
Keesokan harinya Anderson dan Ellea sudah berpakaian rapih untuk pergi bekerja. Sarapan bersama Ellea adalah ritual wajib bagi Anderson. Ketika keluar kamar, Anderson melihat langkah kaki Ellea. Ellea yang tersadar Anderson selalu memperhatikan cara berjalannya ketika mereka selesai nganu semalaman, segera menghentikan langkahnya.
"Apa yang kamu lihat?" tanya Ellea.
"Wah sudah ada kemajuan ternyata. Mungkin sekarang sudah lebih besar jadi kamu tidak mengalami lecet lagi!" kata Anderson sembari menunjukkan jarinya membentuk pola O.
Ellea pun bergidik geli dengan tingkah Anderson, mereka menuju ke tempat makan. Di sana Gea sudah duduk tengah menikmati sarapan pagi menu dietnya.
Gea melirik kearah Anderson dan Ellea yang rambutnya masih agak sedikit basah meski telah dikeringkan oleh hair dryer. Dalam hati Gea, ini tak bisa dibiarkan terlalu lama! Anderson dan Ellea semakin mesra dan hampir setiap malam mereka melakukannya. Bisa-bisa akan lahir keturunan Anderson jika rencana merusak rahim Ellea kembali gagal.
Jika di kantor sudah ada Gerry yang akan menghalanginya, mau tidak mau Gea harus melakukan rencananya di rumah ini.
"Lihat saja kamu Ellea! Malam ini aku sendiri yang akan turun tangan untuk menuangkan bubuk obat perusak rahim itu kedalam minuman atau makananmu. Mampus kamu Ellea!" Kata Gea dalam hatinya.
Mereka menghabiskan sarapannya lalu berangkat ke kantor dalam satu mobil. Setibanya di kantor Gea menuju ke ruangan kerjanya, disana Gerry melihat Gea berjalan kearahnya, namun Gea hanya tersenyum sinis pada Gerry.
Melihat senyum Gea seolah tengah berbahagia, Gerry langsung berlari mencari Ellea guna memastikan kalau Ellea baik-baik saja. Ellea dan Anderson tengah berjalan menuju ruangannya, Gerry memutuskan untuk menyapa Ellea.
"Pagi Ellea! sapa Gerry.
"Pagi Ger! Kamu kok kaya abis lari-larian si?" tanya Ellea.
"Iya aku cuma mau memastikan kamu baik-baik saja!" kata Gerry.
"Dasar caper!" ketus Anderson.
Ellea menyenggol lengan Anderson agar tidak bersikap terlalu sinis pada Gerry.
"Sayang pagi ini aku ada meeting kan? Jadi, jangan buang-buang waktu mengobrol dengan laki-laki ini!" kata Anderson kemudian menarik lengan Ellea untuk ikut bersamanya.
Suka tidak suka Ellea harus patuh dan meninggalkan Gerry yang masih terdiam menatap kearahnya. Karena sore ini sangat sibuk, Anderson meminta Ellea untuk pulang ke rumah terlebih dahulu agar tidak kecapean.
__ADS_1
"Ellea, kamu pulang duluan ke rumah ya! Lucas akan menjagamu di rumah. Aku masih ada kerjaan soalnya," kata Anderson.
"Tidak apa-apa aku akan temani kamu hingga malam!" kata Ellea.
"Tidak bisa begitu! Aku sudah bersusah payah menanam benih semalaman, kamu tidak boleh capek-capek mulai sekarang agar benih yang aku tanam itu tumbuh dirahimmu," kata Anderson.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan pulang duluan," kata Ellea lalu bergegas meninggalkan Anderson.
Ellea dan Gea pulang ke rumah dalam satu mobil, tapi tak ada percakapan apapun diantara keduanya. Malam ini Gea sudah tidak sabar untuk melancarkan rencana jahatnya pada Ellea.
Gea mengamati situasi dan kondisi dengan cermat karena tak ingin rencananya kali ini ada yang menggagalkan, Gea sedang menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Melihat pelayan pribadi Ellea kearah dapur, Gea mulai bersiap untuk berpura-pura mengajak ngobrol pelayan. Saat itu di dapur ada empat orang pelayan yang masing-masing sedang dalam posisi pekerjaannya.
Ada yang tengah mencuci piring, ada yang tengah menyiapkan makan malam, ada juga tengah menata meja makan dan pelayan pribadi Ellea tengah membuatkan jus jeruk untuk Ellea.
"Jus jeruk kayanya enak ya!" kata Gea.
"Eh nyonya! Mau saya buatkan juga? Soalnya ini untuk nona Ellea yang tengah berenang tapi dia keausan," ujar pelayan.
"Boleh dong bikinin jus jeruk juga!" kata Gea.
"Kalian semua!" panggil Gea pada semua pelayan di dapur.
Mereka pun berkumpul untuk mengetahui ada apa Gea memanggil mereka.
"Kalian carikan handphone milikku sekarang! Mungkin aku lupa naro. Kalian bisa kan pergi ke kamarku untuk mencarinya!" kata Gea.
"Kalau saya antarkan jus dulu ya Nya?" tanya pelayan itu.
"Apa kamu mau dipecat! Cari dulu handphoneku sekarang!" bentak Gea.
Semua pelayan pun menurut dan pergi ke kamar Gea untuk mencari handphone miliknya, yang sebenarnya ada didalam tasnya. Disaat semua pelayan sudah pergi ke kamarnya Gea memasukkan serbuk itu kedalam jus jeruk untuk Ellea.
__ADS_1
Obat itu memang tidak akan langsung bereaksi ketika diminum, perlu beberapa jam untuk obat itu memberikan reaksi membuat kerusakan pada rahim wanita, yang akan berakibat sangat fatal nantinya.
Setelah rencananya sukses, Gea kembali ke kamarnya untuk menemui para pelayan di sana. Diambilnya handphone miliknya dari dalam tas.
"Ini sudah ketemu handphonenya! Sebaiknya kalian semua keluar dari kamarku sekarang!" kata Gea.
"Jus jeruknya jadi kan Nya?" tanya pelayan itu.
"Ya tentu jadi dong!" kata Gea tersenyum senang.
Semua pelayan kembali ke dapur dan melakukan aktifitas pekerjaan mereka, termasuk pelayan pribadi Ellea yang segera mengantar jus jeruk itu ke kolam renang.
Sementara itu di dalam kamarnya, Gea jingkrak-jingkrak di lantai, menari-nari tertawa terbahak-bahak. Gea yakin rencananya kali ini akan sangat sukses. Semua berkat jus jeruk itu, nanti ketika pelayan mengantarkan jus jeruk miliknya, Gea pasti akan sujud syukur pada jus jeruk itu. Sebagai bentuk penghormatan karena telah membantunya memuluskan obat perusak rahim itu masuk kedalam tubuh Ellea.
Pelayan tiba di samping kolam renang, Ellea pun menepi untuk meminum jus jeruk itu.
"Nona ini minum dulu jus jeruknya! Maaf ya lama, ada masalah tadi," kata pelayan itu.
"Loh kok jus jeruk?" tanya Ellea.
"Lah pie toh! Bukannya tadi nona bilang jus jeruk ya?" tanya pelayan sedikit bingung.
"Yey! Itu mah kemaren yang saya minta jus jeruk. Coba diinget hayoo tadi saya mintanya jus apa?" tanya Ellea.
"Astaga blegedessss! Lupa nona, maklum lah banyak mikirin utang. Tadi nona mintanya jus buah naga ya?" kata pelayan.
"Nah itu tempe!" ledek Ellea.
"Ya sudah maaf ya nona! Saya bikinkan dulu jus buah naganya," kata pelayan sembari menepok-nepok jidatnya karena telah lupa mengingat permintaan Ellea.
Pelayan membawa kembali jus jeruk itu, saat melewati kamar Gea. Pelayan ingat bahwa Gea memintanya dibuatkan jus jeruk, daripada membuatkan baru nanti keburu lama lagi. Yang ada Gea akan ngamuk jika menunggu lebih lama lagi. Si pelayan akhirnya membelokkan langkah kakinya menuju kamar Gea.
__ADS_1
Dengan membawa jus jeruk yang tadinya untuk Ellea, tanpa tau obat apa yang terdapat didalam jus jeruk itu sang pelayan sampai didepan pintu kamar Gea.
Tokk, tokk, tokk.