaratan darurat dan evakuasi, tinggalkan barang bawaan Anda.
__ADS_1
Rakit penyelamat terletak di bawah tempat duduk Anda dan lampu darurat akan mengarahkan Anda ke pintu keluar dan perosotan terdekat.
Kami meminta Anda memastikan bahwa semua barang bawaan disimpan dengan aman selama penerbangan. Sembari menunggu lepas landas, harap luangkan waktu sejenak untuk meninjau kartu data keselamatan di saku kursi di depan Anda.***
Lucas menggenggam tangan kanan Marwa, membuat Marwa melirik ke arah Lucas. Sementara Ellea duduk di samping Anderson sambil menggendong baby Aiden.
Kedua babysister dan Bude Asih duduk di kursi belakang Ellea dan Anderson. Selain Marwa semua orang tampak senang akhirnya bisa liburan walaupun ke tempat dekat. Baby Aiden pun sama sekali tidak rewel dalam dekapan Ellea.
Akhirnya pesawat take off, Marwa merasakan sedikit guncangannya saat pesawat mulai naik keatas.
"Ya Gusti, ya Gusti mas, mas," teriak Marwa sambil memegang erat tangan Lucas yang sejak tadi menggenggamnya.
Disatu sisi Lucas merasa kasihan melihat Marwa ketakutan begitu, tapi disisi lain Lucas justru tersenyum dengan tingkah lugu isterinya itu. Marwa benar-benar gadis polos yang apa adanya dan sangat sederhana, membuat Lucas setiap harinya semakin jatuh hati padanya.
Sudah hampir setengah jam perjalanan, kepala Marwa mulai berasa berputar-putar merasa pusing.
"Mas aku pusing," kata Marwa sambil tetap menutup kedua matanya.
"Kamu mau tiduran saja? Aku akan antar ke tempat tidur?" tanya Lucas.
"Ya sudah sini kamu bersandarlah! Aku akan memijat-mijat kepala kamu biar rasa pusingnya hilang," kata Lucas.
"Iya mas," kata Marwa, selama perjalan Marwa tak sekalipun membuka kedua matanya, dia berbicara pada Lucas pun dengan mata terpejam.
Lucas memijat-mijat kepala Marwa, leher Marwa dan bagian punggung Marwa agar dia bisa lebih rilex lagi. Beruntung pesawat tidak mengalami turbulensi, kalau sampai pesawat mengalami turbulensi Marwa pasti akan panik ga karuan karena pesawat akan terguncang sedikit.
"Mas perutku mual mas," kata Marwa.
"Marwa kamu mau minum?" tanya Lucas.
"Engga mas, aku mau.. mas aku ndak kuat," kaya Marwa.
__ADS_1
Dan akhirnya.
Uwee, uwee,,, Marwa muntah hingga mengenai pakaiannya sendiri. Lucas segera membersihkan pakaian Marwa, dan membantunya mengganti pakaian dengan pakaian baru.
Lucas juga meminta pada seorang pramugari untuk membawakannya minuman hangat untuk Marwa.
Anderson, Ellea pun ikut kasihan melihat Marwa sampai muntah-muntah begitu, di satu sisi Bude Asih juga mulai mabok udara, dia juga mulai merasakan pusing, hingga membuatnya tidur terus.
"Marwa, sini aku pakaikan minyak telon ya," kata Ellea.
Marwa pun mengangguk namun tetap kedua matanya enggan untuk dibuka.
"Sus, ambilin minyak telon punya Aiden dong, tolong yah!" kata Ellea.
"Baik Nyonya," kata babysister.
Sementara Aiden terpaksa harus ditimang oleh seorang babysister lainya, karena Ellea sedang membantu Lucas mengurusi Marwa. Babysister membawakan minyak telon pada Ellea, begitu juga dengan teh hangat yang diantarkan oleh seorang pramugari.
"Marwa minum dulu air hangatnya!" kata Lucas, sembari membantu meminumkannya.
"Sini aku balurkan dulu dengan minyak telon biar tubuhmu hangat," kata Ellea.
Ellea pun menuangkan minyak telon pada telapak tangannya lalu membalurkannya pada bagian perut, da da, punggung, leher dan dahi Marwa. Sementara Lucas terus memijat-mijat dahi Marwa.
"Sudah Lucas, mudah-mudahan dia akan segera membaik," kata Ellea.
"Tidurlah Marwa," kata Lucas.
"Njeh mas," lirih Marwa.
Setelah hampir dua jam, pramugari memberitahukan bahwa pesawat akan segera landing di bandara Ngurah Rai Bali.
__ADS_1
*** Penumpang yang terhormat, sembari kita mulai mendarat, mohon pastikan punggung kursi dan meja anda berada dalam posisi tegak. Dan pastikan juga sabuk pengaman anda terkait dengan baik dan seluruh barang bawaan tersimpan di bawah kursi di depan anda, atau di penyimpanan atas. Terima kasih.
****