
Sesampainya di kantor Anderson, Ellea dan Lucas masuk beriringan, para karyawan yang lewat di depan mereka menyambut dengan senyuman dan menundukkan kepalanya! Kadang terdengar juga, apabila Anderson, Ellea dan Lucas jalan beriringan seperti ini! Para karyawan akan berbisik " lihat tuh rombongan sultan, mesin ATM berjalan " ujar para karyawan.
Namun sikap rendah hati Ellea, membuatnya menjadi seorang isteri CEO sekaligus pewaris perusahaan iklan terbesar ini yang bisa berbaur dan tidak merasa kalau dirinya seorang yang tidak pantas untuk mengobrol atau berteman dengan para karyawannya.
Ellea selalu menyempatkan diri untuk ikut nongkrong di cafe saat jam istirahat, sangat humble di mata karyawan. Sementara karyawan lain yang melihat Lucas sebagai adik dari Anderson, bahkan pewaris kedua perusahaan Anderson group! Mereka menyayangkan kenapa Lucas harus menikah dengan gadis dibawah umur, dan juga cenderung kampungan.
Menurut karyawan di kantor, Marwa bukanlah sosok yang pas untuk Lucas yang tampan, berwibawa, dan kaya raya. Tak jarang saat Marwa berkunjung ke kantor, ada saja celotehan dari para karyawan di sini yang akan mencelanya! Termasuk juga sekertaris pribadinya Lucas, dia sering kali memberikan perkataan halus namun menyakitkan.
Beruntung, Marwa bukan gadis lugu yang baperan! Dia bahkan bisa berbalik mengerjai orang yang suka nyinyir dengan status sosialnya.
Sementara di rumah! Marwa dan Bude Asih sudah bersiap-siap untuk pergi berbelanja karena Lucas yang memintanya. Marwa dan Bude Asih pun menaiki mobil dilengkapi dengan supir pribadinya.
"Tancap pak supir!" kata Marwa.
"Pelan-pelan aja ya pak supir! Aku pingin liat gedung-gedung mewah disepanjang jalan kota," kata Bude Asih.
"Baik Nyonya!" ujar supir pribadinya.
Setelah hampir satu jam, supir pribadi Marwa mulai memasuki sebuah mall besar yang terkenal dengan mall super megah dan diisi dengan barang-barang mewah didalamnya.
"Loh, kok belok ning kene pak supir?" tanya Marwa.
__ADS_1
"Iya Nona! Tuan Lucas, sudah berpesan pada saya agar membawa anda dan ibu Asih ke mall ini!" ujar supir.
"Aduhh pie si? Aku ndak niat belanja ning kene pak! Disini pasti barang-barange mahal, puter balik wae wis, itu loh di pasar tanah Abang," kata Marwa.
"Iya pak supir! Saya juga belum pernah masuk ke emol megah begini! Malu," kata Bude Asih.
Namun supir pribadi Marwa tetap melanjutkan masuk ke dalam mall!
"Ih pie si Bu! Pak supir, aku carine, toko-toko biasa wae ndak usah mall sebesar iki loh, yang ana sing teriak-teriak 100.000 ribu dapat 3 baju," kata Marwa.
"Iya pak supir! Kalau ndak, ya emol yang kecil aja, jangan yang Segede ini! Ngko kita kesasar didalem pie?" tanya Bude Asih.
"Tidak akan kesasar Bu! Saya akan ikut ke dalam sana, sekaligus membawakan barang belanjaan nantinya," kata supir pribadi Marwa itu.
Marwa dan Bude Asih pun hanya melongo dan tida melanjutkan protes lagi. Lucas benar-benar memperlakukannya dan juga Ibunya seperti seorang ratu dan putri raja. Akhirnya Marwa dan Bude Asih serta supir turun dari mobil.
Marwa dan Bude Asih mengikuti langkah kaki supir pribadinya dari belakang.
"Njeh," kata Marwa.
Marwa dan Bude Asih mulai mengunjungi store-store pakaian wanita untuk membeli beberapa. Hal yang pertama dilakukan Marwa dan Bude Asih adalah, melongok pada secarik kertas yang merupakan bandrol harga disetiap pakaian yang ada di sana.
"Innalilahi Bu!" kata Marwa.
"Hah siapa yang meninggal?" tanya Bude Asih.
"Iki loh Bu, yang meninggal hati nuraninya orang yang bikin gantungan harga, moso kaos ngene tok, hargane 2.500.000 ndak punya hati nurani iki sing ngasih harga," kata Marwa.
"Astaghfirullah, iya Marwa! Opo iki kelebihan nolnya?" tanya Bude Asih.
__ADS_1
Bude Asih dan Marwa saling bertatapan untuk tidak jadi saja berbelanja di mall ini! Namun supir pribadinya, seolah menatap keduanya tajam, agar mereka tetap belanja. Karena tak ingin kembali debat dengan supirnya, Marwa dan Bude Asih berbelanja pakaian yang paling murah.
Mereka pun segera membayar dengan ATM yang diberikan oleh Lucas! Selesai membayar, supir pribadi Marwa menghadang, dan mengecek struk pembelian! Distruk pembelian tertera nominal 4.000.000 saja, maka supir pribadi Marwa akan meminta Marwa dan Bude Asih untuk terus berbelanja, hingga kelayakan struk itu diatas 50.000.000! Karena itulah yang diperintahkan oleh Lucas.
"Maaf Nona! Anda harus kembali berbelanja dan membeli barang-barang yang Anda belikan! Selama anda belum berbelanja banyak, maka kita tidak akan pulang!" ujar supir pribadinya itu.
Marwa dan Bude Asih pun tepok jidat! Bisa-bisanya Lucas meminta supir pribadinya untuk melakukan semua ini. Akhirnya mau tidak mau Marwa dan Bude Asih kembali memasuki store-store pakaian dan bawahan untuk berbelanja kembali.
Setelah berkeliling dan membeli beberapa pakaian dan bawahan sesuai yang mereka inginkan dan tanpa melihat harga, kini sampailah mereka ke store underwear wanita. Di sana banyak digantung segita-segita bermuda wadahnya ladang gandum, digantung juga penutup-penutup melon Bangkok yang beraneka ragam model dan warna.
Ada juga lingerie tembus pandang yang sangat se xy. Bude Asih langsung mempunyai ide untuk anaknya agar dia cepat hamil, maka harus membeli itu semua agar setiap malam, Lucas semakin rajin melakukan tugasnya.
"Nah iki yang Ibu cari-cari! Baju tidur tembus pandang, beli itu Marwa," kata Bude Asih.
"Ih Ibu, ndak mau! Aku malu lah karo mas Lucas, moso pake pakaian kurang bahan ngono!" kata Marwa.
Bude Asih pun menepok bahu Marwa agar sadar pentingnya memakai pakaian se xy di depan suami.
"Wis kamu nurut wae! Buat Ibu sing pilihin!" kata Bude Asih sambil menarik tangan Marwa untuk masuk ke dalam store underwear itu.
Sementara supir pribadi Marwa malah cengengesan sambil bertukar pesan dengan Lucas, untuk melaporkan bahwa Marwa dan Bude Asih tengah membeli peralatan tempur untuk di ranjang panas.
"Nah iki cocok buatmu ndo, kamu kan putih ya baju terawang warna item iki cocok buatmu Marwa!" kata Bude Asih.
Marwa langsung mengernyitkan dahinya, tak habis pikir Ibunya sendiri yang memilihkan lingerie-lingeri itu. Padahal tidak memakai itu pun, setiap malam Lucas akan menggarapnya apalagi bila Marwa memakai lingerie se se xy itu! Bisa-bisa Lucas tidak akan bisa tidur dan minta nambah terus.
"Ora ah Bu! Baju koyo jaring laba-laba kie kok dibeli," protes Marwa.
__ADS_1
"Heh, kamu tuh sebagai isteri harus sekali-kali memanjakan suamimu ndo! Ya anggap saja, kamu menarik perhatian suamimu dengan pakaian iki, dapat pahala berdandan didepan suami kalau suamimu itu jadi senang nantinya!" kata Bude Asih.
Marwa pun sejenak berpikir! Apa harus dia beli pakaian yang mirip jaring laba-laba dan kurang bahan itu? Tapi, benar juga kata Ibunya, kalau memakai pakaian seperti ini suami bisa senang, dan tiap malam bisa cetak anak! Peluang untuk segera dapet bayi kan jadi lebih besar juga.