
Mendadak lalu lintas macet total akibat kecelakaan itu. Polisi dan Ambulance sudah mulai berdatangan untuk mengevakuasi Ayah dan Ibu. Darah berceceran di aspal, membuat para pengguna jalan berhenti sejenak menonton kecelakaan tersebut. Supir bus besar pun turut diamankan! Sementara Ayah dan Ibu Ellea segera dilarikan ke rumah sakit.
Ellea yang saat ini tengah memainkan game online di handphonenya, merasa haus. Tangan kiri Ellea mencoba meraih gelas yang berada disamping ranjang! Kedua mata Ellea tetap fokus pada layar handphonenya, sementara tangannya terus mencari-cari gelas di sampingnya! Tak lama tangan Ellea malah menyenggol gelas minuman itu hingga gelas itu pun jatuh ke lantai dan pecah.
Prangggggggg, gelas jatuh itu mengagetkan Ellea! Seketika perasaannya berubah menjadi tidak enak, sesak dan merasakan sesuatu yang tak biasa.
Anderson yang mendengar bunyi gelas pecah saat sedang di dalam kamar mandi, segera keluar dan menghampiri Ellea yang tengah melamun menatap gelas jatuh itu.
"Sayang! Are you okay?" tanya Anderson.
"Ya, I am okay," kata Ellea namun hatinya tak bisa berbohong, entah kenapa pikiran Ellea tidak bisa fokus.
"Oke good! Aku akan panggilkan pelayan untuk bersihkan ini!" kata Anderson.
Setelah pelayan membereskan sisa pecahan gelas di kamar Ellea. Anderson menatap wajah Ellea.
"It's oke sayang! Itu hanya ketidaksengajaan, gelas jatuh, piring jatuh itu hal lumrah," kata Anderson.
"Tapi ini berbeda! Aku merasa sesak sekali di hati aku," kata Ellea.
"Itu mungkin bawaan hamil! Kan wanita hamil itu cenderung lebih sensitif, kamu jangan terlalu banyak pikiran gitu Ellea, semua baik-baik aja kok," kata Anderson.
"Tapi kok Ayah dan Ibu belum.juga sampe rumah ya? Ini udah sore banget loh," kata Ellea.
"Ya mungkin Ayah saking menikmatinya jalan-jalan berdua sama Ibu jadi lupa kalau anaknya lagi nungguin," ledek Anderson.
"Ih kamu tuh! Udah ah, aku mau ke depan cari udara segar," kata Ellea.
Anderson dan Ellea pergi ke taman dihalaman rumah! Menunggu Ayah dan Ibunya datang sembari ngobrol santai di taman. Pelayan sudah bolak balik membawakan makanan ringan, minuman, dan minuman lagi hingga sudah beberapa gelas.
__ADS_1
Hari semakin larut! Tapi Ayah dan Ibunya tak kunjung tiba di rumah. Perasaan Ellea semakin gelisah, sesekali Ellea menatap j tangannya! Membuka handphonenya, bahkan Ellea menghubungi nomor telepon Ayahnya tapi tidak aktive.
Ellea semakin panik kini dia mondar mandir tak karuan dihadapan Anderson, begitu juga dengan Anderson yang merasa keheranan kenapa Ayah sampai larut begini belum sampai juga. Apalagi melihat wajah pucat Ellea yang sangat khawatir dengan kedua orangtuanya. Anderson pun menelpon Lucas agar menemuinya sekarang!
Lucas segera berlari ke taman di depan rumah tempat Anderson memanggilnya.
"Tuan, ada yang bisa aku bantu?" tanya Lucas.
"Kamu pergilah ke rumah orang tua Ellea! Barangkali mereka belum berangkat dari rumahnya, karena dihubungi juga susah," kata Anderson.
Belum sempat Lucas mengiyakan perintah Anderson. Sebuah nomor baru menelpon ke handphone milik Ellea! Ellea mengangkat panggilan masuk itu.
Namun saat Ellea mendengarkan penjelasan dari seseorang ditelepon tersebut, mendadak tangan Ellea gemetaran hebat! Semakin Ellea mendengarkan orang ditelepon itu berbicara semakin kedua mata Ellea membendung bulir-bulir bening yang masih tertahan di sana. Tubuh Ellea semakin lemas hingga tangannya tak sanggup lagi menaham handphone ditelinganya.
Handphone itu jatuh ke rumput! Air mata Ellea pun tumpah, bibir Ellea bergetar hingga tak kuasa untuk berbicara sepatah katapun! Tubuhnya roboh, namun Anderson dengan sigap menahan tubuh Ellea didalam pelukannya.
Aaaaaaaaaa.
Lucas dan Anderson saling melihat! Keduanya yakin ada sesuatu hal buruk saat ini yang sedang terjadi. Anderson mencoba bertanya pada Ellea! Namun Ellea tidak merespon sekali, tubuhnya sangat lemas tak berdaya dipelukan Anderson.
"Lucas ambil handphone itu!" kata Anderson meminta Lucas memungut kembali handphone Ellea yang sudah terjatuh.
Lucas mengambil handphone itu dan masih terhubung dengan pihak penelpon itu. Rupanya itu telepon dari salah satu rumah sakit besar untuk mengabarkan kondisi Ayah dan Ibu Ellea saat ini. Lucas yang mendengarnya, langsung menyampaikan pada Anderson.
Setelah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya! Anderson, Ellea, Lucas dan beberapa anak buah Anderson yang lain segera berangkat menuju rumah sakit. Ellea bahkan selalu dipapah oleh Anderson karena tubuhnya benar-benar lemas.
Sesampainya di rumah sakit! Pihak rumah sakit mengarahkan mereka ke sebuah ruangan. Ruangan tersebut terletak di pojok tempat yang bahkan orang-orang tak pernah ingin tau apalagi sampai harus masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tapi inilah yang harus dilakukan oleh Ellea dan Anderson. Bersama dengan Lucas, ketiganya masuk ke ruangan itu. Di sana Dokter meminta Ellea selaku keluarga kedua korban untuk membantu proses identifikasi kedua korban, apakah benar itu Ayah dan Ibunya.
__ADS_1
Ellea tak kuasa menggerakkan tangannya untuk membuka kain kafan yang menutupi salah satu jenazah dihadapannya itu. Anderson yang melihat Ellea sepertinya tidak mampu melihatnya, mengambil peran untuk membuka kain kafan itu. Seketika wajah Anderson langsung berkeringat dingin. Kini dihadapannya, Ayah mertuanya sudah terkujur kaku bahkan jenazahnya cukup parah.
Aaaaaaaaaa, teriakan Ellea semakin menjadi. Dokter menyarankan untuk tidak melanjutkan membuka jenazah kedua, yaitu jenazah Ibunya Ellea.
Hikzzz, hikzzz, hikzzzz.
Anderson dan Ellea menangis bersama! Tak lama Ellea tak sadarkan diri hingga harus mendapatkan perawatan serius saat ini.
Anderson dan Lucas hanya bisa menunggu di depan ruangan pasien! Saat ini kondisi Ellea sedang tidak baik-baik saja! Lucas mencoba menguatkan Anderson yang saat ini tengah melamun dan menitihkan air matanya.
"Tuan! Sebaiknya Anda fokus menjaga Nona Ellea di sini! Urusan kedua orang tua Nona, untuk kedua orang tua Nona Ellea aku akan mengurus persiapan pemakaman dan lain-lainnya," kata Lucas.
"Ya, terimakasih! Suruh semua pelayan mempersiapkan segalanya di rumah! Undang juga ustadz di sana untuk hadir di rumah," lirih Anderson.
Lucas pun segera menuju rumah Anderson untuk mempersiapkan kepulangan jenazah ke rumah! Kemungkinan besok pagi baru bisa dikebumikan. Lucas bersama anak buah Anderson yang lain tiba di rumah.
Saat semua orang tengah sibuk! Gea keluar kamar. Gea merasa bingung kenapa pelayan semua mondar-mandir seperti sedang mempersiapkan sesuatu, ditambah lagi salah seorang dari mereka membawa bendera kuning menuju ke depan rumah.
Gea mencoba menghampiri Lucas yang tengah memerintahkan para anak buah Anderson yang lain untuk menyiapkan banyak bangku-bangku untuk acara tahlilan.
"Lucas, ada apa ini?" tanya Gea.
Lucas langsung melirik sinis kearah Gea dan menyuruh anak buah yang lain pergi meninggalkan mereka berdua.
Jangan lupa Like!
Komen!
Vote!
__ADS_1
Sudah mulai crazy up ya teman-teman semua mulai hari ini sampai tanggal 9 nanti☺️ Mohon dukungannya biar lancar.