
Anderson melepaskan sejenak permainannya dikedua gunung kembar itu. Membuat Ellea semakin tak sabar agar Anderson meneruskannya. Untuk beberapa saat Anderson menatap sendu wajah cantik Ellea.
"Kenapa berhenti?" lirih Ellea.
"Aku ingin kamu memohon padaku sayang!" kata Anderson.
Ellea tersenyum malu bagaimana bisa dia memohon untuk minta dipuaskan oleh Anderson, namun karena has ratnya sudah semakin menggebu-gebu untuk kembali merasakan sentuhan-sentuhan nakal suaminya, Ellea rela memohon pada Anderson.
Ellea mendekati wajah Anderson lalu menyambar bibirnya dengan rakus sembari kedua tangan Ellea meraba-raba da da kekar suaminya itu, Anderson meraih pinggang se xy Ellea merapatkan tubuhnya dengan tubuh Ellea hingga tak ada celah sedikitpun diantara keduanya.
Ellea melepaskan ciumannya sejenak lalu berbisik pada telinga Anderson diiringi oleh gigitan tipis didaun telinga Anderson.
"Puaskan aku sayang! Tubuhku milikmu seutuhnya," de sah Ellea.
Mendengar de sahan Ellea semakin membuat Anderson tak tahan lagi untuk menja mah setiap inci bagian tubuhnya. Anderson semakin liar merajai tubuh Ellea. Didorongnya kembali Ellea didinding kamar mandi, Anderson kembali mendaratkan kecu pan dileher jenjang Ellea, yang kemudian turun menyusuri untuk meraih kepuasan yang berlebih.
Diraihnya kembali kedua gunung kembar Ellea, lalu dilahapnya secara bergantian oleh Anderson sembari sesekali menghi sap bagian kecil ditengahnya. Ellea semakin meracau dibuatnya. Tak sampai disitu saja Anderson semakin ingin merasakan lebih lagi.
Kecu pannya turun setelah dia puas melahap kedua gunung kembar milik Ellea. Anderson menurunkan tubuhnya hingga berjongkok dihadapan tubuh Ellea, dia mendaratkan kecu pannya dibagian perut langsing Ellea, membuat Ellea bergidik geli dibuatnya. Ellea semakin dibuat melayang-layang diudara merasakan sensasi-sensasi yang dulu tak pernah ia rasakan ketika menjadi isteri Gerry.
Anderson semakin dibuat gemas oleh ekspresi wajah Ellea yang sudah dibalut oleh biar hi yang semakin memuncak. Semakin penasaran dan ingin lebih dari ini, Anderson kembali berkelana menjelajahi setiap inci lekuk tubuh Ellea.
Saat ini wajah Anderson berhadapan langsung dengan ladang gandum lebat milik isteri keduanya itu, beberapa saat Anderson menatapnya seolah menginginkan itu. Ellea hanya tersenyum lalu mengangguk seolah mempersilahkan Anderson melakukan apapun pada ladang gandumnya saat ini.
Melihat lampu hijau yang diberikan oleh Ellea, Anderson langsung membenamkan wajahnya diladang gandum yang begitu lebat itu. Seketika tubuh Ellea menggelinjang seperti tersengat oleh aliran listrik yang menjalar ke sekujur tubuhnya, membuat Ellea tak kuasa menahan nikmatnya apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu diladang gandum miliknya.
Anderson menye sapnya, melu matnya dengan lahapnya hingga membuat wajah Ellea mendongak keatas, serta tangannya meremas rambut Anderson yang berada dibawah sana.
Ellea semakin meminta lebih, dia meregangkan kakinya lebih lebar untuk memberikan ruang pada Anderson agar lebih leluasa untuk melakukan apapun itu terhadap ladang gandumnya.
Kedua mata Ellea terpejam dan wajahnya masih mendongak keatas tak kuasa atas kenikmatan yang diberikan oleh Anderson.
__ADS_1
"Ahhhh!!! Ssstttt ini membuatku tak tahan sayang!" de sah Ellea.
Setelah puas menye sap ladang gandum Ellea hingga membuatnya merasakan kenikmatan luar biasa, Anderson segera bangkit melepaskan celana yang sejak tadi masih melekat karena terlalu sibuk berkelana di tubuh Ellea.
Saat ini keduanya tengah dikuasai oleh has rat tak tertahankan. Anderson kembali menyambar bibir ranum Ellea, dan terus terus mere mas kedua gunung kembar Ellea dengan liar.
Sementara itu dibawah sana Rudal Rusia sudah gusar meminta pada Tuannya untuk segera lepas landas menikmati daratan ladang gandum dambaannya.
Anderson memutar balikkan tubuh Ellea lalu mengarahkan Rudal Rusia yang sedari tadi sudah tidak sabaran itu pada ladang gandum dambaannya. Sekali dorong Rudal itu berhasil mendarat sempurna.
Anderson mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo lambat sembari kedua tangannya terus mere mas gunung kembar Ellea.
"Oh, God!!!!" Anderson menge ram.
"Ah, ah, ah. Aku menikmatinya sayang!" lenguhan Ellea mulai nyaring terdengar.
"Oughttt ini sangat sempit sekali sayang." Era ngan Anderson semakin menggila.
Keduanya sudah larut dalam kedahsyatan permainan dibawah shower yang sejak tadi mengguyur tubuh keduanya. Anderson semakin memacu gerakannya seperti ingin sampai pada waktunya.
"Ah sittt!! Aku belum puas, kenapa cepat sekali." Era ngan Anderson yang tak kuasa menahan penyelesaiannya.
Dan akhirnya lahar itu menyembur sempurna. Anderson bersandar pada dinding kamar mandi disamping Ellea karena lemas. Keduanya tersenyum merasa puas.
Untuk beberapa saat Anderson dan Ellea beristirahat sejenak. Setelah merasa tenaganya telah pulih kembali Anderson tersenyum.
"Aku ingin lagi sayang," lirih Anderson.
Ellea tersenyum dan meraba wajah Anderson dengan jari jemarinya. Tanpa menunggu lama Anderson menggendong tubuh Ellea menuju kamarnya.
Membaringkan tubuhnya diranjang dengan lemah lembut. Ellea yang tak ingin kalah permainan dari suaminya itu langsung membalikkan tubuh Anderson menjadi berada dibawahnya.
__ADS_1
"Aku menantikan permainan kamu sayang!" lirih Anderson.
Kini pria bertubuh kekar itu memilih membiarkan isterinya yang bekerja sementara dia hanya terima beres apapun yang akan dilakukan oleh isterinya.
Ellea mengarahkan langsung Rudal Rusia itu tepat ke ladang gandum miliknya. Saat terdorong sempurna terlihat ekspresi wajah Anderson yang sangat menikmati permainan awal Ellea.
"Oughttt baby, sssthhhh," erangan Anderson.
Ellea memulai permainannya diatas sana, bergerak dengan tempo cepat memacu pinggulnya agar bergerak kedepan dam kebelakang.
Wajah Anderson mendongak keatas, matanya sesekali terpejam kemudian terbuka kembali. Sementara kedua tangannya mere mas bantal yang sejak tadi dijadikan sandaran kepalanya.
Ellea semakin merasa melayang di udara, Anderson berhasil menghantarkan Ellea kepada kenikmatan yang belum pernah ia rasakan selama ini, dan mulai saat ini bermain dengan Anderso sudah pasti menjadi candu untuknya.
Semakin percaya diri Ellea memimpin permainan malam ini diatas ranjang panas milik keduanya, keringat sudah bercucuran padahal AC di kamar sangat dingin, namun permainan Ellea dan perlawanan Anderson menjadi kombinasi sempurna yang membuat keduanya bermain sangat dahsyat.
Ellea memacu gerakannya agar lebih cepat lagi, seiring irama permainannya Anderson merasa dia akan mencapai puncaknya segera, begitu juga Ellea wajahnya mendongak keatas lalu tubuhnya berge linjang luar biasa.
Keduanya mencapai puncak bersama lalu terkulai lemas diatas ranjang. Ellea tertidur didalam dekapan Anderson, tak lupa Anderson meng cup mesra kening Ellea sebagai ungkapan terimakasih atas service yang luar biasa malam ini.
Tengah malam Anderson terbangun karena Rudalnya kembali meronta-ronta untuk diberikan tambahan. Mau tidak mau Anderson kembali mencolek-colek Ellea dan melakukannya kembali. Entah sampai berapa kali sepanjang malam mereka melakukannya hingga tak terhitung.
Jangan Lupa!!!
Like, Like, Like Like, Like Like terus pokoknya 😁
Komen!!!
Vote juga.
Pokoknya makasih banyak sebelumnya sudah setia membaca novel aku☺️
__ADS_1