Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Olahraga pagi


__ADS_3

"Apa aku tidak berhak mendapatkan kebebasan sedikit saja? Aku hanya pergi sesekali hanya kemarin aku pergi bersama teman-temanku! Mereka juga memaksa aku terus untuk ikut karoke, karena sudah lama kami tidak bernyanyi bersama. Tolong mengertilah!" kata Ellea.


"Ellea aku tidak bermaksud mengekangmu! Ya sudah mungkin memang sikapku yang salah! Aku minta maaf, tapi bisakah untuk tidak pulang selarut itu Ellea, aku khawatir!" kata Anderson.


Ellea berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Anderson. Dia juga paham maksud Anderson, memang semalam terlalu larut dirinya pulang ke rumah!


"Aku juga minta maaf! Lain kali, aku akan lebih tegas pada teman-temanku untuk pulang lebih awal jika pergi lagi," kata Ellea.


Anderson pun memeluk tubuh Ellea, lalu menci um rambutnya!


"Aku hanya tidak ingin kamu kenapa-kenapa, maafkan aku Ellea, aku sangat menyayangimu!" kata Anderson.


"Aku juga sangat menyayangimu! Maaf aku belum bisa menjadi isteri sempurna untukmu!" kata Ellea.


Ellea pun sudah tidak marah lagi dengan Anderson, begitu juga dengan Anderson yang mencoba untuk tidak terlalu tegas pada Ellea agar tidak ada lagi pertengkaran diantara keduanya.


Ellea pun mengajak Anderson untuk pergi ke meja makan, untuk sarapan bersama. Namun saat sampai dipintu, Anderson justru menarik tangan Ellea! Seketika tubuh Ellea berada dalam dekapan Anderson.


Anderson menyelipkan senyum tipisnya pada Ellea, lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya!


"Kamu mau apa?" tanya Ellea.


Anderson langsung meraup bibir ranum Ellea. Sudah sangat lama Anderson berpuasa, dan kini dia sudah bisa berbuka, dan menagih jatahnya pada Ellea.


Ellea merespon ciu man Anderson dengan melu mat bibir bagian bawah Anderson lalu bergantian dengan melu mat bibir bagian atas Anderson.


Has rat yang sekian lama keduanya tahan, kini meledak secara bersamaan bagaikan bom besar yang begitu meledak maka akan sangat dahsyat.


Anderson menyudahi ciu mannya lalu beralih melu mat leher jenjang Ellea, setiap inci tanpa sedikitpun terlewatkan! Tubuh Ellea masih dalam penguasaan Anderson, sementara Anderson masih fokus melu mat leher jenjang Ellea yang membuat Ellea merasakan kegelian namun memancing Bira hinya keluar.

__ADS_1


Sambil terus menji lati leher Ellea, kaki Anderson melangkah menuju ranjang bersamaan dengan kedua kaki Ellea yang ikut mundur mengikuti arahan Anderson.


Sampailah keduanya diatas ranjang, setelah puas menye sap leher jenjang Ellea, Anderson melepaskan pakaian Ellea satu persatu hingga membuatnya seperti bayi baru lahir yang tidak mengenakkan sehelai benangpun.


Begitu juga dengan Ellea yang tidak sabaran ingin membuat Anderson juga sama sepertinya, Ellea membantu Anderson melepaskan seluruh pakaiannya dan melemparkannya ke bawah sana. Kedua mata Anderson tertuju pada kedua benda yang membusung besar dihadapannya.


Seperti laki-laki pada umumnya yang tengah kehausan, Anderson langsung menyergap benda ken yal itu dengan menghi sapnya secara bergantian.


"Stthhhh ah," de sah Ellea.


Anderson menggigit sesekali bagian tengah pada daging ken yal itu saling gemasnya! Dia terus menye sapnya, lalu meninggalkan jejak-jejak kegemasannya di kedua daging kenyal itu.


Kedua tangan Anderson lantas mulai menjelajahi setiap inci bagian tubuh Ellea, dari atas kini semakin turun dan semakin turun lagi hingga mendaratkan kedua tangannya ditengah-tengah pahanya.


Beberapa sentuhan-sentuhan halus Anderson berikan pada area sen sitif Ellea, seketika Ellea merasa diatas wajahnya terdapat bintang-bintang yang berterbangan hingga membuat wajahnya mendongak keatas saat kedua tangan Anderson mulai mengobrak-abrik bagian sens itifnya.


"Emmmmahhhh Anderson, ahhhhhh," de sah Ellea.


"Apa kamu mau aku menambahnya sayang?" tanya Anderson.


"Ouwhhh yes sayang! Lagi Ahhh," de sah Ellea.


Anderson kembali memasukkan satu jarinya kedalam sana, lalu mulai menggerakkan maju mundur kedua jarinya dari dalam area sens itif Ellea.


"Emmm oh yes, emmmm ahhhh," Ellea semakin meracau tak karuan.


Mendengar suara kenik matan yang keluar dari bibir Ellea membuat Anderson semakin ber naf su dan ingin mendengarnya lebih kencang lagi.


Anderson menambah kembali satu jarinya untuk masuk dan mengguncang area sen sitif Ellea. Dengan gerakan yang kian cepat Anderson memasuk mundurkan ke tiga jarinya dari dalam area sens itif Ellea.

__ADS_1


Sontak tubuh Ellea mengge lin jang hebat merasakan ketiga jari Anderson memberikan kepuasaan yang dia cari.


"Aku sudah tidak tahan mendengar suara-suaramu itu sayang!" Lirih Anderson.


Anderson sudah tidak sanggup lagi menahan gai rahnya, kini dia menarik ketiga jarinya dari dalam sana dan bersiap untuk mengarahkan rudal Rusia miliknya.


Dan dengan sekali dorongan power fullnya, Rudal Rusia itu berhasil melesat masuk hingga keruang paling dalam area sensitif Ellea, membuat kedua mata Ellea terbelalak merasakan hentakan pada area sensitifnya.


"Oughh ahhhh aku suka sekali Ellea," era ngan Anderson nyaring terdengar.


Anderson mulai menggerakkan pinggulnya kedepan kebelakang, ranjang didalam kamar itupun mendadak seperti terkena gempa bumi yang membuat ranjang ikut bergerak seiring dengan irama gerakan pinggul Anderson pada area sensitif Ellea.


Ellea menggigit bibir bawahnya untuk sedikit membungkam suara-suara nyanyian ranjangnya saat ini, tapi apalah daya kekuatan Anderson sungguh luar biasa, dia menggerakkan pinggulnya dengan begitu cepat dan terus semakin cepat lagi.


"Ohhh ahhhh, sthhbbhh ahhhh ahhhh emmmm," de sah Ellea semakin menggila begitu juga dengan hentakan-hentakan yang Anderson berikan pada area sensitifnya.


Kedua tangan Ellea meraih bantal yang berada disampingnya, lalu dia re mas bantal itu, Anderson benar-benar menghujam Ellea tanpa ampun. Semua ini efek dari puasanya yang cukup lama selama Ellea melahirkan sampai masa penyembuhan, dan hari ini Anderson benar-benar meluapkannya tanpa ampun pada Ellea.


Era ngan-era ngan dari keduanya saling bersautan, satu sama lain sama-sama menikmati permainan yang dahsyat ini. Anderson memutar tubuh Ellea hingga Ellea terlihat membungkuk sementara Anderson berada dibelakangnya, Anderson kemudian kembali melesatkan rudal miliknya dari arah belakang, sontak tubuh Ellea kembali mengge linjang hebat.


Anderson kembali memompa Ellea dari belakang, sembari kedua tangannya memegangi pinggul Ellea agar membantu kekuatan untuk menggerakkan rudal miliknya secara cepat.


Bunyi berkecipak dan suara desa han sangat nyaring terdengar didalam kamar ini. Anderson dan Ellea sama-sama mempercepat gerakan pinggul keduanya, hingga akhirnya rudal itu memuntahkan isinya yang menyembur didalam sana.


"Ellea aku sampai!" lirih Anderson.


"Ahhh, emm apa kamu puas?" tanya Ellea


"Iya kamu benar-benar nikmat sayang!" Kata Anderson.

__ADS_1


Anderson pun menjatuhkan tubuhnya disamping Ellea, dan Ellea membalikkan tubuhnya menjadi terlentang saat ini. Nafas keduanya terengah-engah karena olahraga pagi ini.


__ADS_2