
Makanan di meja pun sudah tandas, Marwa meminta izin pada Lucas untuk pergi ke toilet dahulu. Setelah sampai di toilet, Marwa mencuci tangan dan mulutnya diwastafel, lalu tiba-tiba panggilan alam pun datang.
"Aduh mules iki, gara-gara makan makanan restauran iki ndak cocok di lambungku, wis ah aku setor dulu." Gumam Marwa.
Marwa pun masuk ke dalam salah satu toilet. Setelah beberapa saat, terdengar para karyawan wanita yang tengah cekikikan dan baru saja memasuki toilet, sepertinya mereka tengah mengobrol didepan wastafel.
"Gila gak si! Udah udik, ngomongnya medok gitu, iuw gak pantes banget kan?" ujar salah seorang karyawan.
"Iya lah, harusnya Pak Lucas tuh jadi suamiku! Lebih serasi dan cocok dibandingkan sama si bocil medok itu," ujar sekertaris pribadinya Lucas.
"Iya ya, aku kira kamu dan Pak Lucas bakalan cinlok, secara kalian sama-sama ganteng dan cantik," ujar salah seorang karyawan.
"Ya begitulah, entah Pak Lucas kesurupan setan apaan sampai tiba-tiba nikahin anak kecil yang udik itu!" ujar sekertaris pribadi Lucas.
"Palingan nanti juga dicerai tuh, Pak Lucas nganggep dia badut Ancol kali ya, nanti kalau udah bosen tinggal dibuang deh!" ujar seorang karyawan.
Hahhahaha, mereka tertawa-tawa bersama.
Marwa yang saat itu masih berada didalam salah satu toilet mendengarkan pembicaraan sekertarisnya Lucas bersama beberapa karyawan wanita, yang sudah pasti arah pembicaraan itu mengarah pada dirinya. Marwa tak habis pikir, sekertaris Lucas dan para karyawan wanita itu, bila didepan orang-orang mereka terlihat santun dan baik, tapi ternyata dibelakang mulut mereka benar-benar jahat.
"Eumm, bau apaan nih! Ih bau telor busuk gini," ujar sekertaris pribadi Lucas.
"Iya ih, itu tuh kayanya dari orang yang ada di toilet pojok deh," ujar salah seorang karyawan.
"Untung aku baru beli parfum yang harganya mehong, tapi wanginya beuhhh bisa kecium sampai lantai 15," ujar sekertaris pribadi Lucas.
"Oh ya, tumben kamu beli parfum mahal, biasanya kan gaji kamu habis untuk kreditan rumah dan mobil baru kamu itu!" ujar seorang karyawan.
"Ya apapun harus berkorban dulu, biar sehari-hari makan hemat yang penting beli parfum merk Chanel Grand Extrait ini, buat memikat Pak Lucas," kata sekertarisnl pribadi Lucas dengan nada lenjeh.
__ADS_1
"Coba liat! Wih ini kan mahal banget, harganya 50 juta lebih satu botol gini," ujar seorang karyawan.
"Iya dong, tepatnya Rp.58.000.000, dan ini tuh baru sampai ke rumah kemaren sore soalnya aku titip beli sama temen aku, wangi kan?" tanya sekertaris pribadi Lucas.
"Iya wangi banget, sampai-sampai bau telor busuk tadi udah engga kecium! Eh minta dong, satu semprotan aja!" kata salah satu karyawan wanita.
"Ih enak aja! Gak boleh," ujar sekertaris pribadi Lucas.
Marwa yang baru saja selesai dengan panggilan alam, lalu menyalakan air dengan penuh kekesalan terhadap para karyawan itu, apalagi pada sekertaris pribadi Lucas.
"Bisa-bisane kalian didepan aku karo mas Lucas baik, so soan senyum! Eh dibelakang aku karo mas Lucas, kalian lantang banget ngejelek-jelekin aku! Mana bilang panggilan alamku bau telor busuk lagi!" Gumam Marwa.
Marwa akhirnya keluar dari toilet, lalu menyenggol para karyawan wanita yang tadi sudah membicarakannya.
"Hahh," seorang karyawan sampai menutup mulutnya melihat ternyata Marwa orang yang tadi berada didalam toilet.
Sontak semua karyawan tadi termasuk sekertaris pribadinya Lucas langsung menundukkan wajah mereka.
Semua berbisik untuk harus bagaimana saat ini, mereka takut Marwa akan melaporkan mereka pada Lucas. Sementara Marwa hanya santai saja, lalu melirik kearah sekertaris pribadinya Lucas yang baru saja meletakkan parfum Chanel itu disampingnya, sekertaris pribadi Lucas pun terlihat tengah mencuci wajahnya dengan facial foam sepertinya dia tidak berencana meminta maaf pada Marwa.
Akhirnya timbul ide dibenak Marwa untuk memberikan efek jera pada wanita bermuka dua itu.
Aaaaaaaaaa, Marwa berteriak kecoa-kecoa awas kecoa.
Sontak para karyawan tadi langsung berlarian kesana-kemari hingga akhirnya salah satu diantaranya menyenggol parfum Chanel seharga Rp.58.000.000 itu, dan akhirnya.
Prang,,,,,,,,, parfum mahal itu kini pecah berceceran dilantai.
"Hahhhh, parfum aku! Astaga, siapa yang udah nyenggol! Kalian buta apa gimana si, pokoknya aku gak mau tau ganti!" teriak sekertarisnya Lucas.
"Ye, orang ada kecoa! Lagian tadi engga tau tuh siapa yang nyenggol!" ujar salah seorang karyawan tadi.
__ADS_1
Akhirnya di dalam toilet itu pun ramai saling menyalahkan satu sama lainnya, sementara Marwa cuek saja lalu segera meninggalkan kekacauan yang terjadi di dalam kamar mandi. Biarkan saja sekertaris Lucas meratapi parfum mahalnya pecah, biar dia berhenti untuk nyinyir.
"Kalian tuh jahat tau engga! Demi beli parfum ini, aku sampai rela-relain hidup hemat bulan ini!" teriak sekertarisnya Lucas.
"Ye, azab tuh gara-gara mau godain suami orang pake parfum itu makanya pecah kan!" kata salah seorang karyawan.
Marwa pun masuk kembali ke dalam ruangan Lucas. Dilihatnya Lucas sudah memakai jas warna hitamnya dan tengah merapihkan meja kerjanya.
"Loh mas, kok wis rapi-rapi! Ini kan belum waktunya pulang?" tanya Marwa.
"Iya si, jam pulang masih berapa jam lagi! Tapi ada yang mendesak banget nih," kata Lucas.
"Hah, mendesak? Emang ana apa si mas?" tanya Marwa.
"Ada tugas negara! Ayo kita pulang!" kata Lucas lalu merangkul bahu Marwa.
"Loh loh, pie si!" kata Marwa yang terlihat kebingungan.
Marwa dan Lucas pun masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh supir pribadinya. Didalam mobil, tangan kiri Lucas malah berjelajah menyentuh lembut paha mulus Marwa, Marwa pun melotot ke arah Lucas, namun Lucas justru tersenyum dan semakin membelai lembut paha mulus Marwa.
"Mas geli," bisik Marwa.
"Tapi aku suka, itung-itung pemanasan karena nanti begitu sampai di rumah, kamu akan merasakan kegelian jauh lebih dari ini!" bisik Lucas.
Marwa pun akhirnya mengerti sekarang, kenapa Lucas mengajaknya untuk pulang sekarang, anaconda itu sepertinya sudah tidak dapat menahan gejolak has ratnya yang sudah menyala-nyala. Pantas saja terlihat celana Lucas dibagian tengah seperti agak menonjol, bisa-bisa resleting celananya akan segera lepas karena anaconda didalamnya terus mendesak untuk keluar.
"Aku sudah tidak sabar untuk melihatmu memakai lingerie yang tadi siang kamu beli itu!" kata Lucas.
"ish, dasar me sum mas! Aku ndak bakal pakai, wee," kata Marwa sambil menjulurkan lidahnya.
"Jangan menjulurkan lidahmu! Aku semakin tidak tahan!" kata Lucas.
__ADS_1