Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Si polos


__ADS_3

Marwa duduk ditepi ranjang sambil matanya melirik ke kanan dan ke kiri, dia memikirkan kembali rencananya untuk pura-pura pingsan saja, tapi kalau pura-pura pingsan, Lucas akan leluasa memangku tubuhnya! Dan mungkin saja Lucas akan langsung memperko sanya. Marwa semakin putus asa sekarang ini.


Sementara itu Lucas bereaksi biasa saja! Karena bagi Lucas sudah hal biasa dia sudah sering membawa wanita-wanita cantik ke dalam kamar hotel, menidurinya, terakhir Lucas bahkan memacari seorang model se xy dan sudah sering menginap bersama di hotel.


Lucas membuka satu persatu kancing kemejanya, dia melepaskan pakaiannya didepan Marwa! Terlihat tubuh kekar Lucas terpampang nyata dihadapan gadis belia itu, Marwa yang melirik tubuh Lucas, langsung menundukkan wajahnya tak berani menatapnya lagi. Diakui Marwa tubuh Lucas memang sangat bagus, tapi itu justru semakin membuatnya ketakutan saat ini, dengan tubuh kekar seperti itu bagaimana jika Lucas langsung menindihnya, maka tubuh kecil Marwa tidak akan bisa melawan.


"Sampean ngapain to? Kok buka baju begitu didepan aku! Opo ora malu?" tanya Marwa sembari wajahnya terus memalingkan pandangannya dari Lucas.


"Malu? Untuk apa aku malu membuka baju didepan isteriku sendiri!" kata Lucas.


Marwa pun baru tersadar bahwa dia memang sudah menikah dengan Lucas semalam, jadi sah sah saja kalau Lucas tidur dengannya diranjang yang sama, bahkan jika Lucas meminta pun, Marwa tidak boleh menolaknya! Ajaran dari Ibunya, dulu Ibunya Marwa selalu berpesan kelak ketika dia sudah dewasa dan sudah menikah, Marwa harus patuh, manut pada suami.


Marwa mengingat semua pesan-pesan ibunya terhadapnya! Tapi yang jadi permasalahan Marwa sekarang, Lucas pantasnya bukan jadi suami tapi Omnya perbedaan umur keduanya cukup jauh yakni 10 tahun.


Lucas pergi ke kamar mandi untuk mandi, sementara Marwa masih terdiam dipinggir ranjang. Setelah beberapa saat Lucas selesai mandi, kini giliran Marwa untuk membersihkan diri.


Marwa pun nyelonong mandi tanpa menoleh atau berbicara apapun pada Lucas. Sesampainya di kamar mandi! Marwa membuka pakaiannya dan hendak menggantungkan pakaiannya, namun kedua mata Marwa terbelalak saat seuntai kain menggantung dihadapan wajah Marwa, kain yang diyakini Marwa adalah tempat wadah si junior milik Lucas.


"Ya Allah Gusti! Opo maning iki cobaan hidupku!" teriak Marwa yang geli melihat celana da lam Lucas.


Mendengar teriakan Marwa dari dalam kamar mandi, Lucas baru tersadar bahwa dia lupa mengambil celana da lam kotornya dan membiarkannya tergantung di sana. Lucas langsung buru-buru menggedor-gedor kamar mandi.


"Marwa buka!" kata Lucas.


"Bentar to mas! Aku masih gemetaran," kata Marwa yang menutupi kedua matanya.


Marwa langsung memakai handuk, lalu segera membuka pintu kamar mandi, wajahnya masih enggan menatap Lucas. Lucas pun masuk ke dalam kamar mandi lalu mengambil celana da lamnya itu!


Lucas sedikit curi-curi pandang pada Marwa, dilihatnya tubuh Marwa yang hanya terbelit handuk saja, sangat putih, dan mulus. Tubuhnya masih benar-benar ori, seketika pikiran nakal Lucas pun bangkit. Tak ingin berlarut-larut dalam pikiran nakalnya, Lucas segera keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Marwa sudah bisa tenang sekarang, selesai mandi! Marwa keluar kamar dengan hanya mengenakan handuk. Lucas yang saat ini tengah berbaring diatas ranjang langsung melihat kearah Marwa.


"Mas, aku ora bisa pakai pakaian bekas kemarin," kata Marwa.


"Ya sudah aku belikan dulu!" kata Lucas yang langsung bangkit dari ranjang.


"Mas tunggu! Sekalian karo anunya mas!" kata Marwa.


"Apa?" tanya Lucas.


"Iki loh," kata Marwa menunjuk bagian da da dan area sensitifnya.


"Ukurannya apa?" tanya Lucas.


"Piro ya? Aku kalau beli yo aku passin ditempatnya," kata Marwa.


Sejenak Lucas memandangi tubuh Marwa terutama bagian da da dan juga area sensitifnya. Setelah dirasa cukup untuk memastikan ukuran B R A dan celana da lam Marwa, Lucas pun pergi keluar kamar hotel untuk berbelanja pakaian Marwa.


Lucas pun menyelimutinya! Malam ini Marwa dan Lucas tidur satu ranjang namun tanpa melakukan apapun padahal mereka sudah sah. Lucas sadar pernikahan ini hanya sebuah ketidaksengajaan jadi mungkin saja akan berakhir nantinya.


Meski tubuh mulus Marwa membuatnya meradang semalaman, tapi sekuat hati Lucas menahannya. Keesokan harinya Marwa terbangun! Dilihatnya Lucas tengah berdiri didepan kaca jendela dan sudah berpakaian rapi.


Marwa melihat tubuhnya yang sudah memakai kaos, celana, b r a, dan c d. Sontak Marwa langsung histeris mengingat semalam dia ingat betul hanya memakai handuk saat ketiduran, Marwa yakin Lucas lah yang memakaikannya pakaian ini.


Aaaaaaa aaaaaaaa.


"Ya Gusti! Aku ternodai, aku terhina Gusti, iki pie, ndak mungkin aku wis ora perawan maning." Kata Marwa.


"Tenang aja kamu masih perawan!" kata Lucas dengan entengnya.

__ADS_1


"Sampean jahat banget si mas! Tega sampean koyo ngene Karo aku? Apa salah aku mas? Apa?" tanya Marwa.


"Memang apa yang sudah aku lakukan? Aku hanya memakaikan pakaian padamu!" kata Lucas.


"Jadi, sampean lihat seluruh anuku?" tanya Marwa panik.


Lucas pun menghampiri Marwa lalu duduk diranjang sebelah Marwa dan mendekatkan wajahnya pada wajah Marwa. Lucas mendekatkan bibirnya ke telinga Marwa.


"Iyo," bisik Lucas.


"Iyo? Iyo opo? Loh kok sampean pake logat Jawa bicarane?" heran Marwa.


"Iya aku melihat semuanya! Engga terlalu lebat, tapi yang diatas cukup besar," bisik Lucas.


"Mas Lucas jahat!!!! Aku sebel, aku engga terima ini, aku bakalan lapor sama Komnas ham Komnas perlindungan anak, pokoke aku bakalan lapor," teriak Marwa.


"Lapor kalau suami menggantikan pakaian untuk isterinya?" tanya Lucas lalu bangkit dari ranjang.


Sementara Marwa merasa hidupnya sekarang sudah hancur, laki-laki dihadapannya ini sudah melihat aset berharganya tapi dia masih santai dan biasa-biasa saja.


"Cepat mandi! Kita akan segera sarapan lalu pulang ke rumah," kata Lucas.


Di dalam perjalanan pulang, Marwa masih cemberut dan marah pada Lucas. Tak sekalipun Marwa bicara pada Lucas. Sementara Luas membiarkannya untuk tetap diam seperti itu, Lucas merasa hal yang dilakukannya wajar-wajar saja.


Mereka berdua pun sampai di rumah. Pelayan memberitahukan pada Anderson dan Ellea bahwa mobil Lucas telah sampai dihalaman rumah. Anderson dan Ellea pun pergi untuk menyambut kepulangan mereka.


"Bro! Syukurlah kalian akhirnya sampai juga," kata Anderson.


"Iya kita nungguin kalian gak tenang," kata Ellea.

__ADS_1


Marwa hanya diam saja dan menundukkan wajahnya, sementara Lucas mulai mau membicarakan kejadian yang terjadi selama di Jawa pada Anderson dan Ellea.


Jangan lupa untuk Like!☺️🙏


__ADS_2