
Didampingi oleh pengacara pribadinya, Anderson harap-harap cemas, dirinya takut kali ini akan gagal kembali untuk menjebloskan George Wilson kedalam penjara. Apalagi Anderson tidak tau apa Gea akan serius membantunya kali ini.
Sedangkan di kantor Ellea tengah kelimpungan menghandle segala pekerjaan Anderson, meeting menghadapi klien sendiri, menggarap proyek yang akan berjalan sendiri, menyiapkan proposal sendiri meski ada yang harus direvisi dan dia tak bisa, Ellea berusaha keras untuk tidak menggangu Anderson.
"Pusing banget!!! Bisa-bisa nih bukit kembar kempes deh, kalau kerjaan setiap hari sebanyak ini." Kata Ellea mengeluh sendirian.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Ellea, membawakan Ellea ice coffee dan menaruhnya diatas meja Ellea. Ellea yang tengah menunduk, melihat tangan dari seorang laki-laki yang berotot dan sepertinya sudah tidak asing lagi! Begitu Ellea menengok.
"Gerry!!" kaget Ellea.
"Hai Ellea, kamu apa kabar?" tanya Gerry.
"Aku baik, bahkan sangat baik. Kamu kok bisa ada di sini?" tanya Ellea.
"Aku sekarang bekerja di perusahaan, kita akan sering bertemu dan kita bisa memulai kembali kisah kita di sini, Ellea," kata Gerry.
"Ngomong apa kamu Ger, dengar ya aku sudah menjadi isteri orang! Jadi apapun alasan kamu bekerja di perusahaan ini, tolong bekerja hanya sesuai rulenya aja!" tegas Ellea.
"Kamu jadi tambah galak ya Lea! Kenapa si kamu harus bersikap seperti ini? Toh kamu kan hanya isteri siri dari atasan kamu itu kan?" tanya Gerry.
"Aku engga mau bicara apapun lagi Gerry!! Aku engga mau orang lain salah paham tentang kita," kata Ellea.
"Kamu sepertinya sangat memikirkan perasaan Tuan Anderson ya! Tapi kamu lupa, apakah dia juga memikirkan perasaan kamu ketika dia bersama isteri sahnya," sindir Gerry.
Perkataan Gerry membuat pikiran Ellea semakin dilanda stres, apalagi saat ini Anderson tengah bersama dengan Gea.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya Ellea! Jangan lupa diminum kopinya!" kata Gerry yang pergi berlalu dari hadapan Ellea.
Gea dan anak buah Anderson tiba membawa anak dan isteri dari supir yang menabrak mobil Anderson, dan membawa seorang supir yang menjadi penyebab kecelakaan Papah Anderson 8 tahun silam.
Anderson yang sudah diselimuti emosi menggebu-gebu melihat supir bayaran yang merenggut nyawa Papahnya, seketika menarik kerah baju dari supir itu!
__ADS_1
Bughhhhtttttt, satu bogem mentah mendarat tepat dipipi sebelah kanan sang supir maut itu.
"Bia dab!!!!" teriak Anderson.
"Tuan tenang! Kita bisa kena tegur pihak kepolisian," kata Lucas berusaha menenangkan.
"Tuan sebaiknya Anda tunggu diluar saja!! Masalah kedua kasus ini saya akan tangani dengan sangat baik," ujar pengacaranya.
Anderson pun memutuskan untuk menunggu di luar kantor polisi dan ditenangkan oleh Lucas, tak lupa Gea yang menempel terus hendak menagih janji Anderson.
"Come on!!! Semua sudah berakhir Tuan. George Wilson kali ini tidak akan bisa berkutik lagi," kata Lucas sambil menepuk-nepuk punggung Anderson untuk menenangkannya.
"Betul itu semua sudah berakhir sekarang!! Semua berkat kecerdikan isteri sah kamu ini. And than jangan lupa janji kamu terhadap aku," kata Gea tersenyum puas.
Anderson hanya diam dan malas berbicara dengan Gea. Kemudian untuk sejenak menenangkan pikirannya Anderson mengeluarkan handphone miliknya untuk mengabari Ellea. Tak disangka handphonenya laubet.
Setelah melakukan interogasi terhadap para tersangka, polisi akhirnya membuat surat resmi penangkapan untuk saudara George Wilson. Beberapa aparat kepolisian bergerak untuk menjemput tersangka utama atas dua kasus yang menjeratnya.
George Wilson ditangkap tanpa perlawanan, di kediamannya yang sudah ditempeli stiker "rumah ini dalam penyitaan pihak Bank." Kedua tangannya kini diikat oleh gelang besi dan digiring oleh aparat kepolisian masuk kedalam mobil tahanan.
Sesampainya di kantor polisi George yang baru saja turun dari mobil, disambut oleh senyuman manis Gea, dan tatapan tajam Anderson. Anderson menghampiri George.
"Kenapa si Om? Padahal Om itu orang kepercayaan Papah ku! Kenapa Om tega membunuh orangtua ku dan juga hampir membunuh ku," teriak Anderson.
"Apa? Aku hanya membunuh Papah mu dan berusaha menyingkirkan mu Anderson, tapi ingat aku tidak mungkin membunuh Ibu mu, wanita yang hingga saat ini masih aku cintai! Kamu harus tau Anderson musuh mu yang lebih berbahaya dari ku, pertama isteri iblis mu itu dan kedua orang yang membunuh ibu mu!" kata George Wilson yang segera digiring masuk ke dalam untuk diintrogasi.
"Dasar Papah tidak berguna!" celetuk Gea.
"Tuan, sebaiknya kita pulang terlebih dahulu. Anda belum istirahat sejak pagi!" seru Lucas.
"Ya, kamu benar! Pikiran ku sudah kemana-mana," kata Anderson.
__ADS_1
Mereka pun meninggalkan kantor polisi untuk beristirahat di rumah. Sepanjang perjalanan Gea tersenyum senang, Gea sudah membayangkan akan tidur bersama Anderson dan akan segera menyingkirkan Ellea dari kehidupannya.
Sesampainya di rumah mereka pun turun dari mobil, Ellea yang sedari tadi sudah resah gelisah menunggu kedatangan Anderson! Segera berlari begitu mendengar suara mobil Anderson dan anak buahnya tiba.
Gea sudah percaya diri menggandeng tangan Anderson, Ellea pun berlari sangat cepat agar bisa menyambut Anderson! Tapi apa yang dilihatnya? Justru Gea yang tengah memegangi lengan Anderson dengan kepalanya yang dimiringkan ke bahu Anderson.
"Nah ini dia madu ku, yang dicari akhirnya nyamperin sendiri! Eh madu, dan pelayan come here!!!" kata Gea dengan nada heboh.
"Iya Nyonya," kata pelayan.
"Kamu segera pindahkan pakaian milik Tuan Anderson dari kamar si ja Lang itu ke kamar ku!" perintah Gea.
"Apa-apaan kamu kuyang!" kesal Ellea.
"Gea please!! Setidaknya izinkan malam ini aku untuk tetap bersama Ellea," kata Anderson.
"No no no! Ingat kesepakatan kita kan? Aku sudah berhasil menjebloskan Papah ku kepenjara demi kamu," kata Gea sambil menarik tangan Anderson untuk melanjutkan langkahnya.
Ellea menahan tangan Anderson yang satunya lagi.
"Aku percaya sama kamu, tapi ternyata kamu mau seranjang dengan wanita yang jelas-jelas sudah mengkhianati kamu, mencoba membunuh mu! Aku kecewa sama kamu," kata Ellea yang langsung memalingkan tubuhnya untuk pergi menuju kamarnya.
"Ellea!! Tunggu!!" teriak Anderson penuh penyesalan.
"Ayo baby, kita menuju kamar ku," kata Gea yang seakan menggiring Anderson hendak dimangsa olehnya.
Di dalam kamarnya Gea langsung mendorong tubuh Anderson keatas ranjang, lalu Gea menaiki tubuh Anderson menji lati leher Anderson seolah itu ice cream caremel.
"Gea stop it!!" bentak Anderson yang berusaha menyingkirkan tubuh Gea dan menghentikan aksinya.
Namun penolakan Anderson membuat Gea semakin beringas! Gea mencabik-cabik pakaian kemeja Anderson hingga kancing itu bukannya dibuka satu persatu malah Gea robek hingga kancing-kancing itu terlepas dari kemeja Anderson.
__ADS_1