
Marwa menggeliat kala Lucas berbisik didaun telinganya, melihat reaksi Marwa yang sepertinya juga ingin, Lucas menggigit tipis daun telinga Marwa.
"Emm sttthhhhh," desis Marwa.
Lucas menjulurkan lidahnya untuk menyapu daun telinga Marwa agar membuatnya semakin terang sang olehnya! Lidah Lucas terus meliuk-liuk didaun telinga Marwa hingga membuat Marwa bergelinjang saking gelinya.
"Aw, mas geli mas!" kata Marwa.
Lucas segera melepaskan jas berwarna hitam yang membuatnya rada kesulitan bergerak bebas. Sambil terus menjulurkan lidahnya ditelinga Marwa, Lucas juga melepaskan dasi abu-abu muda yang dia kenakan.
Barulah Lucas melepaskan lidahnya dari daun telinga Marwa, namun tetap menjulurkan lidahnya kearah Marwa, berharap Marwa akan menyambutnya dengan baik. Dan benar saja, Marwa segera me lu mat lidah Lucas dengan bibirnya.
Keduanya saling bertautan dan bertukar lidah, kedua tangan Lucas pun ikut melancarkan aksinya, dia segera mere mas bukit kembar milik Marwa yang semakin hari semakin tumbuh dan berkembang kearah yang lebih besar, kini kedua tangan Lucas cukup kesulitan menggenggamnya!
Sambil terus beradu mulut, tangan Lucas begitu bangga mere mas bukit kembar Marwa yang berkat keahlian kedua tangannya, kini bisa sebesar sekarang. Lucas semakin kencang mere mas buah kembar itu karena terlalu gemas.
Saat ini kedua tangan Marwa ikut berpartisipasi dan melepaskan kancing kemeja biru langit yang dikenakan oleh Lucas, dan satu kancing sudah berhasil Marwa lepaskan m, saat hendak kembali melepaskan kancing berikutnya, tiba-tiba.
Tokk, tokk, tokk.
Marwa langsung mendorong tubuh Lucas menjauh darinya, hingga tautan kedua bibir itu terlepas. Marwa buru-buru merapihkan rambutnya, begitu juga dengan Lucas. Namun lupa untuk memasang kembali kancing kemeja yang sudah terlanjur terlepas.
Lucas pun membuka pintu! Dilihatnya beberapa karyawan wanita tersenyum kearahnya dengan beberapa makanan dan minuman yang mereka sodorkan pada Lucas. Lucas pun tercengang dan bingung, kenapa beberapa karyawan wanita ini membeli makanan sebanyak itu, padahal dia tidak meminta untuk dibelikan.
"Kalian pasti salah ingat! Aku tidak memesan makanan-makanan ini!" kata Lucas.
"Em, ini untuk isteri anda Pak Lucas! Kami sangat ngefans dengan isteri anda! Makanya kami belikan ini semua! Mohon diterima!" ujar salah seorang karyawan.
__ADS_1
Lucas pun menengok kearah Marwa, di sofa Marwa malah melambaikan tangannya dan tersenyum manis pada Lucas. Meski bingung, Lucas pun menerima makanan sebanyak itu yang diberikan oleh beberapa karyawan wanita.
"Baiklah! Tolong sampaikan pada Sekertarisku dimeja sana, untuk jangan biarkan siapapun mendekati ruangan kerjaku, apalagi menggangguku dua jam kedepan!" kata Lucas.
"Baik pak!" serempak.
Lucas lantas menutup pintu ruangan kerjanya dan membawa makanan sebanyak itu, lalu meletakkannya diatas meja. Marwa langsung kegirangan dan hendak menyentuh makanan itu, namun tangannya ditepis oleh Lucas.
"Apa yang kamu lakukan sampai beberapa karyawan membelikan ini semua?" tanya Lucas penasaran.
"Ndak ada, mungkin mereka ingin berteman denganku! Wis to mas, aku laper mau makan habis pulang sekolah kan perlu tenaga lagi," kata Marwa.
Namun tangan Marwa kembali ditepis oleh Lucas.
"Opo meneh?" tanya Marwa.
"Kamu masih ada urusan denganku yang belum tuntas!" kata Lucas.
"Mas, tapi aku laper! Lagian kan perlu tenaga banyak untuk melayanimu," kata Marwa.
Mau tidak mau terpaksa Lucas harus bersabar karena tidak mungkin dia memaksa Marwa yang tengah lapar untuk memuaskannya sekarang! Padahal corndog miliknya yang berada dibawah sana sudah sangat mengeras dan ingin secepatnya dilemaskan kembali.
Marwa melahap makanan-makanan dihadapannya tanpa nafas, tangan kanan dan kirinya dengan cepat memakan' makanan itu, mulutnya bahkan tidak berhenti mengunyah. Sementara Lucas, melihat Marwa makan sebanyak itu sudah cukup membuatnya kenyang tanpa perlu menyentuh makanan itu.
Hanya butuh waktu kurang dari dua puluh menit Marwa melenyapkan seluruh makanan dimeja sebanyak itu. Ditutup dengan meminum minuman menyegarkan, Marwa pun sampai kekenyangan.
Tanpa disadari bibir Marwa bahkan sampai belepotan oleh sisa-sisa makanan yang tadi dia makan.
__ADS_1
"Ada sisa makanan itu didekat bibirmu!" kata Lucas.
"Hah, mana mas?" tanya Marwa sembari meraba-raba sekitaran bibirnya.
"Sini aku bersihkan!" kata Lucas.
Lucas langsung menyapu bersih sisa makanan yang terdapat pada samping bibir Marwa. Namun alih-alih membersihkannya dengan tisu atau sapu tangan, Lucas justru menj ilatinya dengan lidah! Hingga akhirnya kedua bibir itu kembali saling bertautan satu sama lain.
Lucas memegangi tengkuk leher Marwa, kemudian segera mendorong tubuh Marwa hingga membuatnya terlentang di atas sofa. Lucas lantas membuka kancing pakaian seragam yang dikenakan Marwa satu persatu.
Padahal hari masih sore, tapi tetap tidak bisa menunggu di rumah kalau soal beginian, dimana pun dan kapanpun Marwa harus siap untuk melayani suaminya, meski itu di kantor sekalipun.
Setelah kancing berhasil terlepas, Lucas membuang pakaian Marwa lalu segera meraih pengait b r a agar segera terlepas! Setelah terlepas seluruhnya, Lucas melemparkan semuanya entah kemana. Marwa hanya bisa pasrah dengan ketidaksabaran suaminya. Lucas segera membenamkan wajahnya pada bukit kembar yang tersaji tanpa penutup apapun dihadapannya.
"Emmmm ahhhhhh mas." Marwa mele nguh.
Lucas meraih benda kecil yang berada ditengah bukit kembar itu, lalu menye sapnya hingga tubuh Marwa menggeliat bagaikan tersengat aliran listrik. Tanpa sadar tangan Marwa terus menekan wajah Lucas makin terbenam didalam sana.
Kedua tangan Lucas meraih rok sekolah yang dikenakan oleh Marwa, meraih resletingnya hingga rok itu terlepas ke lantai, Lucas menarik kain terakhir yang membalut ladang gandum kesukaannya, dengan sekali tarikan! Kain itu berhasil dihempasnya entah kemana.
Sambil terus meny esapnya! Lucas menggigit tipis bagian tengah bukit kembar Marwa bergantian kiri dan kanan! Dibantu dengan kedua tangannya yang sesekali mere masnya. Setelah puas berkelana menjelajahi bukit kembarnya, tubuh Lucas berpindah menjadi di bahwa kursi dan menghadap ke Marwa.
"Mas kok kamu turun?" tanya Marwa.
"Iya akan lebih mudah," kata Lucas.
Lucas lantas memisah kedua kaki Marwa, membuatnya memberikan ruang yang sangat lebar untuk Lucas menikmati ladang gandum dihadapannya! Setelah kedua kaki Marwa terbuka lebar, Lucas langsung melu mar ladang gandum yang sangat lebat itu, seketika tubuh Marwa langsung berge linjang hebat merasakan getaran kenik matan yang dia selalu dambakan.
__ADS_1
"Emmm mas, stthhhhhh ohhh," de sah Marwa, hingga kedua tangannya meraih kulit sofa dan mere masnya untuk mengungkapkan rasa nik mat yang dia rasakan saat ini.
Lucas terus melu mat, bahkan menyapu ladang gandum itu dengan lidahnya yang selalu bergerak liar ke setiap inci.