
Lucas tidak mendengarkan penolakan dari Marwa, dia justru semakin gemas dan menggigit tipis daun telinga Marwa.
"Mas jangan, Ai kan lagi di rawat," de sah Marwa.
"Tapi aku tidak tahan, ayolah sekali saja!" kata Lucas sambil terus memeluk Marwa dari belakang.
"Ndak mas, nanti aja kalau Ai sudah sembuh! Aku masih kepikiran Ai," kata Marwa.
"Akupun sama! Sebelah kanan otakku memikirkan keadaan Ai karena dia keponakanku satu-satunya! Tapi otak kiriku memikirkan ladang gandum milikmu," kata Lucas.
"Mas, jangan!" kata Marwa.
Namun Lucas justru semakin bergerilya menge cup leher Marwa, jari-jari Lucas kini melanglang buana menaiki gunung kembar menyusuri lembah untuk menuju samudera kenikmatan. Tanpa disadari kini jari-jari itu dengan mulus menyelusup kedalam segitiga bermuda berwarna biru muda.
"Aw,,, mas!" de sah Marwa.
__ADS_1
Jari-jari Lucas mulai masuk kedalam lubang ladang gandum itu, dan bergerak aktif maju mundur cantik didalamnya. Layaknya layangan yang ditarik ulur, begitu juga jari jemari Lucas yang menarik dan memasukan kembali ke dalam sana, membuat pemiliknya terperosok kedalam jurang kenikmatan yang berjuta-juta rasanya.
Dengan masih berposisi memeluk Marwa dari belakang, tidak menghalangi Lucas untuk bergerak lincah dan liar memporak-porandakan lubang gandum itu, hingga jari-jari Lucas merasakan sudah mulai dibanjiri oleh samudera kenikmatan hanya mengalir deras tak terbendung dari dalam sana.
Gerakan jari jemari Lucas sukses membuat Marwa yang tadinya menolak untuk tugas negara malam ini, kini justru tubuh Marwa merespon baik jari-jari Lucas yang bermain didalam lubang gandumnya, tubuh Marwa menggeliat layaknya cacing kepanasan ke kiri lalu ke kanan seiring irama jari-jari Lucas yang terus keluar masuk dari dalam sana.
"Mas, awwww!! Ughtyyyy mas pingin lebih cepet mas," des ah Marwa.
Lucas sangat senang melihat isteri kecilnya itu menggeliat penuh gai rah dalam kungkungannya, bahkan Marwa sudah berani meminta Lucas agar lebih cepat mengeluar masukkan jari jemarinya dari lubang gandum itu.
"Ayo sayang keluarkan! Jangan ditahan, aku ingin merasakannya," lirih Lucas sambil terus menge cup leher Marwa dan satu tangannya mere mas pepaya Bangkok yang menggantung bagaikan jemuran di pagi hari, secara bergantian.
Tubuh Marwa terlihat menggelinjang hebat, bahkan jika tubuhnya tidak ditahan oleh tangan Lucas, mungkin sudah roboh ke lantai.
"Mas, emmm ahhhh aku sampai," er angan panjang dari bibir Marwa membuat Lucas tersenyum puas melihatnya.
__ADS_1
Lucas mengeluarkan jari jemarinya dari dalam sana! Marwa pun membalikkan tubuhnya menghadap Lucas.
"Mas kamu nakal ih, ya wis aku mandi dulu ya mas," kata Marwa.
"Tapi habis mandi, kita tetap lanjutkan kan?" kata Lucas memberikan kode kalau dia belum mendapatkan jatah, karena anacondanya sudah menggedor-gedor dibawah sana.
"Njeh mas, nanti abis mandi aku pakai lingerie itu!" kata Marwa.
Lucas menggigit genit bibir bawahnya sendiri mendengar Marwa akan segera memakai lingerie se xy itu. Tak sabar ingin melihat tubuh isterinya bila memakai lingerie. Padahal memakai lingerie ataupun tidak ending akan tetap tidak memakai apa-apa, tapi entah kenapa Lucas sampai tidak sabaran, mungkin sensasinya akan berbeda bila melaksanan tugas negara itu diawali dengan menggunakan lingerie.
Lucas lekas membaringkan tubuhnya diatas ranjang, sambil tersenyum puas telah membuat Marwa malam-malam begini kebanjiran.
Ampun Mak, pagi-pagi gini ini jari-jari lancar jaya banget kalau suruh ngetik yang nganu-nganu!! Maafin ya nak😁🙏
Tapi eh tapi ga apa-apa ya pagi-pagi hari Sabtu ini, pada libur kan ya para pak su nya🤪 Okelah tarik kolornya biar pagi-pagi nganu ya😘
__ADS_1