
Kedua kalinya dalam hidup Ellea dirinya harus melewati malam pertama sendirian dengan penuh kehampaan tanpa ada yang menghangatkan, harapan untuk disentuh oleh sang suami pun harus kandas kembali seperti saat dulu Ellea masih menjadi isteri Gerry. Menyedihkan bukan?
Ellea berusaha keras untuk tidak jatuh cinta pada Anderson dia sadar Anderson hanya menganggapnya wanita pemu as naf sunya saja, tak ingin larut dengan perasaan cemburu yang menghinggapi disepanjang malamnya pagi hari Ellea memutuskan untuk pergi bekerja seperti biasa di kantor.
"Duh Ellea bodoh!! Bodoh!! Kenapa si hati ku terasa sesak melihat Anderson mengangkat tubuh Gea isterinya, fokus kerja!! Fokus kerja Ellea jangan pikirkan Anderson terus." Ellea berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Tetap saja dengan penuh harap Ellea menunggu Anderson akan tetap datang ke kantor hari ini, namun Anderson tak kunjung datang. Membuat hati Ellea semakin gelisah.
"Sebenarnya si kutu kupret lagi apa si? Apa sekarang dia sudah mencintai isterinya itu sampai-sampai dia sendiri yang turun tangan merawat isterinya. Aku tidak tahan lagi! Sepertinya tidak apa kalau aku mengintip Anderson dan Gea, tidak akan ketahuan ini kan." Kata Ellea berbicara sendiri.
Ellea mengambil tasnya dan bergegas meninggalkan kantor untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan Anderson dan Gea di rumah sakit.
Gea yang baru saja siuman, melihat Anderson tertidur disamping ranjang pasien miliknya, sejenak Gea menatap wajah tampan Anderson yang tengah tertidur.
"Kenapa, kenapa kamu masih saja peduli padaku? Setelah aku dan Papah ku menyakiti mu bertubi-tubi, kenapa kamu tidak pernah marah atau membalasnya? Lalu dimana Papah? Dimana Axel, kenapa malah mereka tidak datang melihat keadaan ku?" Dalam hati Gea hingga membuatnya menitihkan air matanya.
Anderson terbangun dari tidurnya dan melihat Gea sudah siuman, dan tengah menangis.
__ADS_1
"Kamu sudah sadar? Apa masih terasa sakit?" tanya Anderson.
Namun Gea hanya menyeka air matanya dan tak menjawab pertanyaan Anderson.
"Baiklah kalau kamu sudah baik-baik saja, makanlah sekarang! Setelah itu aku akan pergi dari sini," kata Anderson.
"Aku tidak mau makan," kata Gea.
"Setidaknya menurut lah pada ku, sampai aku berhasil melepaskan mu dari status sebagai isteri. Setelah itu kamu bebas melakukan apapun itu," Kata Anderson sambil mengambil piring yang berisi bubur lalu duduk ditepi kasur pasien.
Anderson menyendok bubur itu dan hendak menyuapi Gea agar dia mau makan walaupun hanya satu sendok saja, disaat yang sama Ellea tiba didepan kamar pasien Gea. Ellea yang sudah membuka sedikit pintu kamar itu terdiam melihat Anderson menyuapi Gea hingga membuat hatinya merasa perih.
"Hai, em aku hanya mau membawakan beberapa dokumen yang memerlukan tanda tangan Pak Anderson," kata Ellea yang mencoba tegar saat ini.
Anderson yang didalam kamar mendengar pembicaraan Ellea dan Lucas, langsung berhenti menyuapi Gea, lalu menaruh kembali piring bubur itu.
"Kalau begitu berikan saja dokumennya, biar aku berikan ini kedalam!" kata Lucas.
__ADS_1
"Biarkan dia masuk!!" teriak Anderson.
Teriakan Anderson sontak membuat Ellea ragu untuk masuk ke dalam, namun Lucas menyuruhnya untuk tetap masuk. Dengan langkah perlahan Ellea masuk kedalam dengan membawa beberapa dokumen ditangannya. Gea yang melihat kehadiran madunya itu langsung membuang muka.
"Am, maaf Pak saya terpaksa harus datang kesini, Anda jangan salah paham ini karena ada dokumen yang harus Anda tanda tangani," kata Ellea dengan gugup dan tangan yang sedikit gemetar.
Anderson mengambil dokumen itu dari tangan Ellea, dilihatnya tanggal untuk proyek itu masih beberapa hari kedepan itu artinya Anderson tidak perlu memberikan tanda tangannya hari ini. Anderson yang mengerti kenapa Ella sampai kesini dengan dalih meminta tanda tangan, padahal Ellea pasti gelisah memikirkannya sepanjang malam.
Anderson tersenyum tipis lalu secara tiba-tiba menarik tubuh Ellea kepangkuannya, lalu melingkarkan tangannya dipinggang Ellea.
"Pak lepaskan!!" kata Ellea sembari berusaha bangun dari pangkuan Anderson.
"Kenapa? Bukankah kamu gelisah sepanjang malam memikirkan aku?" tanya Anderson.
"Iya tapi lepaskan dulu!" kata Ellea.
"Sabar dulu sayang! Aku akan tanda tangan sekarang, kalau kamu gerak-gerak terus nanti dokumen penting ini bisa tercoret bukanya ini sangat urgent sampai-sampai kamu harus menemui aku disini?" ledek Anderson sembari tersenyum menatap wajah Ellea yang tengah gugup itu.
__ADS_1
Ellea hanya bisa pasrah terus berada dipangkuan Anderson, sementara Anderson selesai menandatangani dokumen itu, lalu meletakkannya disamping. Anderson kian mempererat pelukannya lalu membuat tubuh Ellea semakin dekat dengannya sehingga wajah Anderson berhadapan langsung dengan gunung kembar Ellea membuat Anderson sejenak menatapnya.