Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Sudah tidak terkendali


__ADS_3

Wanita-wanita tadi menuding kalau suami mereka selingkuh akibat mendengar ucapan Marwa tadi. Tapi ketika suami mereka dibawa kehadapan Marwa!


"Heh anak kecil! Coba bilang lagi yang tadi kamu ucapkan, kamu denger gosip dari wanita-wanita diujung sana kalau suami kita punya selingkuhan kan?" tanya salah seorang wanita yang tadi mencela Ellea sebagai pelakor.


"Dih, ora Tante, maksude aku laki-laki yang selingkuh itu mirip sama suami kalian itu," kata Marwa.


"Kecil-kecil udah berani bohong! Tadi jelas-jelas saya dengar kamu bicara laki-laki yang sedang ngobrol dengan Anderson dan Lucas kan ya ini suami kita berarti!" kata wanita itu.


"Ih pak, kalau saya si malu ya masa seorang isteri berani jewer suami didepan umum gini! Tuh kalian jadi tontonan banyak orang loh!" kata Ellea.


"Wah betul itu! Sebagai seorang suami harga dirine sampean wah wis diinjak-injak karo isteri kalian!" kata Marwa menghasut para suami wanita-wanita jahat itu.


Akhirnya wanita-wanita yang tadinya sudah menghina Ellea diseret keluar gedung dan tidak melanjutkan lagi mengikuti pesta oleh suami mereka, karena sudah mempermalukan suami mereka sendiri dengan menjewer kuping tanpa alasan berdasar.


Ellea dan Marwa pun tos bersama melihat wanita-wanita nyinyir tadi kena batunya! Di saat yang sama, Anderson datang dari arah belakang lalu menjitak pelan Marwa.


"Aduh," ringis Marwa.


"Kamu ya yang bikin onar?" kata Anderson.


"Ye mas Anderson itu haruse berterimakasih karo aku! Berkat kecerdasan aku mba Ellea bisa nyaman di pesta Ndak perlu dihina-hina lagi sama wanita-wanita tadi," kata Marwa.


"Apa? Ellea dihina?" tanya Anderson.


"Lah Iyo! Dikatain pelakor malah," kata Marwa.


"Udahlah palingan itu teman-teman deketnya Gea! Jadi mereka dihasut oleh Gea untuk bicara begitu sama aku," kata Ellea.


"Engga bisa Ellea! Besok aku akan temui Gea dan akan aku tarik seluruh biaya pengobatan dia! Biar aja dia masuk penjara dalam keadaan seperti itu," kata Anderson dengan nada kesal.


"Wis to mba Lea! Biarin aja mas Anderson menindak si nenek lampir itu, biar dia engga nyebarin gosip aneh-aneh lagi," kata Marwa.


"Loh ngomong-ngomong mas Lucas mana?" tanya Marwa.


"Lah kamu kan isterinya! Masa tanya aku?" kata Anderson.

__ADS_1


"Walah tadi kan lagi ngobrol bareng Mas Anderson! Wis ah tak cari dulu kalo ilang kan bahaya, langka gantine," kata Marwa.


Anderson dan Ellea pun tertawa mendengar Lucas sesuatu yang langka dimata Marwa. Marwa menelpon Lucas untuk menanyakan keberadaannya! Lucas pun mengatakan bahwa dia sudah berada di dalam mobil karena tidak terlalu suka keramaian. Marwa segera menghampiri Lucas untuk menemaninya.


Sesampainya di mobil! Lucas tengah tiduran dikursi belakang, Marwa pun masuk ke dalam mobil.


"Mas kamu kok engga ajak-ajak aku si? Orang lain kan pada bareng isterinya!" kata Marwa.


"Ya udah sekarang aku ajak kamu pulang sekarang!" kata Lucas.


"Lah tapi! Mba Ellea dan Mas Anderson pie?" tanya Lucas.


"Aku sudah memberitahu supir untuk menjemput mereka begitu pesta selesai," kata Lucas.


Marwa pun setuju untuk pulang duluan bersama dengan Lucas. Ketika sudah sampai di rumah dan mereka masuk ke dalam kamar, Lucas membuka jas dan kemejanya didepan Marwa, tapi Marwa masih memalingkan pandangannya dan tidak berani menatap tubuh Lucas yang telan jang begitu.


"Masih belum berani lihat?" tanya Lucas.


"Memangnya perlu diliat?" tanya Marwa.


"Idih wis pegat urat malune nih orang!" celetuk Marwa.


"Kamu mau ikut mandi bareng?" tanya Lucas.


"Astaghfirullah! Mas kamu berhenti bikin aku jantungan kenapa si mas," kata Marwa.


"Atau kamu mau aku mandikan?" tanya Lucas.


"Emange aku mayat opo, harus sampean mandikan! Aku bisa mandi sendiri mas," kata Marwa.


"Oke! Kalau gitu aku mandi duluan," kata Lucas.


Marwa hanya geleng-geleng kepala dengan sikap Lucas yang selalu menguji adrenalinnya. Setelah Lucas selesai mandi, Marwa langsung melengos untuk mandi juga.


Setelah selesai mandi Marwa berbaring di samping Lucas samping. Lucas yang menghirup wangi tubuh Marwa sudah mulai bergairah, apalagi ketika Lucas melirik kearah Marwa yang wajahnya cantik tanpa riasan make up sekalipun, bibirnya merah muda, kulitnya putih bersih dan tubuhnya mungil.

__ADS_1


Tak lama kedua mata Marwa pun terpejam, membuat Lucas mulai berani untuk menatap wajah Marwa lebih dekat lagi. Saat Lucas tengah menatap wajah Marwa dari dekat, tiba-tiba kedua mata Marwa terbuka kembali.


Darrrrrrrrrr,, Marwa mengagetkan Lucas.


Hahahhahaha


"Kamu kaget to mas! Aktingku lumayan kan kalau soal pura-pura tidur," kata Marwa sembari tertawa terus-menerus.


Lucas langsung menindih tubuh Marwa dan menatap wajahnya dengan sangat dekat! Lucas menatap tajam wajah Marwa, membuat Marwa akhirnya berhenti tertawa, dan ketakutan.


"Kamu kok menindih aku? Mau apa to?" tanya Marwa.


"Menurut kamu! Kalau laki-laki menindih tubuh wanita itu mau apa?" tanya Lucas.


"Ampun mas! Aku cuma guyon tok, tadi!" kata Marwa yang tubuhnya sudah mulai bergetar.


Lucas semakin tidak tahan lagi dengan has ratnya yang kian memuncak, sudah beberapa hari Lucas menahannya sekuat tenaga! Tapi tubuh Marwa terlalu menggoda untuknya, pertahanan Lucas sepertinya akan segera runtuh.


Sementara Marwa masih memasang wajah melas karena belum siap jika harus melayani Lucas dalam urusan ranjang. Lucas tak lagi peduli dengan ketakutan Marwa, yang dia pikirkan saat ini hanya cara menyalurkan Bira hinya yang sudah menggebu-gebu.


Junior milik Lucas semakin tegak berdiri, dan terlihat dari balik celana, Marwa yang melihat kearah benda keramat milik Lucas pun sampai melotot, dengan apa yang baru saja dia lihat, padahal tertutup celana tapi masih saja berjendol.


"Mas ampun mas! Jangan, aku masih kecil mas," kata Marwa.


Namun Lucas sudah diselimuti oleh naf su yang memuncak hingga tak akan sanggup lagi dia hentikan lajunya saat ini. Tangan kanan Lucas mulai meraih tengkuk leher Marwa, yang membuat wajah Marwa semakin dekat dengannya, satu tangan kiri Lucas memegangi kedua tangan Marwa yang menjadi satu.


"Tolong mas! Kasihanilah aku, aku masih sekolah, aku belum siap mas," kata Marwa.


"Lalu kamu siapnya kapan?" tanya Lucas.


"Amm, 5 tahun lagi mas, ehh salah 8 tahun lagi lah mas udah Mateng siapnya," kata Marwa.


Dalam hati Lucas! Gila ini si Marwa, laki-laki mana yang sanggup menahan has rat hingga 5 tahun bahkan 8 tahun. Bisa-bisa bukan hanya karatan tapi lumutan dan gak akan bisa bangun kalau kelamaan dianggurin. Masa iya harus terus-menerus bersolo karier, nanti yang ada sabun di kamar mandi cepat habisnya.


"Ya mas! Kamu kan baik, ganteng, pokoke mas Lucas the best, aku mau keluar kamar dulu yo, lepasin tanganku!" kata Marwa berusaha menghindari Lucas.

__ADS_1


Tapi semakin Marwa menghindari, dan berusaha untuk kabur dari Lucas, justru Bira hi Lucas semakin tinggi. Lucas tetap memegangi kedua tangan Marwa, dan tanpa persetujuan Marwa dia langsung memagut bibir Marwa.


__ADS_2