
Ellea tercengang mendengar perkataan Anderson, karena selama ini Anderson memang tak pernah mau membicarakan hal-hal buruk yang terjadi padanya.
Ketika Ellea baru bekerja di perusahaan milik Anderson, satu Minggu Anderson tidak berangkat ke kantor. Itu semua terjadi karena seseorang pelayan dibayar untuk memasukkan racun pada minuman Anderson. Saat itu Anderson tengah bertemu dengan temannya untuk sekedar mengobrol bersama, di salah satu cafe.
Tanpa rasa curiga setelah minuman datang Anderson langsung meminumnya, rupanya minuman itu sudah berisi racun. Beruntung teman Anderson adalah seorang dokter jadi dirinya langsung mendapatkan pertolongan pertama ditempat kejadian.
Jangan ditanya soal pelayan yang dibayar itu. Karena demi menghilangkan jejak Gea dan Axel menyingkirkan pelayan itu, hingga mayatnya ditemukan mengapung di sungai.
"Jangan pernah lupa itu Gea!! Kamu saat ini bisa lolos dari jerat hukum, tapi ingat kejahatan apapun yang ditutupi akan tetap tercium bau bangkainya," kata Anderson.
"Em, iya bau bangkai disini. Padahal aku sama kamu masih wangi meskipun baru pulang pacaran seharian ini," ledek Ellea.
"Diam kamu Ellea! Jangan bertingkah seolah kamu adalah isteri sahnya," kata Gea.
"Kamu yang harusnya diam! Mulai hari ini, kamu enyahlah dari rumah ini," kata Anderson.
"Anderson kamu tidak bisa melakukan ini padaku. Aku Nyonya di rumah ini. Apapun yang terjadi diantara kita dimasa lalu, kumohon lupakan semuanya kita mulai dari awal lagi," kata Gea.
"Apa kamu bilang? Lupakan semuanya? Hei Gea Wilson, bangun!! Sampai kapanpun, aku akan berusaha menceraikanmu dan membuangmu jauh-jauh dari hidupku!" kata Anderson.
Setelah puas memaki Gea, Anderson menarik tangan Ellea membawanya pergi dari hadapan Gea.
"Aku bukan sampah yang bisa kamu buang Anderson!! Dengarkan itu!" teriak Gea.
Sesampainya di ruangan keluarga, Anderson didampingi Ellea, mengumpulkan semua pelayan yang terdiri dari 12 orang pelayan dan 2 orang security dan 8 orang anak buahnya termasuk Lucas.
"Aku tidak mau tahu, dalam waktu dua jam. Kosongkan kamar Gea Wilson dan pindahkan ke paviliun belakang rumah," kata Anderson.
Semua pelayan dan anak buah Anderson tercengang termasuk Ellea, mendengar perintah Anderson untuk memindahkan barang-barang Gea ke paviliun belakang rumah. Disamping paviliun itu sudah tidak terpakai, sangat kotor, dan mungkin sudwh dihuni oleh ratusan tikus disana ! Karena selama ini paviliun belakang rumah sudah dijadikan gudang dan tak pernah dijamah oleh Anderson.
"Ta-tapi Tuan! Di sana sangat kotor dan belum kami bersihkan," ujar salah seorang pelayan.
__ADS_1
"Bersihkan secepatnya, tidak perlu bersih-bersih juga tidak apa-apa! Biar sisanya dia bersihkan sendiri," kata Anderson.
"Maaf bukannya aku mau ikut campur dengan keputusan kamu! Tapi kalau sampai Gea diusir dari rumah ini, kebencian dan dendamnya pasti semakin menjadi padaku," kata Ellea.
"Kamu tenang saja! Aku akan selalu melindungi orang yang sangat aku cintai!" kata Anderson.
Mendengar kata cintai dari bibir Anderson membuat Ellea seakan tak percaya, Ellea bertanya-tanya apakah dia salah dengar barusan.
"Apa katamu?" tanya Ellea.
Namun sayang Anderson engga mengulang kalimat indah itu yang telah dinantikan sejak lama oleh Ellea. Para pelayan dan anak buah Anderson pun tak berani menolak perintah dari Tuanya. Mereka mulai bergerak untuk merapihkan dan mengeluarkan barang-barang yang tidak terpakai dari paviliun itu.
"Ellea! Kamu beristirahatlah! Aku akan ke ruangan kerjaku terlebih dahulu," kata Anderson.
"Baiklah, kalau begitu aku masuk ke kamar dulu ya!" kata Ellea.
"Tunggu!" kata Anderson.
"Kenapa?" tanya Ellea.
Ellea pun tersenyum mendengar permintaan suaminya itu. Anderson menuju ke ruangan kerjanya untuk mempelajari beberapa berkas. Gea yang tak tahu menau tentang yang terjadi di dalam rumahnya saat ini, sedang asik berada diruangan yoga untuk berolahraga.
Sementara para pelayan dan anak buah Anderson, sampai berkeringat malam-malam begini untuk memindahkan barang-barang Gea ke paviliun belakang rumah. Mereka bahu membahu dengan gugup menyelesaikan perintah Anderson.
Hingga dua jam sudah berlalu, dan kamar Gea Wilson kini kosong melompong. Para pelayan dan anak buah Anderson beristirahat bersama dan minum minuman dingin untuk meredakan kelelahan mereka.
Gea yang sejak tadi berada didalam ruangan yoga yang kedap suara, tak mendengar apapun aktivitas didalam rumahnya, dengan santainya Gea keluar dari ruangan yoga untuk menuju kamarnya.
Gea sudah sangat berkeringat dan ingin mandi lalu bersantai di kamarnya. Ketika Gea membuka pintu kamarnya. Betapa kagetnya dia melihat barang-barangnya raip tak tersisa apapun lagi.
Ranjang, kasur, lemari, bahkan semua tas dan barang-barang Gea tidak ada didalam kamarnya. Gea sangat murka, dan berteriak-teriak memanggil para pelayan.
__ADS_1
"Pelayan!" teriak Gea.
Para pelayan sudah menduga teriakan Gea akan se histeris ini ketika membuka pintu kamarnya. Mereka takut dan gemetar, karena Gea pasti akan memaki-maki mereka. Para pelayan berbaris dihadapan Gea dan menundukkan wajahnya.
"Kenapa kalian lancang sekali? Kalian semua mau aku pecat?" bentak Gea.
"Ma-maaf Nyonya," ujar salah seorang pelayan, hanya kata-kata itu yang dapat mereka katakan.
"Maaf? Siapa yang sudah berani mengosongkan kamarku?" tanya Gea dengan kedua bola mata melotot seperti hendak keluar.
"Tu-Tuan Anderson, Nyonya! Beliau bilang, Nyonya Gea mulai malam ini tidak akan tinggal lagi didalam rumah ini," kata pelayan itu.
"Apa? Anderson? Lalu kemanakan barang-barangku?" tanya Gea.
"Dipindahkan di paviliun belakang rumah, Nyonya," kata pelayan.
"Anderson!! Kurang ajar kamu, paviliun itu gudang kenapa aku harus tinggal ditempat menjijikkan seperti itu? Anderson aku tidak terima perlakuanmu ini!" teriak Gea.
Sementara itu di ruangan kerjanya Anderson menerima telepon dari dokter pribadi keluarganya.
📞"Hallo," kata Anderson.
"Malam Tuan Anderson," kata dokter.
"Malam Dok, bagaimana apa hasil pemeriksaan dari minuman jus kemarin sudah keluar?" tanya Anderson.
"Iya sudah Tuan! Tapi tidak ada sama sekali zat yang berbahaya didalamnya Tuan," kata Dokter.
"Baik, terimakasih banyak Dok," kata Anderson kemudian menutup handphonenya.
Anderson berpikir jika jus kemarin memang tidak dimasukkan sesuatu apapun yang berbahaya oleh Gea, itu artinya rencana Gea belum dia lakukan. Mungkin kemarin itu ancang-ancang untuk mengetahui apakah Ellea mengawasinya atau tidak.
__ADS_1
"Aku rasa keputusanku untuk mengeluarkan Gea dari dalam rumah ini sudah tepat. Jangan sampai dia melakukan rencana jahatnya pada Ellea, sebenarnya apa yang hendak kamu lakukan pada Ellea, Gea?" Kata Anderson bertanya-tanya dalam hatinya.
Gea yang tak terima sudah diusir secara paksa oleh Anderson, bahkan disaat dirinya tengah berada di ruangan yoga, Gea yang saat ini tengah murka mencari keberadaan Anderson untuk memprotes keputusannya itu. Baginya ini sangat tidak adil, bagaimana mungkin seorang isteri sah malah diusir dari rumah suaminya sendiri sedangkan isteri siri masih tinggal dengan nyaman di rumah ini.