
Melihat expresi wajah Anderson yang terlihat mulai marah terhadapnya! Ellea enggan untuk meneruskan kata-katanya. Hal itu justru membuat Anderson semakin kesal dan penasaran.
"Kalian berdua! Jelaskan awal mula anak saya bisa demam seperti ini!" kecam Anderson.
Kedua babysister itu saling tatap menatap satu sama lain, mereka takut jika Anderson akan marah pada mereka. Sementara Ellea hanya tertunduk penuh penyesalan di depan Anderson yang sudah memancarkan aura wajah memerah.
"A-anu Tuan!" kata seorang babysister.
"Bicara yang benar sus! Saya gaji kalian bukan untuk menjadi gagu seperti itu!" kata Anderson.
"Begini Tuan! Jadi tadi pagi, kami pergi dengan nyonya Ellea sambil mengajak baby Ai berbelanja beberapa pakaian baby Ai dan juga pakaian kerja Nyonya Ellea," kata seorang babysister lainnya.
"Lalu? Kalian pulang jam berapa dari mall?" tanya Anderson.
"Kami baru pulang sore tadi ketika baby Ai mulai rewel dan ternyata baby Ai sudah demam tinggi ketika saya periksa," kata babysister.
"Maafkan kami Tuan!" serempak.
Anderson menendang kursi yang berada disampingnya.
Brughhgggghhhhhhh.
"Ellea, aku semakin tidak mengerti dengan sikap kamu! Sekarang kamu lihat anak kita didalam sana, dia sakit Ellea. Kok bisa-bisanya kamu mengajak Aiden seharian keliling mall untuk memenuhi has rat belanja kamu itu!" kata Anderson dengan nada tinggi.
Kedua mata Ellea sudah berurai air mata kala mengingat Aiden di dalam ruangan sana! Ditambah lagi Anderson semakin menyudutkannya, padahal Ellea tidak bermaksud membuat Aiden sampai demam tinggi. Saat belanja waktu berlalu begitu cepat, hingga Ellea lupa bahwa hari sudah sore.
Anderson pergi meninggalkan Ellea untuk menenangkan dirinya! Sementara Ellea terus menerus menangis tersedu-sedu dia sangat ketakutan dan menyesali karena sudah pergi ke mall.
Bude Asih yang mendapatkan telepon dari babysister bahwa Aiden tengah berada di rumah sakit, segera pergi ke rumah sakit untuk menemui Ellea.
__ADS_1
Dokter pun keluar dari ruangannya, setelah melakukan pemeriksaan terhadap baby Aiden, Ellea langsung menghampiri Dokter untuk menanyakan kondisi anaknya apakah akan baik-baik saja.
"Bagaimana Dok?" tanya Ellea.
"Begini Bu! Bayi yang belum genap berusia tiga bulan memang cenderung sangat mudah sekali terinfeksi bakteri atau virus, jadi kedepannya saya minta untuk tidak terlalu sering atau tidak usah dulu membawa bayi seusia itu ke tempat umum!" kata Dokter.
"Baik Dok, saya mengerti! Apa saya sudah boleh masuk ke dalam?" tanya Ellea.
"Ya silahkan! Untuk saat ini demamnya sudah turun, tapi baru boleh pulang besok ya Bu bayinya," kata Dokter.
"Baik, terimakasih banyak Dok," kata Ellea.
Dokter pergi berlalu dari hadapan Ellea, ditemani oleh kedua babysister baby Ai, Ellea masuk ke dalam ruangan. Di sana Aiden tengah tertidur, karena tadi dia menangis dan rewel terus, jadinya baby Ai kelelahan dan efek obat yang masuk dari infusan juga sudah mulai bereaksi sepertinya.
Melihat anaknya harus diinfus dibagian tangannya yang masih sangat mungil, Ellea tak kuasa menahan sesak dihatinya! Andai saja dia bisa gantikan posisi Aiden saat ini, Ellea sangat menyadari ini semua salahnya, seorang ibu yang tidak becus menjaga anaknya.
"Nyonya, saya panggilkan dulu Tuan Anderson ya?" tanya salah seorang babysister.
Tak lama Bude Asih tiba di rumah sakit! Dia lantas masuk ke dalam ruangan baby Aiden. Disana terlihat Ellea tengah menangis sesenggukan sambil menatap Aiden.
"Lea, bagaimana? Apa kata dokter ndo?" tanya Bude Asih.
"Baru bisa pulang besok Bude! Infeksi bakteri, tapi demamnya sudah turun sekarang!" kata Ellea menjelaskan dengan nada lemah.
"Kamu kelihatan lelah dan capek sekali Lea! Kamu istirahat sana, baringkan tubuhmu di sofa!" kata Bude Asih.
Ellea pun menurut dan duduk menyandarkan kepalanya di sofa sudut ruangan. Sementara Anderson baru saja masuk ke dalam ruangan, melihat Aiden terpasang infus membuat Anderson tak kuasa menahan kesedihannya.
"Anderson, maafkan bude nak! Bude baru tau dari sopir di rumah, kalau dari pagi Ellea mengajak Aiden pergi dolan ke luar rumah! Tadi pagi bude lagi sibuk berkemas untuk pulang kembali ke Jawa," kata Bude Asih.
__ADS_1
"Engga apa-apa ini bukan salah bude! Sebaiknya bude tidak usah pulang ke Jawa bude, tinggallah di sini, bantu kami menjaga Aiden," kata Anderson sambil memandangi anaknya itu.
"Baiklah jika itu menjadi keinginan kamu nak! Tapi maafkanlah isterimu itu Anderson!" bujuk bude Asih.
"Aku belum bisa memaafkannya bude! Dia adalah ibunya, tapi dia begitu egois," kata Anderson.
"Anderson, bude yakin Ellea ndak sengaja nak! Dia juga terlihat sangat menyesal dan sedih sekali anaknya diinfus koyo iki! Kamu harus kuatkan dia, bilang kamu ndak marah lagi asal jangan diulangi," kata Bude Asih.
"Mungkin engga untuk sekarang bude! Aku masih dalam kondisi marah sama Ellea," kata Anderson.
"Ya wis, kamu kan baru pulang ngantor! Istirahat dulu, minumlah dulu terus tiduran di sofa, biar pikiranmu adem gitu loh," kata Bude Asih.
Anderson pun menurut, emosinya memang langsung meledak-ledak ketika mengetahui penyebab Aiden demam adalah Ellea yang berbelanja hingga lupa waktu. Pikirannya yang sudah lelah seharian dipakai untuk berpikir dengan berbagai masalah di kantor, begitu hendak pulang ke rumah berharap ketemu anak agar bisa meluruhkan capeknya! Malah dapat kabar anak masuk rumah sakit, siapa yang engga emosi.
Anderson duduk berjauhan dengan Ellea, membuat Ellea semakin sedih. Bahkan tak sekalipun Anderson menenangkannya saat ini. Padahal di sini Ellea lah yang merasa sangat terpukul dan merasa sangat bersalah.
"Kamu berhak marah denganku! Tapi perlu kamu ingat, tidak ada satu orang ibu di dunia ini yang menginginkan puteranya sakit seperti ini," kata Ellea.
Anderson cuek saja dan tidak menggubris ajakan berbicara Ellea terhadapnya. Kali ini Anderson lebih memilih memejamkan matanya untuk mengembalikan mood baiknya, ketimbang nanti dia marah-marah lagi pada Ellea,.
Tak berselang lama Aiden terbangun dari tidurnya lalu menguap. Bude Asih yang melihat Aiden sudah terlihat baik-baik saja sontak tersenyum melihat Aiden menguap.
"Waduh, waduh gantengnya anak Lanang bude," kata Bude Asih.
Sementara Anderson dan Ellea sudah tertidur lelap di sofa. Kedua babysister yang melihat baby Ai sudah baik-baik saja pun ikut lega dan bahagia.
"Cilukkk ba!!" Bude Asih terlihat menghibur baby Aiden.
Baby Aiden tersenyum sambil menggebes-gebeskan kedua kakinya, sementara kedua tangannya terlihat tidak leluasa digerakkan akibat satu tangannya tengah diinfus! Beruntung Aiden tidak menangis akibat diinfus.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya kakak-kakak semua yang baik hati, likenya dipencet🙏